Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024 | 21:52 WIB
  • print Cetak

Jurnal Pemalang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi hingga saat ini belum ditemukan kasus positif cacar monyet atau monkey pox (MPox), Rabu (4/9/2024).

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk kasus suspek di Brebes hingga saat ini kasus tersebut baru menjadi dugaan.

“Sedang di-follow up, sampai hari ini masih dugaan tapi dari tanda dan gejalanya belum positif MPox,” kata Yunita.

Yunita meminta masyarakat untuk tetap tenang. Namun, jangan sampai melepaskan kewaspadaan. Karena itu, ia berharap warga Jateng tetap menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan menjaga kondisi tubuh.

“Tahun 2024 belum ada kasus sampai hari ini di Jateng,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jateng, Irma Makiah menjelaskan tentang MPox. Menurutnya, penyakit itu awalnya menjangkiti binatang monyet dan bersifat zoonosis, atau dapat menular ke manusia.

Di dunia, lanjutnya, ada 99.176 kasus dengan 208 kasus kematian di antaranya. Sedangkan, di Indonesia tercatat ada 88 kasus MPox, dan semuanya telah dinyatakan sembuh.

Irma mengungkapkan, penyakit ini dapat menular saat bersentuhan dengan luka lesi orang yang terinfeksi. Selain itu, MPox juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat berisiko, seperti berganti-ganti pasangan dan LSL (lelaki suka lelaki).

“Gejalanya ada ruam, lesi (luka) bendol-bendol, demam, nyeri telan, dan yang khas ada pembesaran getah bening atau limfadenopati benjolan ada di ketiak, belakang telinga, pangkal paha, dan leher,” ungkapnya.

Terkait vaksin, ia menyebut pada tahap ini prioritasnya diberi pada populasi kunci. Di antaranya mereka yang mengidap HIV, LSL dan mereka yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita MPox.

“Meski belum ditemukan kasus Mpox di Jateng, berbagai langkah telah dilakukan. Seperti, penyiapan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, dan koordinasi dengan otoritas kesehatan bandara,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Anom Sampaikan Hasil Evaluasi Gubernur Terhadap Raperda Tentang Perubahan APBD

    Bupati Anom Sampaikan Hasil Evaluasi Gubernur Terhadap Raperda Tentang Perubahan APBD

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025 | 05:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025 sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Jateng Nomor: 100.3.3.1/350 Tahun 2025 tanggal 29 Agustus 2025, secara garis besar pada substansi Kebijakan Umum Anggaran, Gubernur Jateng memberikan rekomendasi strategis. Hal tersebut dikatakan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat menghadiri […]

  • Tanah Longsor di Desa Jojogan Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Terluka

    Tanah Longsor di Desa Jojogan Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Terluka

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026 | 11:45 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabupaten Pemalang kembali dilanda musibah bencana alam tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di Dusun Jojogan, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul pada Jum’at, 6 Februari 2026 sekitar pukul 16:30 WIB. Ada dua korban akibat kejadian tersebut yaitu Kiki Puji Yuliani (9 th) meninggal dunia dan Ibunya, Yuliati (35) mengalami luka-luka. Camat Watukumpul, Arif Rahman […]

  • Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun

    Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 | 15:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan diresmikannya Bendungan Jlantah, di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan tersebut akan memberi manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku bagi masyarakat di Jatiyoso. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi […]

  • Jumat Berkah Rizal Bawazier di Alun-alun Kota Pekalongan Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

    Jumat Berkah Rizal Bawazier di Alun-alun Kota Pekalongan Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025 | 18:18 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Sebagai bentuk rasa peduli terhadap masyarakat, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Rizal Bawazier menggelar kegiatan Jumat Berkah di Alun-Alun Kota Pekalongan, Jumat (31/1/2025). Rizal Bawazier membagikan makanan dan bantuan lainnya kepada masyarakat Kota Pekalongan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Di lokasi, acara Jumat berkah Rizal Bawazier disambut antusias oleh masyarakat […]

  • Beri Kuliah Umum, Sekda Sumarno: Ada Perbedaan Mendasar Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pemerintahan

    Beri Kuliah Umum, Sekda Sumarno: Ada Perbedaan Mendasar Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026 | 22:25 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengatakan, ada perbedaan mendasar antara akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan. Akuntansi komersial bentuknya kinerja keuangan, laporannya berupa laba-rugi perusahaan. Sedangkan akuntansi di pemerintahan bentuknya pertanggungjawaban akuntabilitas. Hal itu dikatakan Sekda, saat mengisi Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Mahasiswa Program Studi Akuntansi Angkatan Tahun 2023,Fakultas Ekonomika Bisnis Universitas Diponegoro, […]

  • Pemuda Asal Pemalang Catat Rekor Regional di Asia Book of Records

    Pemuda Asal Pemalang Catat Rekor Regional di Asia Book of Records

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025 | 09:49 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sebuah prestasi membanggakan datang dari dunia literasi Indonesia. Tabah Septiono, pemuda berusia 32 tahun asal Pemalang, Jawa Tengah, berhasil meraih pengakuan regional setelah namanya resmi tercatat dalam Asia Book of Records, dan dianugerahi gelar bergengsi Grand Master. Penghargaan ini diberikan atas karya tulis yang dinilai memiliki keunikan serta kontribusi terhadap pengembangan literasi […]

expand_less