Senin, 3 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024 | 21:52 WIB
  • print Cetak

Jurnal Pemalang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi hingga saat ini belum ditemukan kasus positif cacar monyet atau monkey pox (MPox), Rabu (4/9/2024).

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk kasus suspek di Brebes hingga saat ini kasus tersebut baru menjadi dugaan.

“Sedang di-follow up, sampai hari ini masih dugaan tapi dari tanda dan gejalanya belum positif MPox,” kata Yunita.

Yunita meminta masyarakat untuk tetap tenang. Namun, jangan sampai melepaskan kewaspadaan. Karena itu, ia berharap warga Jateng tetap menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan menjaga kondisi tubuh.

“Tahun 2024 belum ada kasus sampai hari ini di Jateng,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jateng, Irma Makiah menjelaskan tentang MPox. Menurutnya, penyakit itu awalnya menjangkiti binatang monyet dan bersifat zoonosis, atau dapat menular ke manusia.

Di dunia, lanjutnya, ada 99.176 kasus dengan 208 kasus kematian di antaranya. Sedangkan, di Indonesia tercatat ada 88 kasus MPox, dan semuanya telah dinyatakan sembuh.

Irma mengungkapkan, penyakit ini dapat menular saat bersentuhan dengan luka lesi orang yang terinfeksi. Selain itu, MPox juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat berisiko, seperti berganti-ganti pasangan dan LSL (lelaki suka lelaki).

“Gejalanya ada ruam, lesi (luka) bendol-bendol, demam, nyeri telan, dan yang khas ada pembesaran getah bening atau limfadenopati benjolan ada di ketiak, belakang telinga, pangkal paha, dan leher,” ungkapnya.

Terkait vaksin, ia menyebut pada tahap ini prioritasnya diberi pada populasi kunci. Di antaranya mereka yang mengidap HIV, LSL dan mereka yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita MPox.

“Meski belum ditemukan kasus Mpox di Jateng, berbagai langkah telah dilakukan. Seperti, penyiapan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, dan koordinasi dengan otoritas kesehatan bandara,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jeje Tak Berkutik Saat Diringkus, Polisi Temukan Sabu dalam Sedotan

    Jeje Tak Berkutik Saat Diringkus, Polisi Temukan Sabu dalam Sedotan

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025 | 17:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jajaran Satres Narkoba Polres Pekalongan kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pemuda berinisial ZAI alias JEJE (26), warga Bendan Kergon, Kota Pekalongan, diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu seberat ± 4,23 gram. Penangkapan dilakukan pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, di sebuah rumah di Kelurahan […]

  • Pengrajin Pisau Asal Jawa Tengah Meraih Predikat Terbaik di Inacraft Award 2024. Hanya Menggunakan Bahan Ini

    Pengrajin Pisau Asal Jawa Tengah Meraih Predikat Terbaik di Inacraft Award 2024. Hanya Menggunakan Bahan Ini

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024 | 20:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Heri Susanto salah seorang pengrajin bilah senjata tajam asal Desa Sanggrahan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meraih predikat terbaik dalam Inacraft Award 2024, Minggu (3/3/2024). Prestasi tersebut membuktikan, bahwa kerajinan asal Jawa Tengah mampu unjuk gigi pada ajang pamer kerajinan internasional di antara ribuan produk. Heri yang meraih juara atas produk pisau […]

  • Wagub Jateng Taj Yasin  Inspirator Gerakan Shalawat Jawa Tengah

    Wagub Jateng Taj Yasin Inspirator Gerakan Shalawat Jawa Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026 | 20:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Majelis shalawatan yang sering digemakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, dianggap menjadi inspirasi gerakan shalawat yang menjadi kebutuhan umat Islam di Jawa Tengah. “Saya melihat Gus Yasin ini menjadi penggerak, motor dari gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana digelorakan Mbah Maemoen (Mbah Maimoen Zubaer) ,” kata tokoh PPP Jawa Tengah, […]

  • Atlet Jateng Sumbang 43 Medali bagi Indonesia di SEA Games 2025

    Atlet Jateng Sumbang 43 Medali bagi Indonesia di SEA Games 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025 | 23:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Atlet Jawa Tengah yang memperkuat kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand menunjukkan prestasinya. Sebanyak 63 atlet Jawa Tengah yang berlaga di 26 cabang olahraga, dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen Merah Putih. Mereka meraih total 43 medali, terdiri dari 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu. “Terima kasih dan apresiasi […]

  • Jelang Tahun Baru, Pemprov Jateng Kembali Gelar Government Auto Show

    Jelang Tahun Baru, Pemprov Jateng Kembali Gelar Government Auto Show

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025 | 21:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kembali menggelar Government Auto Show (GAS) Jateng menjelang tutup tahun 2025. Even tersebut berlangsung pada 9–15 Desember 2025 di Citraland Mall Semarang, ajang itu menawarkan promo potongan harga hingga Rp60 juta, serta hadiah staycation selama periode […]

  • DPRD Pemalang Minta Bupati Tidak Rumahkan Tenaga Honorer Yang Tidak Lolos CPNS

    DPRD Pemalang Minta Bupati Tidak Rumahkan Tenaga Honorer Yang Tidak Lolos CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025 | 16:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang, melalui anggotanya Heru Kundhimiarso meminta secara tegas kepada Bupati Pemalang Anom Widiyantoro agar tidak merumahkan tenaga honorer yang tidak lolos CPNS. Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai hasil dari Rapat Koordinasi (Rakor) yang diadakan Komisi A DPRD Pemalang pada Jumat, 19 September 2025. Rakor itu merupakan tindak lanjut […]

expand_less