Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024 | 21:52 WIB
  • print Cetak

Jurnal Pemalang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi hingga saat ini belum ditemukan kasus positif cacar monyet atau monkey pox (MPox), Rabu (4/9/2024).

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk kasus suspek di Brebes hingga saat ini kasus tersebut baru menjadi dugaan.

“Sedang di-follow up, sampai hari ini masih dugaan tapi dari tanda dan gejalanya belum positif MPox,” kata Yunita.

Yunita meminta masyarakat untuk tetap tenang. Namun, jangan sampai melepaskan kewaspadaan. Karena itu, ia berharap warga Jateng tetap menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan menjaga kondisi tubuh.

“Tahun 2024 belum ada kasus sampai hari ini di Jateng,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jateng, Irma Makiah menjelaskan tentang MPox. Menurutnya, penyakit itu awalnya menjangkiti binatang monyet dan bersifat zoonosis, atau dapat menular ke manusia.

Di dunia, lanjutnya, ada 99.176 kasus dengan 208 kasus kematian di antaranya. Sedangkan, di Indonesia tercatat ada 88 kasus MPox, dan semuanya telah dinyatakan sembuh.

Irma mengungkapkan, penyakit ini dapat menular saat bersentuhan dengan luka lesi orang yang terinfeksi. Selain itu, MPox juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat berisiko, seperti berganti-ganti pasangan dan LSL (lelaki suka lelaki).

“Gejalanya ada ruam, lesi (luka) bendol-bendol, demam, nyeri telan, dan yang khas ada pembesaran getah bening atau limfadenopati benjolan ada di ketiak, belakang telinga, pangkal paha, dan leher,” ungkapnya.

Terkait vaksin, ia menyebut pada tahap ini prioritasnya diberi pada populasi kunci. Di antaranya mereka yang mengidap HIV, LSL dan mereka yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita MPox.

“Meski belum ditemukan kasus Mpox di Jateng, berbagai langkah telah dilakukan. Seperti, penyiapan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, dan koordinasi dengan otoritas kesehatan bandara,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia

    Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026 | 05:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global. Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. “Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. […]

  • Inilah Kisah Penderes Asal Jateng yang Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Akhirnya Dipulangkan

    Inilah Kisah Penderes Asal Jateng yang Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Akhirnya Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025 | 20:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sebanyak 18 warga asal Jawa Tengah yang sempat terjebak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya dipulangkan ke kampung halaman. Mereka tiba di Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI AU pada Senin, 29 Desember 2025, dan selanjutnya melanjutkan perjalanan darat menuju daerah asal masing-masing. Salah satu korban, Sarto, penderes […]

  • Persiapan Uji Publik PPID Tahap Kedua, Diskominfo Cilacap Gelar Monev Keterbukaan Informasi Publik 2024

    Persiapan Uji Publik PPID Tahap Kedua, Diskominfo Cilacap Gelar Monev Keterbukaan Informasi Publik 2024

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024 | 18:35 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap menggelar sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024, di ruang rapat kantor setempat, Senin (9/9/2024). Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap Supriyanto mengatakan, monev ini digelar untuk mempersiapkan visitasi persiapan uji publik PPID tahap kedua, sekaligus memastikan keterbukaan informasi tetap terjaga. “Selain itu juga untuk […]

  • Nawal Yasin Dukung Komitmen PPTI Berantas Tuberkulosis di Jawa Tengah

    Nawal Yasin Dukung Komitmen PPTI Berantas Tuberkulosis di Jawa Tengah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025 | 06:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) menggandeng Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin,M.S.I, untuk memberantas penularan tuberkulosis atau TBC di Jawa Tengah. Di hadapan istri Wakil Gubernur tersebut, Ketua PPTI Jateng dr Hartanto memaparkan berbagai program penanganan guna mewujudkan Jateng Zero TB pada 2030. “Kami melaporkan tentang kegiatan-kegiatan […]

  • Polres Pekalongan Berduka, Aipda Mahrodzi Berpulang Usai Berdedikasi Tanpa Batas

    Polres Pekalongan Berduka, Aipda Mahrodzi Berpulang Usai Berdedikasi Tanpa Batas

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026 | 16:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Suasana duka menyelimuti Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat jenazah Aipda Mahrodzi, sosok Bhabinkamtibmas Polsek Kandangserang yang dikenal berdedikasi tinggi, dilepas melalui upacara persemayaman dan pemakaman secara dinas Polri, Jumat (9/1/2026). Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Jumat pagi pukul 10.30 wib akibat serangan jantung. […]

  • Masyarakat Diminta Hati-hati dalam Memilih Makanan, Kenali Pangan yang Mengandung Bahabn Berbahaya di Pasara 

    Masyarakat Diminta Hati-hati dalam Memilih Makanan, Kenali Pangan yang Mengandung Bahabn Berbahaya di Pasara 

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024 | 08:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Mengingat ditemukannya makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya, seperti boraks dan pewarna rhodamin, masyarakat Kota Pekalongan diminta lebih hati-hati dan cerdas dalam memilih makanan, Kamis (28/3/2024). Informasi itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Pekalongan, melalui Sanitarian Muda, Maysaroh, saat dikonfirmasi pada Selasa (26/3/2024). Menurutnya, temuan tersebut merupakan hasil uji keamanan pangan yang diselenggarakan Dinkes […]

expand_less