Selasa, 26 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dinkes Nyatakan Sampai Hari Ini Jateng Masih Zero MPox, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jurnal Pemalang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi hingga saat ini belum ditemukan kasus positif cacar monyet atau monkey pox (MPox), Rabu (4/9/2024).

Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar mengatakan, untuk kasus suspek di Brebes hingga saat ini kasus tersebut baru menjadi dugaan.

“Sedang di-follow up, sampai hari ini masih dugaan tapi dari tanda dan gejalanya belum positif MPox,” kata Yunita.

Yunita meminta masyarakat untuk tetap tenang. Namun, jangan sampai melepaskan kewaspadaan. Karena itu, ia berharap warga Jateng tetap menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan menjaga kondisi tubuh.

“Tahun 2024 belum ada kasus sampai hari ini di Jateng,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jateng, Irma Makiah menjelaskan tentang MPox. Menurutnya, penyakit itu awalnya menjangkiti binatang monyet dan bersifat zoonosis, atau dapat menular ke manusia.

Di dunia, lanjutnya, ada 99.176 kasus dengan 208 kasus kematian di antaranya. Sedangkan, di Indonesia tercatat ada 88 kasus MPox, dan semuanya telah dinyatakan sembuh.

Irma mengungkapkan, penyakit ini dapat menular saat bersentuhan dengan luka lesi orang yang terinfeksi. Selain itu, MPox juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat berisiko, seperti berganti-ganti pasangan dan LSL (lelaki suka lelaki).

“Gejalanya ada ruam, lesi (luka) bendol-bendol, demam, nyeri telan, dan yang khas ada pembesaran getah bening atau limfadenopati benjolan ada di ketiak, belakang telinga, pangkal paha, dan leher,” ungkapnya.

Terkait vaksin, ia menyebut pada tahap ini prioritasnya diberi pada populasi kunci. Di antaranya mereka yang mengidap HIV, LSL dan mereka yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita MPox.

“Meski belum ditemukan kasus Mpox di Jateng, berbagai langkah telah dilakukan. Seperti, penyiapan fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, dan koordinasi dengan otoritas kesehatan bandara,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalin Kerja Sama dengan LBH JMM, Rutan Pemalang Berikan Penyuluhan Bantuan Hukum bagi Tahanan

    Jalin Kerja Sama dengan LBH JMM, Rutan Pemalang Berikan Penyuluhan Bantuan Hukum bagi Tahanan

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang memberikan Penyuluhan Hukum Bantuan Hukum bagi tahanan pada Jumat (18/07). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Rutan Pemalang dengan Lembaga Bantuan Hukum Jalan Menuju Matahari (LBH JMM) Tegal. Bantuan hukum merupakan pelayanan hukum yang diberikan secara cuma-cuma atau gratis kepada individu atau kelompok yang membutuhkan, […]

  • 648 Pemudik Gratis Dilepas Gubernur Ahmad Luthfi di Stasiun Pasar Senin

    648 Pemudik Gratis Dilepas Gubernur Ahmad Luthfi di Stasiun Pasar Senin

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Semboyan 40 dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggema di Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026), menandai keberangkatan ratusan peserta program Mudik Gratis Bareng Pemprov Jateng menggunakan Kereta Api (KA) Joko Tingkir menuju Solo. Sebanyak 648 pemudik dari berbagai profesi diberangkatkan untuk pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah. Sebelum melepas keberangkatan, Ahmad […]

  • Kontingen Pemalang Boyong 4 Mendali Emas di POPDA Provinsi Jateng

    Kontingen Pemalang Boyong 4 Mendali Emas di POPDA Provinsi Jateng

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kontingen Kabupaten Pemalang berhasil meraih 4 medali emas, 3 perak dan 7 perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, Kontingen Kabupaten Pemalang juga naik 10 tingkat diposisi ke 20. Artinya ini libih baik dibanding gelaran POPDA tahun 2023. “Pada Tahun 2024, prestasi […]

  • Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno berpesan kepada para mahasiswa baru, agar fokus belajar, dan tidak terburu-buru untuk menikah (Jo Kawin Bocah) sebelum selesai kuliah. Hal itu mengingat, cita-cita meraih generasi emas 2045 harus dibangun dengan SDM yang unggul melalui pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan daya saing. “Sejalan dengan program Pemprov Jateng […]

  • Kapuspen TNI Beberkan Fakta-Fakta Terkait Tuduhan TNI Jadi Provokator Unjuk Rasa

    Kapuspen TNI Beberkan Fakta-Fakta Terkait Tuduhan TNI Jadi Provokator Unjuk Rasa

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG –Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah memberikan klarifikasi sekaligus konferensi pers di Aula Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025). Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya sejumlah berita dan konten hoax yang menuding prajurit TNI sebagai provokator dalam berbagai aksi unjuk rasa. Berita framing menyesatkan […]

  • Sebanyak 20 Ton Beras PSPHP Distribusikan di Dua Pasar Tradisional

    Sebanyak 20 Ton Beras PSPHP Distribusikan di Dua Pasar Tradisional

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Sebanyak 20 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSPHP) didistribusikan ke para pedagang di Pasar Batang dan Pasar Limpung, Rabu (28/2/2024). Para pedagang di masing-masing pasar diberi jatah beras SPHP sebanyak 10 ton beras untuk dijual kembali kepada konsumen dengan harga ecer murah Rp11 ribu per kilogram. Kepala Disperindagkop dan UKM […]

expand_less