Senin, 27 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026 | 13:48 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Granada, Lantai 7 Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung.

Seminar menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama. Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof. Dr. Ahmad Badawi Saluy, dan dimoderatori oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini.

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan hubungan yang erat antara krisis ekonomi dan perubahan politik. Menurutnya, gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering kali berkembang menjadi krisis politik yang berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

“Krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. Bung Karno turun karena krisis ekonomi yang kemudian berkembang menjadi krisis politik. Harga beras naik, BBM naik, orang melakukan demonstrasi, lalu muncul berbagai gejolak politik. Pak Harto juga demikian saat krisis 1998 hingga akhirnya turun setelah memimpin selama 32 tahun,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi krisis adalah kondisi nilai tukar rupiah. Menurutnya, nilai mata uang sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi nasional. “Mata uang itu soal supply dan demand. Banyak orang menyimpan dolar Amerika Serikat karena tidak percaya kepada rupiah. Semakin banyak orang menyimpan dolar, maka nilai rupiah akan semakin turun,” katanya.

Selain nilai tukar, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya memahami kondisi pasar secara lebih komprehensif. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak dapat diukur hanya dari ramainya pusat-pusat perbelanjaan.

“Pasar itu ada dua, yaitu pasar modal dan pasar riil. Orang sering mengatakan mal masih ramai sehingga ekonomi dianggap baik-baik saja. Padahal orang datang ke mal belum tentu untuk berbelanja, bisa saja hanya mencari tempat yang nyaman atau ber-AC. Yang harus dilihat adalah bagaimana daya beli masyarakat di pasar riil,” jelasnya.

Menurut Jusuf Kalla, melemahnya pasar modal saat ini juga menunjukkan adanya persoalan kepercayaan investor. Investor hanya akan menanamkan modal apabila memiliki keyakinan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Lawan Arah, Honda BR-V Tabrakan dengan Bus di Tol Pemalang-Batang KM 332

    Akibat Lawan Arah, Honda BR-V Tabrakan dengan Bus di Tol Pemalang-Batang KM 332

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025 | 12:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Trans Jawa, tepatnya di KM 332 Jalur B wilayah hukum Polres Pekalongan, Sabtu (12/04/2025) pagi. Insiden tersebut melibatkan mobil Honda BR-V dengan sebuah bus penumpang yang melaju dari arah berlawanan. Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Ronny Hidayat, S.H., M.H mengatakan, kejadian bermula ketika mobil BR-V […]

  • Pengrajin Pisau Asal Jawa Tengah Meraih Predikat Terbaik di Inacraft Award 2024. Hanya Menggunakan Bahan Ini

    Pengrajin Pisau Asal Jawa Tengah Meraih Predikat Terbaik di Inacraft Award 2024. Hanya Menggunakan Bahan Ini

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2024 | 20:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Heri Susanto salah seorang pengrajin bilah senjata tajam asal Desa Sanggrahan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meraih predikat terbaik dalam Inacraft Award 2024, Minggu (3/3/2024). Prestasi tersebut membuktikan, bahwa kerajinan asal Jawa Tengah mampu unjuk gigi pada ajang pamer kerajinan internasional di antara ribuan produk. Heri yang meraih juara atas produk pisau […]

  • Hadiri Puncah Acara HPN 2024, Pj Gubernur Jateng Mengharapkan Pers Jateng Tetap Profesional

    Hadiri Puncah Acara HPN 2024, Pj Gubernur Jateng Mengharapkan Pers Jateng Tetap Profesional

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024 | 20:45 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menghadiri puncak acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-78 yang mengusung tema ‘Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa’, di Ecovention Ancol, Jakarta, Selasa (20/2/2024). Nana Sudjana mengatakan, HPN merupakan momentum bagi insan pers di seluruh Indonesia untuk meningkatkan tanggung jawab, profesionalitas, dan independensi. Nana […]

  • Amankan Stok, Pemerintah Kabupaten/ Kota Hingga Desa Didorong untuk Perkuat Cadangan Pangan

    Amankan Stok, Pemerintah Kabupaten/ Kota Hingga Desa Didorong untuk Perkuat Cadangan Pangan

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024 | 21:47 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mendorong pemerintah kabupaten/ kota dan desa untuk memperkuat cadangan pangan. Hal itu dilakukan untuk mengamankan stok beras di wilayahnya. “Jadi harus ada stok cadangan beras di desa, kabupaten, dan provinsi,” kata Nana, usai acara gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan cadangan pangan Pemprov Jateng di Kantor Kecamatan […]

  • Sat Reskrim Polres Grobogan Tangkap 2 Pelaku Peredaran Obat Petasan

    Sat Reskrim Polres Grobogan Tangkap 2 Pelaku Peredaran Obat Petasan

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024 | 09:16 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Sat Reskrim Polres Grobogan mengamankan dua orang pelaku peredar bahan peledak atau obat petasan di dua lokasi yang berbeda, Kamis (21/3/2024). Dua orang tersebut berinisial BM (25) warga Desa Karanganyar Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan dan AJ (41) warga Desa menduran Kecamatan Brati Klambu. Selain pelaku, Sat Reskrim Polres Grobogan juga mengamankan sebanyak 5 […]

  • Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Rumah di Karangdadap, Motif Diduga Dendam Pribadi

    Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Rumah di Karangdadap, Motif Diduga Dendam Pribadi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026 | 12:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan berhasil mengungkap kasus pembakaran rumah yang sempat viral di media sosial yang terjadi di Desa Kebonrowopucang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Pelaku berinisial MJ alias Peot (35), warga Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, berhasil diamankan petugas di Surakarta. Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat tim […]

expand_less