Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026 | 13:48 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Granada, Lantai 7 Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung.

Seminar menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama. Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof. Dr. Ahmad Badawi Saluy, dan dimoderatori oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini.

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan hubungan yang erat antara krisis ekonomi dan perubahan politik. Menurutnya, gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering kali berkembang menjadi krisis politik yang berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

“Krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. Bung Karno turun karena krisis ekonomi yang kemudian berkembang menjadi krisis politik. Harga beras naik, BBM naik, orang melakukan demonstrasi, lalu muncul berbagai gejolak politik. Pak Harto juga demikian saat krisis 1998 hingga akhirnya turun setelah memimpin selama 32 tahun,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi krisis adalah kondisi nilai tukar rupiah. Menurutnya, nilai mata uang sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi nasional. “Mata uang itu soal supply dan demand. Banyak orang menyimpan dolar Amerika Serikat karena tidak percaya kepada rupiah. Semakin banyak orang menyimpan dolar, maka nilai rupiah akan semakin turun,” katanya.

Selain nilai tukar, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya memahami kondisi pasar secara lebih komprehensif. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak dapat diukur hanya dari ramainya pusat-pusat perbelanjaan.

“Pasar itu ada dua, yaitu pasar modal dan pasar riil. Orang sering mengatakan mal masih ramai sehingga ekonomi dianggap baik-baik saja. Padahal orang datang ke mal belum tentu untuk berbelanja, bisa saja hanya mencari tempat yang nyaman atau ber-AC. Yang harus dilihat adalah bagaimana daya beli masyarakat di pasar riil,” jelasnya.

Menurut Jusuf Kalla, melemahnya pasar modal saat ini juga menunjukkan adanya persoalan kepercayaan investor. Investor hanya akan menanamkan modal apabila memiliki keyakinan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Arus Mudik, Stasiun Batang Diperkirakan akan Ada Peningkatan Hingga 70 Persen

    Jelang Arus Mudik, Stasiun Batang Diperkirakan akan Ada Peningkatan Hingga 70 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024 | 19:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Arus Mudik lebaran 2024, diperkirakan jumlah penumpang kereta api yang turun di Stasiun Batang akan mengalami peningkatan sebesar 70 persen pada pada H-3 hingga H-1, Sabtu (30/3/2024). Hal itu disampaikan, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Batang Agus Wahyudi di Stasiun Kabupaten Batang, belum lama ini. Agus mengatakan, sementara ini Setasiun Batang melayani […]

  • Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono

    Universitas Paramadina Gelar Presidential Lecture Bersama Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025 | 05:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Universitas Paramadina sukses menggelar Paramadina Presidential Lecture dengan menghadirkan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pembicara utama. Acara yang mengangkat tema “Masa Depan Multilateralisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi-Politik dan Keamanan Global” ini berlangsung secara luring di Universitas Paramadina Kuningan, Trinity Tower Lt.45, pada Rabu (26/2). Diskusi akademik ini dimoderatori oleh […]

  • Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025 | 23:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pemalang resmi membatalkan kegiatan Pemalang Inspiring Teacher yang sebelumnya direncanakan akan digelar oleh pihak ketiga. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Pemalang, Ismun Hadiyo, pada Selasa malam (2/9/2025) di depan Pendopo Kabupaten Pemalang. Ismun menjelaskan, keputusan pembatalan diambil setelah muncul keresahan dari sejumlah guru dan […]

  • Produsen Batik di Jateng Terbesar se – Indonesia, Wagub Dorong UMKM Go Global

    Produsen Batik di Jateng Terbesar se – Indonesia, Wagub Dorong UMKM Go Global

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025 | 17:05 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin mengatakan, Jawa Tengah telah membuktikan diri sebagai provinsi dengan produk kerajinan yang unggul, dibanding provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah produsen batik di Jateng sebanyak 2.229 unit. Itu tercatat sebagai pusat produksi terbesar di Indonesia. Dibandingkan […]

  • Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

    Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025 | 07:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, sudah melakukan langkah strategis dalam menangani polemik tambang di lereng Gunung Slamet Kabupaten Banyumas. Ia memastikan, kepentingan masyarakat dan evaluasi dampak kerusakan lahan akan menjadi pertimbangan utama. “Sudah kita tindak lanjuti,” kata Ahmad Luthfi kepada awak media saat di Kota Surakarta, Jumat, 12 Desember 2025. Ia […]

  • Abon Pepaya hingga Kopi Luwak Liberica, Ramaikan Hari Desa Nasional di Boyolali

    Abon Pepaya hingga Kopi Luwak Liberica, Ramaikan Hari Desa Nasional di Boyolali

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026 | 15:34 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Beragam produk unggulan desa dari berbagai daerah meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa, dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026. Mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal langka. Sekretaris TP PKK Boyolali, Mindaryati, menyebut […]

expand_less