Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026 | 13:48 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Granada, Lantai 7 Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung.

Seminar menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama. Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina, Prof. Dr. Ahmad Badawi Saluy, dan dimoderatori oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Didik J. Rachbini.

Dalam pemaparannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan hubungan yang erat antara krisis ekonomi dan perubahan politik. Menurutnya, gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering kali berkembang menjadi krisis politik yang berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

“Krisis ekonomi selalu ada kaitannya dengan politik. Bung Karno turun karena krisis ekonomi yang kemudian berkembang menjadi krisis politik. Harga beras naik, BBM naik, orang melakukan demonstrasi, lalu muncul berbagai gejolak politik. Pak Harto juga demikian saat krisis 1998 hingga akhirnya turun setelah memimpin selama 32 tahun,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menjelaskan bahwa salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi krisis adalah kondisi nilai tukar rupiah. Menurutnya, nilai mata uang sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi nasional. “Mata uang itu soal supply dan demand. Banyak orang menyimpan dolar Amerika Serikat karena tidak percaya kepada rupiah. Semakin banyak orang menyimpan dolar, maka nilai rupiah akan semakin turun,” katanya.

Selain nilai tukar, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya memahami kondisi pasar secara lebih komprehensif. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak dapat diukur hanya dari ramainya pusat-pusat perbelanjaan.

“Pasar itu ada dua, yaitu pasar modal dan pasar riil. Orang sering mengatakan mal masih ramai sehingga ekonomi dianggap baik-baik saja. Padahal orang datang ke mal belum tentu untuk berbelanja, bisa saja hanya mencari tempat yang nyaman atau ber-AC. Yang harus dilihat adalah bagaimana daya beli masyarakat di pasar riil,” jelasnya.

Menurut Jusuf Kalla, melemahnya pasar modal saat ini juga menunjukkan adanya persoalan kepercayaan investor. Investor hanya akan menanamkan modal apabila memiliki keyakinan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Surajaya Jadi Sasaran Pembangunan Infrastruktur TMMD Tahap 1

    Desa Surajaya Jadi Sasaran Pembangunan Infrastruktur TMMD Tahap 1

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026 | 23:14 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dusun Kemamang Desa Surajaya Kecamatan Pemalang menjadi sasaran utama program pembangunan infrastruktur pada pelaksanaan operasi TMMD Sengkuyung Tahap I tahun anggaran 2026. Pembangunan infrastruktur yang akan dikerjakan meliputi membangun ulang mengaspal jalan kurang lebih 1,362 meter lebar 2,8 meter, kemudian pembangunan talud 2 titik yakni talud pertama panjang10 meter lebar 0,35 meter […]

  • Kiyai Suradi Ulama Kab Pekalongan Yasinan dan ajak Warga Jaga Kerukunan Menuju Pilkada 2024 Aman dan Damai

    Kiyai Suradi Ulama Kab Pekalongan Yasinan dan ajak Warga Jaga Kerukunan Menuju Pilkada 2024 Aman dan Damai

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024 | 22:39 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Warga Wagean Kec Wonopringgo Kab Pekalongan di rumah salah satu warga Bapak Khairul di selenggarakan Doa Bersama dan Yasinan yang bertujuan agar hajat pemerintah Pilkada 2024 di Jawa Tengah yang aman dan damai. Minggu (24/11/2024) malam. Hadir dalam acara tersebut adalah warga desa kurang lebih sebanyak 100 orang, dengan di isi oleh […]

  • SPPG Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penyerapan Tenaga Kerja

    SPPG Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penyerapan Tenaga Kerja

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026 | 16:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, keberadaan Sentra Pangan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan dampak yang signifika terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Ia mengungkapkan hal tersebut saat membuka SPPG 02 Pemalang Comal Kauman yang berlokasi di Desa Kauman, Kecamatan Comal, Selasa (6/12/2025). Menurut Nurkholes, kebeberadaan dapur SPPG itu merupakan upaya pemerintah Pemerintah […]

  • Maulid Nabi SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan Bersama KH Imam Qurtubi

    Maulid Nabi SMK Islam Al Khoiriyah Petarukan Bersama KH Imam Qurtubi

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024 | 10:49 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar
  • APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024 | 16:13 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dua orang Warga Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Pemalang, Jawa Tengah mengalami kecelakaan dan ambruk dari sepeda motornya setelah tertimpa baliho alat peraga kampanye (APK) calon Bupati Wakil Bupati Pemalang, Jumat, (25/10/2024). Peristiwa itu terjadi saat korban melintas di jalan raya Comal-Bodeh pada Kamis, (24/10/2024) sekitar jam 11.00 WIB. Salah satu korban Yerni […]

  • Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia

    Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026 | 05:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global. Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. “Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. […]

expand_less