usuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan besar dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya adalah ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional. “Kalau El Nino berlangsung selama tujuh bulan, produksi padi bisa menurun. Kita harus mengimpor pangan dan tentu membutuhkan dana yang besar. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti potensi krisis kelistrikan akibat minimnya pembangunan infrastruktur energi dalam beberapa tahun terakhir, serta meningkatnya beban subsidi yang dapat semakin membebani keuangan negara apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.
Menutup pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, dampak konflik global seperti perang di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dunia. Kedua, tingginya beban utang negara yang menyebabkan kewajiban pembayaran bunga terus meningkat. Ketiga, pentingnya manajemen krisis yang efektif melalui pengendalian defisit anggaran dan pengurangan pengeluaran yang tidak produktif.
“Manajemen krisis harus dilakukan dengan mengurangi utang melalui pengendalian defisit APBN. Semua pengeluaran yang tidak produktif perlu dikurangi atau dihapus agar ekonomi dapat lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.*
- Penulis: Fahroji

