Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat

Wamendagri Bima Arya: Kepemimpinan Harus Berlandaskan Nilai, Mencicil Harapan, dan Merawat Dukungan Masyarakat

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026 | 11:15 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALNG – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ph.D. menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknokratis atau kecakapan politik, tetapi terutama oleh kuatnya ideologi, nilai, dan keberpihakan yang menjadi dasar setiap pengambilan keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Bima Arya dalam Seminar dan Bedah Buku “Babad Alas” yang diselenggarakan di Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Kamis (11/6). Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Paramadina beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan berbagai kalangan yang antusias mengikuti refleksi kepemimpinan yang disampaikan mantan Wali Kota Bogor dua periode tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bima membagikan perjalanan hidupnya sejak menjadi dosen di Universitas Paramadina, berkarier sebagai konsultan dan pengamat politik, hingga akhirnya memutuskan meninggalkan zona nyaman untuk maju sebagai Wali Kota Bogor.

Menurutnya, keputusan tersebut lahir dari kegelisahan pribadi mengenai makna kebermanfaatan hidup di tengah kenyamanan profesi yang telah dijalaninya.

“Karena saya ingat nasihat bapak saya, ‘Khoirunnas anfa’uhum linnas’, menjadi manusia itu harus berarti. Dan saya merasa ini arti saya kalau ngomong doang di kampus ngapain? Bicara aja di seminar ngapain? Apa yang harus saya lakukan untuk kota saya tercinta?” ungkap Bima.

Ia mengakui bahwa meninggalkan profesi sebagai dosen dan konsultan politik merupakan keputusan penuh risiko. Namun, menurutnya, kepemimpinan selalu menuntut keberanian keluar dari zona nyaman.

“Life begins at the end of comfort zone. Karena udah nyaman banget jadi pengamat politik. Tapi ya itu sudah nyaman, lalu ngapain?” katanya.
Bima menjelaskan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah dirinya memenangkan Pilkada Kota Bogor. Memimpin birokrasi dan menghadapi beragam kepentingan yang saling bertabrakan jauh lebih sulit dibandingkan memenangkan kontestasi politik.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa seorang pemimpin tidak dapat menghadapi semua persoalan dengan pendekatan konfrontatif. Ia mengibaratkan proses tersebut dengan filosofi “babad alas” dalam kisah pewayangan, di mana seorang pemimpin harus mampu memilih strategi terbaik tanpa menciptakan terlalu banyak permusuhan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025 | 23:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pemalang resmi membatalkan kegiatan Pemalang Inspiring Teacher yang sebelumnya direncanakan akan digelar oleh pihak ketiga. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Pemalang, Ismun Hadiyo, pada Selasa malam (2/9/2025) di depan Pendopo Kabupaten Pemalang. Ismun menjelaskan, keputusan pembatalan diambil setelah muncul keresahan dari sejumlah guru dan […]

  • Kondisi Pasar Randudongkal Kurang Aman, Anggota Komisi VI DPR RI Desak Kementerian untuk Segera Merenovasi

    Kondisi Pasar Randudongkal Kurang Aman, Anggota Komisi VI DPR RI Desak Kementerian untuk Segera Merenovasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025 | 15:06 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier menilai kontruksi bangunan Pasar Randudongkal, Pemalang sudah tidak aman untuk para pedagang maupun pengunjung. Melihat kondisi tersebut Rizal akan mendesak Kementerian Perdagangan untuk meninjau, sekaligus menghitung berapa keperluan untuk biaya renovasi. “Saya akan mendesak Kementerian Perdagangan untuk segera melakukan tinjauan dan sekaligus renovasi sesuai dengan […]

  • Masyarakat Diminta Hati-hati dalam Memilih Makanan, Kenali Pangan yang Mengandung Bahabn Berbahaya di Pasara 

    Masyarakat Diminta Hati-hati dalam Memilih Makanan, Kenali Pangan yang Mengandung Bahabn Berbahaya di Pasara 

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024 | 08:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Mengingat ditemukannya makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya, seperti boraks dan pewarna rhodamin, masyarakat Kota Pekalongan diminta lebih hati-hati dan cerdas dalam memilih makanan, Kamis (28/3/2024). Informasi itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Pekalongan, melalui Sanitarian Muda, Maysaroh, saat dikonfirmasi pada Selasa (26/3/2024). Menurutnya, temuan tersebut merupakan hasil uji keamanan pangan yang diselenggarakan Dinkes […]

  • Tanam Pohon Warnai Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 451

    Tanam Pohon Warnai Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 451

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026 | 17:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Pemalang ke 451, Forkopimda bersama masyarakat melakukan giat penanaman pohon serentak di sejumlah wilayah, Rabu (21/1/2026). Adapun wilayah yang dijadikan area penanaman yaitu, halaman PT. Long Well International, Masjid Al Munawaroh Banjardawa, Lapangan Desa Pedurungan, SMP Negeri 1 Petarukan dan SMA Negeri 2 Pemalang. Ditemui usai […]

  • Dulu Retak Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

    Dulu Retak Bergelombang, Kini Jalan Mulus Terbentang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025 | 23:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panas belum sepenuhnya terik ketika kendaraan kembali melaju di ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Banyumas. Jalan yang dulu kerap dikeluhankan warga lantaran retak, bergelombang, bahkan berlubang, kini terasa lebih bersahabat. Aspal hitam mengilap, marka jalan jelas terbaca. Di titik-titik yang biasa menjadi “ujian kesabaran”, roda kendaraan kini berputar lebih mulus. Sepuluh bulan sejak Ahmad […]

  • Bupati Pemalang Resmikan TPST 3R dan Kebun Sayur Organik di Desa Pedurungan

    Bupati Pemalang Resmikan TPST 3R dan Kebun Sayur Organik di Desa Pedurungan

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024 | 17:28 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini sedang menginisiasi program sampahku selesai di desa untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Pemalang, Minggu (8/9/2024). Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan, program sampahku selesai di desa itu artinya setiap desa di Pemalang memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). “Saya harap di setiap Desa yang ada di Kabupaten […]

expand_less