Dukung Program Swasembada Presiden, Jateng Siap Melompat Salip Provinsi Lain
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Provinsi Jawa Tengah siap ‘melompati’ daerah lain di Pulau Jawa, dalam hal penyediaan beras, pada tahun 2026. Hal itu didasarkan atas catatan surplus pada tahun 2025.
“Dengan hasil yang sudah dicapai pada tahun 2025, Jawa Tengah siap melompat, kalau posisinya terus seperti saat ini, sangat mungkin melampui Jawa Barat dan Jawa Timur, jadi nomor satu nanti,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares.
Hal itu disampaikan Frans, sapaan akrabnya, usai mengikuti secara daring, acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subiyanto, di Lantai 2 Gedung A Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 7 Januari 2026. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, bersama Forkopimda dan OPD terkait.
Jawa Tengah, kata Frans, telah menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Diperkirakan, pada tahun 2026, akan ada peningkatan signifikan sebesar 5,5 % dibandingkan tahun 2025.
“Secara kebutuhan pun, komoditas kita sudah lebih tinggi daripada yang dibutuhkan,” katanya.
Surplus itu dialami hampir seluruh komoditas pangan, yang menjadi target indikator utama di Dinas Pertanian dan Perkebunan.
Terdapat sembilan komoditas yang menjadi indikator utama dinas yakni, padi, jagung, cabe, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao, dan kedelai.
Dari produksi sembilan komoditas ini di Jawa Tengah, hanya kedelai yang tidak terpenuhi kebutuhannya. Meskipun demikian, angka produksinya tetap tertinggi di Indonesia.
- Penulis: Fahroji




