Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Lintas Daerah » Ketika Surya Menjadi Tenaga, Asa Baru di Kepungan Rob Sayung

Ketika Surya Menjadi Tenaga, Asa Baru di Kepungan Rob Sayung

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026 | 06:59 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Siang pada 31 Desember 2025, di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Di tengah kawasan pesisir yang bertahun-tahun bergulat dengan rob, sebuah pompa berdiri sebagai simbol ikhtiar baru: Pompa Air Tenaga Surya (PATS).

PATS Sayung ini baru saja diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen. Ada satu pesan sederhana namun tegas, penanganan rob tak lagi mengandalkan cara lama yang mahal dan boros energi.

“Kalau hanya pompa, itu solusi pertama. Tapi kita juga harus berpikir jangka panjang,” ujar Ahmad Luthfi.

Panel-panel surya sudah dicoba dua hari lalu. Tak berbunyi, tak berasap. Hanya cahaya matahari yang jatuh perlahan di permukaannya, lalu diubah menjadi energi yang menggerakkan pompa air di bawah sana.

Pompa yang diresmikan itu bukan pompa biasa. Ia bekerja dengan sistem hibrid yang mengandalkan energi matahari di siang hari dan otomatis beralih ke listrik saat malam atau cuaca mendung. Matahari sebagai sumber daya utama. Panel surya menangkap sinar matahari dan mengonversinya menjadi listrik arus searah.

Energi inilah yang kemudian dialirkan ke inverter atau langsung ke motor pompa, tergantung pada sistem yang digunakan. Saat matahari kian tinggi, listrik yang dihasilkan pun semakin kuat, dan pompa bekerja lebih optimal mengalirkan air. Tanpa perlu sakelar manual, tanpa ketergantungan pada solar berbahan bakar minyak yang selama ini menjadi beban anggaran.

Air yang dipompa bisa berasal dari sungai, saluran, atau genangan rob. Ia didorong naik melalui pipa, lalu dialirkan ke lahan pertanian, kolam penampung, atau langsung ke saluran pembuangan. Tanpa bahan bakar, tanpa ketergantungan pada listrik jaringan. Pompa ini bekerja mengikuti ritme alam, aktif saat matahari bersinar, berhenti ketika senja tiba.

Di situlah keistimewaannya. Pompa air tenaga surya bukan sekadar mesin, melainkan cara baru berdamai dengan lingkungan. Ia mengandalkan energi yang tersedia setiap hari, memangkas biaya operasional, dan memberi solusi berkelanjutan bagi wilayah yang kerap kekurangan air atau dilanda genangan. Saat matahari terbit, harapan ikut mengalir bersama air yang bergerak pelan namun pasti.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    Orasi Ilmiah di Undaris, Sekda Ingatkan Mahasiswa Baru ‘Jo Kawin Bocah’

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025 | 04:28 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno berpesan kepada para mahasiswa baru, agar fokus belajar, dan tidak terburu-buru untuk menikah (Jo Kawin Bocah) sebelum selesai kuliah. Hal itu mengingat, cita-cita meraih generasi emas 2045 harus dibangun dengan SDM yang unggul melalui pendidikan, penguatan karakter, dan peningkatan daya saing. “Sejalan dengan program Pemprov Jateng […]

  • CJIBF 2026, Gubernur Luthfi Target Investasi Hijau dan 12 Kawasan Industri Baru

    CJIBF 2026, Gubernur Luthfi Target Investasi Hijau dan 12 Kawasan Industri Baru

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026 | 17:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas memperkuat investasi dan industri hijau melalui pembukaan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026. Forum investasi tahunan itu dibuka langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, […]

  • Soal Dugaan Korupsi Bansos PKH BPNT di Ulujami, Akhirnya Pihak BNI Serahkan Data ke Penyidik Polres Pemalang

    Soal Dugaan Korupsi Bansos PKH BPNT di Ulujami, Akhirnya Pihak BNI Serahkan Data ke Penyidik Polres Pemalang

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026 | 19:28 WIB
    • account_circle Rizqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) PKH BPNT di Desa Pesantren dan Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang terkuak usai pihak bank penyalur, BNI, menyerahkan data dan dokumen ke aparat penegak hukum. Pihak BNI menyerahkan enam dari total delapan data dan dokumen yang dibutuhkan oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Pemalang […]

  • Polres Purbalingga Berhasil Amankan 4 Orang Tersangka Pelaku Pembunuhan

    Polres Purbalingga Berhasil Amankan 4 Orang Tersangka Pelaku Pembunuhan

    • calendar_month Jumat, 8 Mar 2024 | 22:37 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh 4 orang tersangka, Jumat (8/3/2024). Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Aris Setiyanto mengatakan, kasus pembunuhan berawal dari penemuan sesosok mayat di Sungai Serayu, Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingg pada Minggu 18 Februari 2024 lalu. “Mayat saat ditemukan dalam kondisi terikat tali tambang pada […]

  • Bupati Anom Hadiri Rakor Forkopimda Jateng Bahas Kondusifitas Natal dan Tahun Baru

    Bupati Anom Hadiri Rakor Forkopimda Jateng Bahas Kondusifitas Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025 | 23:50 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Forkopimda kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, serta OPD terkait menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah. Forum tersebut dalam rangka penguatan kondusifitas daerah menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rakor dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi […]

  • Kontroversi Mutasi Sekda Pemalang, Praktisi Hukum Sebut Potensi Cacat Administratif dan Langgar Asas Meritokrasi

    Kontroversi Mutasi Sekda Pemalang, Praktisi Hukum Sebut Potensi Cacat Administratif dan Langgar Asas Meritokrasi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025 | 21:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALAMG – Mutasi Sekretaris Daerah (Sekda) Heriyanto ke jabatan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan yang dilakukan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro pada Senin (6/10/2025) menjadi sorotan di kalangan ahli hukum. Langkah yang diklaim sebagai rotasi ini dinilai berpotensi cacat hukum administratif dan melanggar prinsip dasar manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Praktisi hukum dan […]

expand_less