Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 | 16:15 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG — The Lead Institute Universitas Paramadina kembali menggelar seri “Kajian Filsafat & Agama 2026” bertajuk Madzhab Frankfurt vs “Madzhab” Paramadina dengan tema “Manusia di Zaman Edan”.

Edisi ketiga yang dipandu Peneliti The Lead Institute Dida Darul Ulum pada Senin (6/7) malam membandingkan kritik Herbert Marcuse (1898–1979) tentang Manusia Satu Dimensi dengan gagasan Nurcholish Madjid atau Cak Nur (1939–2005) mengenai manusia sebagai khalifatullah atau perwakilan Tuhan.

Budaya kejar untung atau kapitalisme dan derasnya arus informasi dinilai membuat masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam kebudayaan Jawa, fenomena kemunduran ini kerap disebut sebagai “zaman edan”, istilah yang dipopulerkan pujangga besar dari Keraton Surakarta, Raden Ngabehi Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha (1860). Kalatidha berarti zaman keraguan atau masa suram saat nilai-nilai luhur tidak lagi dihargai.

Saat serat ini dikarang, Ronggowarsito melihat kebingungan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial, politik & budaya yang cepat terutama akibat tekanan penjajahan dan melemahnya tatanan tradisional Jawa.

Membuka diskusi, Rektor Universitas Paramadina Prof. Dr. Didik J. Rachbini menegaskan pentingnya kajian filsafat di tengah kondisi tersebut.

“Di tengah derasnya arus informasi dewasa ini di mana pemikiran filsafat semakin terpinggirkan, kajian filsafat menjadi sangat penting sebagai olah fikir, exercise dalam menalar guna menemukan kebenaran sejati,” ujar Didik.

Ketua The Lead Institute Dr. phil. Suratno Muchoeri, alumnus Goethe-Universität Frankfurt, membuka diskusi dengan mengutip filosofi Jawa: “Zaman Edan, Yen Ora Edan Ora Keduman, Nanging sak bejo-bejone wong edan, isih luwih bejo wong kang eling lan waspodo”. Pepeling (nasihat) tersebut memiliki makna, “seberuntung-beruntungnya orang yang ikut arus kegilaan zaman, akan lebih beruntung orang yang tetap ingat dan waspada.”

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Blendung Pemalang Langganan Banjir Rob, Bupati Anom Minta Dukungan Menteri untuk Mengatasi

    Desa Blendung Pemalang Langganan Banjir Rob, Bupati Anom Minta Dukungan Menteri untuk Mengatasi

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025 | 22:20 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama wakilnya Nurkholes meninjau desa terdampak banjir rob di Kecamata Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (24/5/2025). Tinjauan itu dilakukan di Desa Blendung, desa yang selalu terdampak banjir rob di wilayah Kecamatan Ulujami. Sejak tahun 2019 Desa Blendung terdampak banjir rob yang diakibatkan abrasi. Tanah yang terkikis membuat […]

  • Dinsos bersama BPKB Siapkan Kedai Gratis Bagi Warga Terdampak Bencana di Pulosari

    Dinsos bersama BPKB Siapkan Kedai Gratis Bagi Warga Terdampak Bencana di Pulosari

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026 | 23:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dinas Sosial Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan Forum Genre Kabupaten Pemalang dan Ikatan Penyuluh KB Pulosari sediakan kedai gratis untuk para pengungsi terdampak bencana serta relawan di Kantor Kecamatan Pulosari, Rabu (28/1/2026). Andi Rizki dari BPKB Pulosari mengatakan, kedai gratis yang di buka selama 24 […]

  • Napak Tilas Kemerdekaan, Wagub Jateng Taj Yasin Gowes Bareng PWNU dan Anshor Jawa Tengah

    Napak Tilas Kemerdekaan, Wagub Jateng Taj Yasin Gowes Bareng PWNU dan Anshor Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025 | 21:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Udara pagi Kota Semarang, Sabtu 16 Agustus 2025, terasa berbeda. Ratusan pesepeda berkaos putih-hijau memadati halaman Kantor PWNU Jawa Tengah. Dengan semangat kebersamaan, mereka mengayuh pedal menempuh rute yang sarat makna sejarah perjuangan kemerdekaan. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, di antara rombongan turut gowes menelusuri jalan-jalan legendaris Semarang. Start dari Kantor […]

  • Tontowi ahmadliliyana natsir

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Sabet Gelar Juara Dunia Kedua

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017 | 14:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, Senin (28/8/2017) WIB. Owi/Butet mengalahkan pasangan asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 15-21, 21-16, 21-15. Ini menjadi gelar juara dunia bulu tangkis kedua bagi Tontowi/Liliyana. Penempatan bola yang mereka lakukan beberapa kali sukses mengelabui Tontowi/Liliyana.

  • Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025 | 12:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta guru besar Hukum Tata Negara Mahfud MD melapor soal dugaan mark up Whoosh. Mahfud MD menyampaikan hal itu dalam akun X @mohmahfudmd resminya yang diposting pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Ia menyebutkan bahwa dirinya diminta melaporkan oleh KPK soal dugaan mark up Whoosh ini, ia menilainya aneh. […]

  • Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    Dinas Pendidikan Pemalang Batalkan Kegiatan Inspiring Teacher

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025 | 23:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pemalang resmi membatalkan kegiatan Pemalang Inspiring Teacher yang sebelumnya direncanakan akan digelar oleh pihak ketiga. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disdikbud Pemalang, Ismun Hadiyo, pada Selasa malam (2/9/2025) di depan Pendopo Kabupaten Pemalang. Ismun menjelaskan, keputusan pembatalan diambil setelah muncul keresahan dari sejumlah guru dan […]

expand_less