Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

Manusia Di Zaman Edan: Lead Institute Paramadina Bahas Kritik & Ide Filosofis Herbert Marcuse & Cak Nur

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 | 16:15 WIB
  • print Cetak

Narasumber tamu, Dr. phil. Fitzerald Kennedy Sitorus, dosen filsafat Universitas Pelita Harapan yang juga alumnus Goethe-Universität Frankfurt, memaparkan kritik Marcuse terhadap budaya kejar untung dan gengsi yang mendominasi kehidupan modern. Dalam masyarakat kapitalisme dewasa ini, masyarakat menjadi budak industri dan konsumsi.

Manusia merasa dirinya bebas dan nikmat, tetapi di saat yang sama mereka hanya menjadi pasar industri yang berkolaborasi dengan algoritma media digital.

“Promosi iklan yang merupakan soko guru kapitalisme, menanamkan kebutuhan-kebutuhan palsu ke dalam diri individu. Pola hidup masyarakat modern saat ini sejatinya bukan otonomi, melainkan cenderung dimanipulasi dengan kebebasan-kebebasan semu,” tuturnya.

Fitzerald juga menyoroti konsep “toleransi represif” (repressive tolerance) Marcuse, yakni bentuk penindasan yang justru memberi ruang bagi kelompok tertindas untuk protes, namun protes tersebut justru memperkuat sistem yang dikritik.

Kritik Marcuse ini menggambarkan manusia modern yang terjebak dalam sistem tanpa jalan keluar. Berangkat dari titik buntu itu, Suratno Muchoeri menawarkan neo-sufisme sebagai salah satu jalan yang memadukan spiritualitas batin dengan syariat Islam, sekaligus mendorong umat tetap terlibat aktif dalam realitas sosial.

Suratno lebih lanjut memaparkan konsep manusia sebagai khalifatullah dari pemikir Islam Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Berbeda dari Marcuse yang lebih banyak melihat sisi kelam hidup manusia, Cak Nur melihatnya dari sisi spiritual. Keberadan manusia di alam semesta, kata Suratno, tidak berdiri sendiri, tapi terhubung dengan Tuhan.

“Cak Nur merujuk pada konsep tauhid dalam teologi Islam, khususnya kisah penciptaan Nabi Adam, sebagaimana dituliskan dalam Al-Qur’an,” jelas Suratno.

Suratno menambahkan, peran kekhalifahan tersebut pada akhirnya membawa konsekuensi moral bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, sehingga harus berhati-hati dalam setiap perbuatan di dunia.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pemalang Berlangsung Khidmat

    Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pemalang Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025 | 21:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Kabupaten Pemalang berlangsung dengan khidmat. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam acara yang digelar di halaman pendopo pemkab setempat, Rabu (1/10/2025). Upacara tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota TNI/Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, dan organisasi masyarakat. Suasana khidmat terasa saat […]

  • Tuntas 100 Persen, Hasil TMMD Sengkuyung Tahap I Pemalang Resmi Diserahkan

    Tuntas 100 Persen, Hasil TMMD Sengkuyung Tahap I Pemalang Resmi Diserahkan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026 | 11:31 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Pemalang resmi ditutup pada Rabu (11/3/2026). Penutupan ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan naskah hasil program oleh Wakil Bupati Nurkholes bersama Dansatgas TMMD Letkol Inf. Muhammad Arif di Lapangan Dusun Kemangmang, Desa Surajaya. Dalam upacara tersebut, Letkol Inf. Muhammad […]

  • Ugimba Menghadapi Tantangan Geografis dan Keterbatasan Kehadiran Negara

    Ugimba Menghadapi Tantangan Geografis dan Keterbatasan Kehadiran Negara

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026 | 18:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Setiap langkah patroli menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan, melindungi masyarakat, serta menghadirkan rasa aman hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran prajurit setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kehadiran aparat keamanan. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali ruang interaksi antara masyarakat […]

  • Gebrakan Digital Pemalang! DPRD dan Wabup ‘Geruduk’ Jakarta Demi Modernisasi Swara Widuri

    Gebrakan Digital Pemalang! DPRD dan Wabup ‘Geruduk’ Jakarta Demi Modernisasi Swara Widuri

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026 | 22:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Duet Maut Eksekutif & Legislatif Ketua Komisi A DPRD Pemalang, Fahmi Hakim, menyebut kehadiran bareng ini adalah bukti keseriusan pemerintah daerah. “Ini bentuk dukungan total untuk keterbukaan informasi. Swara Widuri harus jadi kanal resmi yang profesional dan terstruktur di era digital,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Diskominfo Pemalang, Dian Ika Siswanti, memberi sinyal hijau terkait peluang […]

  • Menteri Dikdasmen Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Pesantren ABK al-Walidah Ajibarang Banyumas

    Menteri Dikdasmen Lakukan Groundbreaking Pembangunan Gedung Pesantren ABK al-Walidah Ajibarang Banyumas

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025 | 08:08 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Suasana haru dan penuh semangat membalut pagi cerah di Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, pada Ahad (20/04/2025/21 Syawal 1446 H). Rombongan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., hadir untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) al-Walidah. Acara […]

  • Jelang Arus Mudik, Stasiun Batang Diperkirakan akan Ada Peningkatan Hingga 70 Persen

    Jelang Arus Mudik, Stasiun Batang Diperkirakan akan Ada Peningkatan Hingga 70 Persen

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024 | 19:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Lha ini saya pulang ke Batang mau ziarah ke makam orang tua, di Proyonanggan. Saya memilih memakai kereta karena biayanya lebih murah, apalagi sejak ada stasiun di sini jadi lebih cepat, tidak perlu ke Pekalongan dulu,” pungkasnya. ***

expand_less