Bulan Dana PMI Pemalang 2026 Lampaui Target, Terkumpul Rp1,7 Miliar
- account_circle Fahroji
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi menutup kegiatan Bulan Dana PMI Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten pada Selasa (7/7/2026). Dalam laporan pertanggungjawaban tersebut, diumumkan bahwa penghimpunan dana berhasil mencapai Rp1.793.962.903,00.
Angka ini melampaui target awal sebesar Rp1,6 miliar, dengan persentase realisasi mencapai 112 persen. Ketua Panitia, Khaeron, menjelaskan bahwa pengumpulan dana ini dilakukan selama tiga bulan penuh, terhitung sejak 1 April hingga 30 Juni 2026. Keberhasilan ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat Pemalang dalam mendukung aksi kemanusiaan melalui PMI.
Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Dewan Kehormatan PMI, relawan, camat, kepala UPTD, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Bulan Dana PMI Tahun 2026.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Ia mengatakan bahwa PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk beramal sesuai kemampuan masing-masing.
“Kalau tidak memiliki dana, kita masih bisa mendonorkan darah. Kalau belum bisa donor darah, masih bisa menyumbangkan tenaga, aset, maupun semangat kebersamaan. Semua itu merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi sesama,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi kiprah PMI Kabupaten Pemalang yang terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan penanganan bencana, baik di wilayah Kabupaten Pemalang maupun dalam membantu penanganan bencana nasional. Ia mengajak seluruh relawan untuk terus menjaga semangat pengabdian dan tidak berhenti memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Selain itu, Anom menilai PMI memiliki peran strategis dalam membina generasi muda agar tumbuh sehat, peduli terhadap sesama, serta terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan gaya hidup yang tidak sehat. Menurutnya, edukasi sejak dini penting dilakukan agar ke depan tersedia generasi yang siap menjadi pendonor darah sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ia berharap PMI dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas di tingkat kecamatan dan desa. Dengan sinergi tersebut, program kemanusiaan diharapkan semakin nyata, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
- Penulis: Fahroji

