Minggu, 5 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026 merupakan sinyal serius terhadap kondisi sektor industri nasional. Menurutnya, melemahnya sektor manufaktur menjadi indikator bahwa industri Indonesia telah memasuki fase kontraksi yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Prof. Didik menjelaskan bahwa data PMI yang dirilis S&P Global mencerminkan kondisi sektor industri yang terus mengalami pelemahan. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal sebelumnya mencapai 5,61 persen, ia menilai capaian tersebut lebih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, sementara sektor industri justru terus mengalami penurunan.

“Keseluruhan keadaan ekonomi Indonesia bisa diprediksi atau bahkan dipotret dari satu indikator saja, yakni data PMI yang menurun bahkan nyungsep. Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50. Atau indikasi yang lebih luas bahwa sektor industri semakin lesu dari waktu ke waktu,” ujar Prof. Didik.

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Vietnam yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen. Menurutnya, keberhasilan Vietnam tidak terlepas dari kebijakan transformasi industri yang dijalankan secara konsisten selama dua hingga tiga dekade terakhir. Hasilnya, pada Juli 2026 Bank Dunia mengklasifikasikan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income country) dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sekitar US$4.970, melampaui ambang batas US$4.636.

Prof. Didik menilai sektor industri Indonesia selama ini tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten. Menurutnya, penurunan PMI manufaktur merupakan konsekuensi dari lemahnya kebijakan industri dan investasi, ditambah tekanan biaya akibat kondisi geopolitik global serta berbagai persoalan domestik.

“Dunia usaha tidak akan berinvestasi selama tidak ada kebijakan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet, dan insentif yang tidak memadai untuk menjadikan industri tumbuh pesat,” katanya.

Selain persoalan investasi, Prof. Didik juga menyoroti melemahnya daya beli masyarakat yang dinilai berkaitan erat dengan menyusutnya sektor industri dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja produktif. Ia menilai kondisi tersebut membentuk lingkaran persoalan yang hanya dapat diputus melalui transformasi struktur industri, deregulasi, dan debirokratisasi.

Menurutnya, Indonesia pernah berhasil menerapkan kebijakan serupa pada dekade 1980-an hingga 1990-an yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen dan pertumbuhan sektor industri mencapai 10–12 persen. Namun, kebijakan tersebut belum kembali diterapkan secara konsisten.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Magnitudo 6,5 di Tuban, Bangunan di 2 Kecamatan Rusak Berat

    Gempa Magnitudo 6,5 di Tuban, Bangunan di 2 Kecamatan Rusak Berat

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024 | 18:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,5 yang melanda Provinsi Jawa Timur, Jumat (22/3/2024) telah merusak dua bangunan di dua kecamatan, Kabupaten Tuban. Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, dua bangunan tersebut terdiri dari satu rumah warga di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, dan Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan. “Satu rumah warga ambruk bagian dapur, dan […]

  • Pupuk Bersubsidi di Jateng Diperkirakan Bisa Terserap Seluruhnya pada Desember 2024

    Pupuk Bersubsidi di Jateng Diperkirakan Bisa Terserap Seluruhnya pada Desember 2024

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024 | 09:22 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan serapan pupuk bersubsidi di Jawa Tengah hingga kini telah mencapai 60,23 persen dari alokasi sebanyak 1.688.884 ton pada 2024. Hal itu ia sampaikan saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada acara Rembuk Tani di Saloka Theme Park, Kabupaten Semarang, Jumat (22/11/2024). “Insyaallah pupuk […]

  • Pilkada Pemalang PKS Targetkan Kemenangan Paslon Mansur-Bobby Sebesar 56 Persen

    Pilkada Pemalang PKS Targetkan Kemenangan Paslon Mansur-Bobby Sebesar 56 Persen

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024 | 17:15 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suwarso mentargetkan kemenangan pasangan calon (paslon) Mansur Hidayat – Muhammad Bobby Dewantara sebesar 56 persen pada Pilkada Pemalang 2024. Hal demikian ia sampaikan usai mengantar paslon Mamsur-Bobby mengambil nomor urut di Kantor KPU Pemalang, Senin (23/9/2024). “Perhitungannya ialah dengan menggerakkan mesin partai dari ranting hingga tingkat […]

  • Milad ke-109 Aisyiyah Pemalang, Anom Widyantoro: Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Sinergi Membangun Daerah

    Milad ke-109 Aisyiyah Pemalang, Anom Widyantoro: Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Sinergi Membangun Daerah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Pemalang merayakan resepsi Milad ke-109 di Ruang Pandawa Hotel Winner pada Minggu (24/5/2026). Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum krusial untuk mempertegas komitmen dakwah kemanusiaan serta merefleksikan berbagai tantangan sosial yang tengah dihadapi masyarakat Pemalang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Pemalang […]

  • Program Manunggal Air Bersih, Kodim 0736/Batang Membangun Penampungan Air

    Program Manunggal Air Bersih, Kodim 0736/Batang Membangun Penampungan Air

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024 | 22:02 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Program TMMD anggota Satgas Kodim 0736/Batang intens mempercepat pengerjaan sasaran fisik tambahan, yakni program manunggal air, Rabu (7/8/2024). Program tersebut akan membangun penampungan air sebagai penyaring sebelum disalurkan ke warga. Dandim Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman mengatakn, dengan membuat sumur penampungan pastinya akan lebih bersih. Sebab, dari sumber mata air disaring […]

  • Libur Usai Operasi Lilin, Polres Pekalongan Tetap Siaga Jaga Ketat Lokasi Wisata

    Libur Usai Operasi Lilin, Polres Pekalongan Tetap Siaga Jaga Ketat Lokasi Wisata

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026 | 22:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Meski Operasi Lilin Candi 2025 secara resmi telah berakhir, Polres Pekalongan memastikan tidak akan mengendurkan pengamanan di titik-titik keramaian. Melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), korps berseragam cokelat ini tetap “tancap gas” menjaga objek wisata alam guna menjamin keamanan pengunjung, Sabtu (03/01/2026). Salah satu fokus utama patroli kali ini adalah Objek Wisata […]

expand_less