Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 | 14:58 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026 merupakan sinyal serius terhadap kondisi sektor industri nasional. Menurutnya, melemahnya sektor manufaktur menjadi indikator bahwa industri Indonesia telah memasuki fase kontraksi yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Prof. Didik menjelaskan bahwa data PMI yang dirilis S&P Global mencerminkan kondisi sektor industri yang terus mengalami pelemahan. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal sebelumnya mencapai 5,61 persen, ia menilai capaian tersebut lebih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, sementara sektor industri justru terus mengalami penurunan.

“Keseluruhan keadaan ekonomi Indonesia bisa diprediksi atau bahkan dipotret dari satu indikator saja, yakni data PMI yang menurun bahkan nyungsep. Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50. Atau indikasi yang lebih luas bahwa sektor industri semakin lesu dari waktu ke waktu,” ujar Prof. Didik.

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Vietnam yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen. Menurutnya, keberhasilan Vietnam tidak terlepas dari kebijakan transformasi industri yang dijalankan secara konsisten selama dua hingga tiga dekade terakhir. Hasilnya, pada Juli 2026 Bank Dunia mengklasifikasikan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income country) dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sekitar US$4.970, melampaui ambang batas US$4.636.

Prof. Didik menilai sektor industri Indonesia selama ini tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten. Menurutnya, penurunan PMI manufaktur merupakan konsekuensi dari lemahnya kebijakan industri dan investasi, ditambah tekanan biaya akibat kondisi geopolitik global serta berbagai persoalan domestik.

“Dunia usaha tidak akan berinvestasi selama tidak ada kebijakan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet, dan insentif yang tidak memadai untuk menjadikan industri tumbuh pesat,” katanya.

Selain persoalan investasi, Prof. Didik juga menyoroti melemahnya daya beli masyarakat yang dinilai berkaitan erat dengan menyusutnya sektor industri dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja produktif. Ia menilai kondisi tersebut membentuk lingkaran persoalan yang hanya dapat diputus melalui transformasi struktur industri, deregulasi, dan debirokratisasi.

Menurutnya, Indonesia pernah berhasil menerapkan kebijakan serupa pada dekade 1980-an hingga 1990-an yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen dan pertumbuhan sektor industri mencapai 10–12 persen. Namun, kebijakan tersebut belum kembali diterapkan secara konsisten.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fadia Arafiq: Cabai Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Pemerintah Siap Intervensi!

    Fadia Arafiq: Cabai Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Pemerintah Siap Intervensi!

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025 | 14:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forkopimda menggelar pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di UPTD Pasar Induk Kajen. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi kenaikan harga dan salah satu langkah pengendalian inflasi di wilayah tersebut, Rabu (10/12/2025). Hadir dalam pemantauan tersebut Bupati Pekalongan Hj. Fadia […]

  • Pemkab Pemalang Salurkan Bantuan Bagi Korban Pohon Tumbang

    Pemkab Pemalang Salurkan Bantuan Bagi Korban Pohon Tumbang

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025 | 09:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Musibah pohon tumbang yang terjadi saat pelaksanaan Shalat Ied Lebaran di Alun – alun Pemalang mengakibatkan belasan orang luka-luka dan tiga orang warga Kelurahan Pelutan meninggal dunia. Kejadian itu langsung mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten untuk menyalurkan santunan dan bantuan bagi korban. Melalui Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang, Noor […]

  • Mecari Bibit Unggul Taekwondo, Pemkab Pemalang Gelar Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024

    Mecari Bibit Unggul Taekwondo, Pemkab Pemalang Gelar Kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024 | 19:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Bupati Pemalang Mansur Hidayat membuka kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun 2024 yang digelar di GOR Kridanggo Pemalang, Sabtu (17/2/2024). Kejuaraan yang berlangsung sehari itu, diikuti oleh 229 orang atlet taekwondo dari berbagai kelompok umur pra kadet, kadet dan junior dengan kategori kyorugi dan poomsae. Dalam sambutan Mansur mengatakn, kejuaraan Taekwondo Bupati Cup Tahun […]

  • Pemerintah Lakukan Gerak Cepat Tangani Dampak Korban Gempa Bumi di NTT

    Pemerintah Lakukan Gerak Cepat Tangani Dampak Korban Gempa Bumi di NTT

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 | 16:02 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi kemarin. Tercatat per Minggu (16/8), tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bersiaga menyisir lokasi untuk mendata dan memverifikasi jumlah korban. “Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan […]

  • Kunjungi Pemalang, Gubernur Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Korban Banjir Bandang

    Kunjungi Pemalang, Gubernur Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Korban Banjir Bandang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026 | 12:28 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerahkan paket bantuan senilai ratusan juta rupiah untuk warga terdampak banjir bandang di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, di Posko Utama Siaga Bencana pada Jumat (30/01/2025). Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi: Dana penanganan banjir bandang: Rp290.506.121 Belanja Tidak […]

  • Diisukan di Media Sosial Bantuan Hanya untuk Satu Lokasi Banjir, Iwanudiin: Itu Tidak Benar

    Diisukan di Media Sosial Bantuan Hanya untuk Satu Lokasi Banjir, Iwanudiin: Itu Tidak Benar

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024 | 20:43 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat Bupati Brebes Iwanudiin Iskandar menegaskan pemberian bantuan dari kementrian Sosial RI dan Pj Gubernur Jawa Tengah bukan untuk satu lokasi banjir di Brebes. Hal itu disampaikan pada saat musyawarah bersama dengan para Kepala Desa dan Lurah di Balai Desa Krasak, Kecamatan Brebes pada Jumat (01/3/2024). “Terkait adanya komentar di media sosial masalah […]

expand_less