Sabtu, 11 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

Prof. Didik J. Rachbini: Penurunan PMI Manufaktur Jadi Alarm Melemahnya Industri Nasional

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 | 14:58 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia menjadi 46,9 pada Juni 2026 merupakan sinyal serius terhadap kondisi sektor industri nasional. Menurutnya, melemahnya sektor manufaktur menjadi indikator bahwa industri Indonesia telah memasuki fase kontraksi yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Prof. Didik menjelaskan bahwa data PMI yang dirilis S&P Global mencerminkan kondisi sektor industri yang terus mengalami pelemahan. Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal sebelumnya mencapai 5,61 persen, ia menilai capaian tersebut lebih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, sementara sektor industri justru terus mengalami penurunan.

“Keseluruhan keadaan ekonomi Indonesia bisa diprediksi atau bahkan dipotret dari satu indikator saja, yakni data PMI yang menurun bahkan nyungsep. Angka PMI ini merupakan indikasi sektor industri kita sakit lama dan sekarang masuk zona bahaya merah pada level indeks di bawah 50. Atau indikasi yang lebih luas bahwa sektor industri semakin lesu dari waktu ke waktu,” ujar Prof. Didik.

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Vietnam yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen. Menurutnya, keberhasilan Vietnam tidak terlepas dari kebijakan transformasi industri yang dijalankan secara konsisten selama dua hingga tiga dekade terakhir. Hasilnya, pada Juli 2026 Bank Dunia mengklasifikasikan Vietnam sebagai negara berpendapatan menengah atas (upper-middle-income country) dengan pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sekitar US$4.970, melampaui ambang batas US$4.636.

Prof. Didik menilai sektor industri Indonesia selama ini tidak memiliki arah kebijakan yang konsisten. Menurutnya, penurunan PMI manufaktur merupakan konsekuensi dari lemahnya kebijakan industri dan investasi, ditambah tekanan biaya akibat kondisi geopolitik global serta berbagai persoalan domestik.

“Dunia usaha tidak akan berinvestasi selama tidak ada kebijakan yang jelas, hambatan birokrasi yang ruwet, dan insentif yang tidak memadai untuk menjadikan industri tumbuh pesat,” katanya.

Selain persoalan investasi, Prof. Didik juga menyoroti melemahnya daya beli masyarakat yang dinilai berkaitan erat dengan menyusutnya sektor industri dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja produktif. Ia menilai kondisi tersebut membentuk lingkaran persoalan yang hanya dapat diputus melalui transformasi struktur industri, deregulasi, dan debirokratisasi.

Menurutnya, Indonesia pernah berhasil menerapkan kebijakan serupa pada dekade 1980-an hingga 1990-an yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen dan pertumbuhan sektor industri mencapai 10–12 persen. Namun, kebijakan tersebut belum kembali diterapkan secara konsisten.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengolahan Sampah se-Kecamatan Ulujami Menjadi Nominasi Usulan Kecamatan Ulujami

    Pengolahan Sampah se-Kecamatan Ulujami Menjadi Nominasi Usulan Kecamatan Ulujami

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024 | 10:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID, – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di pendopo kecamatan setempat, Selasa (5/3/2024). Camat Ulujami Muhibin mengatakan, hasil Musrenbang RKPD tahun 2025 Kecamatan Ulujami menyepakati 11 usulan fisik, 3 usulan non fisik, dan 1 usulan supra desa yang nantinya diusulkan pada Musrenbang tingkat kabupaten. Dari berbagai […]

  • Penampilan Deville Semarakkan Pembukaan POPDA Kota Pekalongan 2024

    Penampilan Deville Semarakkan Pembukaan POPDA Kota Pekalongan 2024

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024 | 10:18 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pekalongan Tahun 2024 yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, resmi dibuka, Kamis (17/10/2024). Penampilan deville dari masing-masing kontingen sekolah yang dilombakan ini tampak menyemarakkan pembukaan POPDA Kota Pekalongan di Lapangan Mataram Kota Pekalongan. Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono mengpresiasi atas penampilan […]

  • Secara Bertahap DPUPR Mulai Perbaiki Jalan Menuju Wisata

    Secara Bertahap DPUPR Mulai Perbaiki Jalan Menuju Wisata

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024 | 18:59 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang mulai memperbaiki infrastruktur jalan utama menuju destinasi wisata di Kabupaten Batang. Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan, DPUPR Batang Endro Suryono mengatakan, beberapa titik jalan yang berpotensi rawan kemacetan dan kecelakaan secara bertahap diperbaiki. Menurutnya, akses menuju obyek wisata menjadi perhatian DPUPR. Sebab, itu untuk […]

  • Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

    Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025 | 21:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kementerian Agama (Kemenag) hari ini menyelenggarakan Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1446 H/2025 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Berbeda dengan sebelumnya, soal Imtihan Wathani tahun ini ada yang ditulis dengan aksara pegon. Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan […]

  • Prof. Didik J. Rachbini: Ekosistem Pendidikan Tinggi Saat Ini Berpotensi Menggerus Keberlangsungan PTS

    Prof. Didik J. Rachbini: Ekosistem Pendidikan Tinggi Saat Ini Berpotensi Menggerus Keberlangsungan PTS

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 | 15:21 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menilai ekosistem dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini belum menciptakan persaingan yang adil antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Menurutnya, kebijakan penerimaan mahasiswa baru di PTN yang terus meningkat tanpa pengaturan yang proporsional telah memberikan tekanan besar terhadap […]

  • Sejumlah Pejabat dan ASN di Lingkungan Pemkab Pemalang Dirotasi

    Sejumlah Pejabat dan ASN di Lingkungan Pemkab Pemalang Dirotasi

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026 | 19:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro merotasi ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dan pada Jum’at, 2 Januari 2025, mereka dilantik dan diambil sumpah jabatan. Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pemalang dan pimpin oleh Anom Widiyantoro selaku bupati setempat. Ada pun jumlah PNS yang dilantik sebanyak 314 (tiga ratus empat belas) orang […]

expand_less