Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Speling Menyusur Desa, Menjemput Sehat Warga

Speling Menyusur Desa, Menjemput Sehat Warga

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025 | 23:05 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Bagi sebagian warga desa di Jawa Tengah, bertemu dokter spesialis dulunya adalah kemewahan. Jarak yang jauh, biaya yang tak sedikit, dan keterbatasan fasilitas kerap membuat keluhan kesehatan dipendam begitu saja.

Kini, cerita itu perlahan berubah sejak hadirnya Program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan kesehatan tidak lagi menunggu masyarakat datang ke rumah sakit.

Negara justru bergerak mendekat, menyapa warga hingga ke desa-desa. Speling hadir dengan satu prinsip sederhana: layanan kesehatan harus mudah dijangkau dan gratis.

Program yang diluncurkan pada Maret 2025 itu telah menjangkau seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menyebut hingga Desember 2025 Speling telah dilaksanakan lebih dari 876 kegiatan.

“Program Speling sudah menjangkau 748 desa, 388 kecamatan, dengan total sasaran mencapai 83.137 orang. Dan ini akan terus bergerak sampai akhir tahun. Masyarakat sangat mengharapkan program Pak Gubernur ini terus berlanjut sampai semua terlayani,” ujar Yunita, Selasa, 23 Desember 2025.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada warga yang kini bisa memeriksakan kesehatan tanpa rasa cemas memikirkan biaya. Ada lansia yang untuk pertama kalinya berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis, serta keluarga yang mulai memahami pentingnya deteksi dini penyakit.

Speling tak hanya membawa layanan pengobatan, tetapi juga pesan pencegahan. Edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari setiap kunjungan. Warga dikenalkan pada faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, serta didorong untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

“Makan harus bergizi seimbang, istirahat cukup, dan jangan stres. Pencegahan itu penting,” kata Yunita.

Pada awalnya, Speling dirancang untuk desa-desa miskin dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Namun, antusiasme masyarakat membuat program ini berkembang melampaui rencana awal.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan layanan di desa miskin dituntaskan terlebih dahulu, sebelum memperluas jangkauan ke lebih dari 8.559 desa dan kelurahan di seluruh provinsi.

“Banyak masyarakat desa yang menginginkan Speling hadir di wilayah mereka. Setelah desa miskin diselesaikan, program ini akan kami lanjutkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” jelas Yunita.

Keberhasilan Speling, menurut Yunita, tak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bekerja bersama dengan dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, DPRD, perguruan tinggi, hingga media.

“Kalau tidak ada kerja sama, program ini tidak akan efektif,” tegasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menilai, Speling sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik hingga ke tingkat desa. Menurutnya, pembangunan kesehatan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat.

“Di desa itu masyarakat kadang jarang tersentuh dokter, apalagi dokter spesialis. Maka melalui Speling, sasarannya jelas: masyarakat desa harus sehat,” kata Ahmad Luthfi. Ia meyakini, kesehatan desa akan menjadi fondasi kesehatan wilayah yang lebih luas.

“Kalau seluruh desa sehat, kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat, kabupatennya sehat. Kalau kabupatennya sehat, provinsinya juga sehat. Basisnya tetap dari desa,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Jawa Tengah itu, Speling harus dikerjakan secara gotong royong agar hasilnya tidak sekadar pengobatan sesaat, tetapi membentuk kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri.

“Sandang, pangan, dan papan itu cukup. Tapi kalau tidak sehat, tidak ada gunanya. Karena itu, kesehatan menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Kini, Speling menjelma lebih dari sekadar program layanan kesehatan. Ia menjadi simbol kehadiran negara yang mendengar dan menyapa. Di desa-desa Jawa Tengah, ketika dokter spesialis datang tanpa biaya, wajah kemanusiaan kebijakan publik menemukan maknanya. Kesehatan bukan lagi kemewahan, melainkan hak yang benar-benar dirasakan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Kembali Kirim Delapan Starlink ke Aceh Dukung Komunikasi Bencana

    Pemprov Jateng Kembali Kirim Delapan Starlink ke Aceh Dukung Komunikasi Bencana

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026 | 21:21 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan ke daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Kali ini, bantuan berupa delapan unit perangkat internet satelit Starlink dikirim untuk mendukung kebutuhan komunikasi dan informasi di lokasi bencana. Perangkat tersebut merupakan dukungan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah yang diserahkan kepada Pemprov Jateng, […]

  • Fasilitas Kesehatan di Jateng Siap Layani Pemudik, Wagub Tak Yasin Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit

    Fasilitas Kesehatan di Jateng Siap Layani Pemudik, Wagub Tak Yasin Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026 | 21:43 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Layanan kesehatan mudik lebaran 2026 juga sudah disiapkan dengan matang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Cek kesiapan kesehatan dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) di terminal Sukoharjo, Kamis 12 Maret 2026. Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub meminta kepada pengemudi maupun penumpang yang hendak perjalanan mudik bisa memastikan […]

  • Panglima TNI Apresiasi Dharma Pertiwi: Pilar Penting Kesejahteraan Keluarga Prajurit

    Panglima TNI Apresiasi Dharma Pertiwi: Pilar Penting Kesejahteraan Keluarga Prajurit

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025 | 08:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ny. Evi Agus Subiyanto, menghadiri Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Dharma Pertiwi yang mengusung tema “Dharma Pertiwi Bersinergi Menuju Keluarga TNI Unggul dan PRIMA”. Acara berlangsung di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (28/04/2025). Dalam […]

  • Dua Hari Ops Keselamatan, 230 Pengendara di Pekalongan Kena Tilang, 165 Lainnya Ditegur!

    Dua Hari Ops Keselamatan, 230 Pengendara di Pekalongan Kena Tilang, 165 Lainnya Ditegur!

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026 | 23:39 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Baru dua hari digelar, Operasi Keselamatan Candi 2026 di wilayah hukum Polres Pekalongan langsung “memanen” ratusan pelanggar lalu lintas. Tercatat, mulai dari tilang manual hingga kamera ETLE telah menjaring ratusan pengendara nakal yang masih membandel di jalanan. Data dari Satlantas Polres Pekalongan menunjukkan tren pelanggaran yang cukup masif pada awal operasi ini. […]

  • 752 Calhaj dari Pemalang Laksanakan Manasik Haji, Usia Tertua 84 Tahun dan Termuda 17 Tahun

    752 Calhaj dari Pemalang Laksanakan Manasik Haji, Usia Tertua 84 Tahun dan Termuda 17 Tahun

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026 | 12:16 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sebanyak 752 Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Pemalang, hari ini Rabu, (11/2/2026) mengikuti kegiatan manasik haji reguler tahun 1447 H / 2026. Mereka terdiri dari 334 laki -laki dan 418 perempuan satu orang diantaranya berusia 84 tahun 8 bulan atas nama Warsuni asal Tegalsari Timur Kecamatan Ampelgeding, sedangkan termuda atas nama Izzat Karimi Ramadhan […]

  • Jateng Minimarket Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Jadi Garda Depan

    Jateng Minimarket Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Jadi Garda Depan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026 | 16:13 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat sistem respons cepat menghadapi berbagai potensi bencana. Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan potensi bencana paling beragam di Indonesia. Gubernur Ahmad Luthfi meminta PMI harus menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat yang mampu bergerak cepat mulai tahap prabencana hingga pemulihan […]

expand_less