Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

  • account_circle Adm min
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026 | 07:54 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Teguh Eko Prasetyo*

Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan alasan efisiensi anggaran sejatinya bukan upaya menghemat demokrasi, melainkan menyederhanakannya dengan cara paling berbahaya: mengeluarkan rakyat dari proses pengambilan keputusan. Di balik bahasa teknokratis tentang biaya, tersembunyi pilihan politik mendasar tentang apakah negara masih menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Hak memilih pemimpin bukanlah fasilitas tambahan yang bisa dicabut demi penghematan. Ia adalah hak konstitusional warga negara. Mengorbankannya atas nama efisiensi berarti mempreteli demokrasi secara sistematis, bukan memperbaikinya.

Tingginya biaya politik tidak bersumber dari partisipasi rakyat, melainkan dari praktik politik yang tidak sehat: politik uang, mahar pencalonan, kampanye mahal, dan transaksi kekuasaan pascapemilu. Ironisnya, alih-alih membenahi problem ini, elite politik justru memilih jalan pintas dengan mengurangi peran rakyat.

Jika biaya benar-benar menjadi persoalan, solusi semestinya diarahkan pada perbaikan tata kelola pendanaan politik, transparansi kampanye, penegakan hukum pemilu, serta pendidikan politik bagi elite dan partai. Namun langkah-langkah ini menuntut komitmen dan perubahan perilaku, sesuatu yang jauh lebih sulit dibanding memindahkan pemilihan ke ruang tertutup DPRD.

Klaim bahwa pemilihan melalui DPRD lebih murah dan stabil juga patut dipertanyakan. Biaya politik tidak hilang, melainkan berpindah dari ruang publik yang bisa diawasi ke ruang lobi elite yang sulit dilacak. Uang tetap bekerja, tetapi tanpa kontrol rakyat.

Dalam mekanisme ini, kepala daerah lebih bergantung pada konfigurasi kekuatan partai di parlemen daripada mandat rakyat. Akuntabilitas pun bergeser dari publik ke elite politik, membuka ruang kompromi kekuasaan yang mengabaikan kepentingan warga.

Menyebut proses tersebut sebagai “pemilihan umum” menjadi problematis ketika rakyat sama sekali tidak dilibatkan. Demokrasi tanpa partisipasi publik hanya menyisakan prosedur hukum tanpa roh dan makna.

  • Penulis: Adm min

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satlantas Polres Pekalongan Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Pada Murid di SMP NU Kajen

    Satlantas Polres Pekalongan Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Pada Murid di SMP NU Kajen

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026 | 10:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Satlantas Polres Pekalongan intens dalam melakukan edukasi keselamatan berkendara di kalangan pelajar. Kali ini, giliran ratusan siswa-siswi SMP NU Kajen yang mendapatkan pembinaan khusus melalui program “Polisi Peduli Generasi Penerus Bangsa” dalam rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026, Senin (09/02/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMP NU Kajen ini disambut hangat oleh Kepala […]

  • Pesta yoga international

    Pesta Yoga Internasional Bakal Digelar di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017 | 14:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Namaste Festival 2017, gelaran pesta yoga internasional digelar di Hotel Sultan, Jakarta, 10-12 November 2017. Acara yang digelar untuk kali keempat ini, menargetkan 5 ribu pengunjung dari berbagai negara. Sponsornya adalah CIMB Niaga. Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan, Kamis (7/9/2017), mengatakan yoga merupakan media olahraga yang bisa menularkan banyak energi positif bagi masyarakat.

  • Jateng Usulkan Pengembangan Kota Lama Diintegrasikan dengan Lawang Sewu

    Jateng Usulkan Pengembangan Kota Lama Diintegrasikan dengan Lawang Sewu

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025 | 15:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengusulkan agar pengembangan wisata Kota Lama Semarang bisa diintegrasikan dengan Heritage Lawang Sewu. Caranya dengan melakukan penataan Jalan Inspeksi yang bisa menghubungkan dua destinasi tersebut. Apalagi, di antara dua destinasi tersebut banyak bangunan bersejarah maupun kampung-kampung tua yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. […]

  • Puncak Hari Anak ke 40, Bupati Tekankan Hak anak

    Puncak Hari Anak ke 40, Bupati Tekankan Hak anak

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024 | 13:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – Bupati Pemalang Mansur Hidayat didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Pemalang Shanti Rosalia, Perwakilan Forkopimda dan OPD terkait membuka puncak peringatan hari anak ke 40 Kabupaten Pemalang dan mengukuhkan Forum Anak, di Gedung RGP Pemalang, Kamis, (25/7/2024). Saat membuka acara orang nomor satu di jajaran pemerintah Kabupaten Pemalang tersebut menekankan kepedulian dan partisipasinya […]

  • Rizal Bawazier Himbau Masyarakat di Dapil Jateng X Adakan Sedekah Jum’at atau Minggu

    Rizal Bawazier Himbau Masyarakat di Dapil Jateng X Adakan Sedekah Jum’at atau Minggu

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025 | 16:26 WIB
    • account_circle Rizqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rizal Bawazier memberikan himbauan atau saran kepada masyarakat di dapil Jateng X yang meliputi Pemalang, Pekalongan, dan Batang untuk adakan sedekah. Himbauan itu disampaikan anggota DPR RI untuk dapil Jateng X, berlaku untuk semua warga masyarakat yang merasa berkecukupan. Baik muslim maupun non muslim. ”Untuk yang agama Islam bisa sedekah di hari […]

  • Nawal Arafah Yasin Minta Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat Perkuat Pembinaan Perempuan Penghafal Al-Qur’an

    Nawal Arafah Yasin Minta Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat Perkuat Pembinaan Perempuan Penghafal Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026 | 09:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pengurus Pusat Jami’iyyah Mudarasatil Qur’an lil Hafizhat (JMQH) yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meminta pengurus JMQH untuk terus memperkuat pembinaan bagi perempuan penghafal Al-Qur’an. Pesan itu disampaikan Nawal, sekaligus menjalankan program gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terkait Pesantren Obah, saat mengisi […]

expand_less