Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » aradigma Filsafat Pendidikan Islam dalam Membangun Integrasi Kurikulum di Eramodern

aradigma Filsafat Pendidikan Islam dalam Membangun Integrasi Kurikulum di Eramodern

  • account_circle Tuko Chaeron
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 | 17:17 WIB
  • print Cetak

Oleh : Rahmawati

Abstrak

Perkembangan globalisasi, digitalisasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pendidikan Islam dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual dan moral yang menjadi fondasi utamanya. Artikel ini bertujuan menganalisis paradigma filsafat pendidikan Islam dalam membangun integrasi kurikulum di era modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis terhadap buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memandang seluruh ilmu sebagai satu kesatuan yang bersumber dari Allah SWT sehingga tidak terdapat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Paradigma integratif dalam pendidikan Islam dapat diwujudkan melalui kurikulum berbasis tauhid, pembelajaran holistik, integrasi sains dan agama, serta pemanfaatan teknologi secara etis. Implementasi integrasi kurikulum di era modern memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan memiliki akhlak mulia. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam dapat menjadi landasan dalam membangun sistem pendidikan yang relevan terhadap perkembangan modernitas tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Kata Kunci: filsafat pendidikan Islam, integrasi kurikulum, pendidikan Islam modern, paradigma tauhid, pendidikan holistik.

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan instrumen penting dalam membangun kualitas manusia dan peradaban suatu bangsa. Di era modern, perkembangan teknologi, globalisasi budaya, dan transformasi digital telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk sistem pendidikan. Pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga dituntut mampu membentuk karakter, moral, dan kemampuan adaptif peserta didik terhadap perubahan zaman.

Dalam konteks pendidikan Islam, tantangan modernitas melahirkan persoalan mendasar berupa dikotomi ilmu antara ilmu agama dan ilmu umum. Dikotomi tersebut menyebabkan proses pendidikan berjalan secara parsial sehingga peserta didik sering kali mengalami ketimpangan antara kemampuan intelektual dan spiritual. Pendidikan modern cenderung menitikberatkan pada aspek rasional dan materialistik, sedangkan pendidikan agama lebih menekankan aspek normatif dan ritual. Akibatnya, pendidikan belum sepenuhnya mampu membentuk manusia yang utuh.

Padahal dalam perspektif Islam, ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan yang berasal dari Allah SWT. Konsep tauhid menjadi dasar utama dalam memandang hubungan antara ilmu agama dan ilmu umum. Oleh karena itu, filsafat pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membangun paradigma integrasi kurikulum yang mampu menghubungkan dimensi intelektual, spiritual, sosial, dan moral secara seimbang.

Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang baik (good man), bukan sekadar menghasilkan tenaga kerja terampil. Sementara Ismail Raji al-Faruqi menekankan pentingnya islamisasi ilmu pengetahuan sebagai upaya mengintegrasikan sains modern dengan nilai-nilai Islam. Pemikiran tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak menolak modernitas, tetapi berupaya menempatkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam kerangka nilai ketuhanan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini membahas paradigma filsafat pendidikan Islam dalam membangun integrasi kurikulum di era modern serta implementasinya dalam sistem pendidikan kontemporer.

 

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana paradigma filsafat pendidikan Islam dalam membangun integrasi kurikulum?
  2. Bagaimana implementasi integrasi kurikulum pendidikan Islam di era modern?
  3. Apa saja tantangan pendidikan Islam dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum?

 

Metode Penelitian

Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam dan integrasi kurikulum. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan terhadap berbagai sumber yang relevan.

Kajian Teori

  1. Filsafat Pendidikan Islam

Filsafat pendidikan Islam merupakan kajian mendalam mengenai hakikat manusia, ilmu, tujuan pendidikan, dan nilai-nilai pendidikan berdasarkan ajaran Islam. Pendidikan Islam bertujuan membentuk insan kamil, yaitu manusia yang berkembang secara intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.

Menurut Hasan Langgulung, pendidikan Islam tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan berpikir manusia, tetapi juga membentuk akhlak dan tanggung jawab sosial. Sementara Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan manusia.

  1. Paradigma Integrasi Ilmu

Paradigma integrasi ilmu menolak pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Dalam Islam, seluruh ilmu berasal dari Allah SWT sehingga tidak boleh dipertentangkan. Konsep integrasi ilmu muncul sebagai kritik terhadap sistem pendidikan sekuler yang memisahkan dimensi spiritual dari ilmu pengetahuan modern.

Ismail Raji al-Faruqi melalui konsep Islamisasi ilmu menegaskan bahwa ilmu modern perlu diarahkan sesuai nilai-nilai Islam agar tidak kehilangan orientasi moral dan kemanusiaan.

Pembahasan

  1. Ontologi Pendidikan Islam dalam Integrasi Kurikulum

Ontologi membahas hakikat manusia dan realitas. Dalam filsafat pendidikan Islam, manusia dipandang sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di bumi. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan spiritual dan moral.

Konsep ini menjadi dasar integrasi kurikulum karena seluruh mata pelajaran harus diarahkan untuk membangun kesadaran ketuhanan dan tanggung jawab sosial peserta didik. Mata pelajaran sains, matematika, teknologi, dan ilmu sosial dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Islam agar pembelajaran lebih bermakna.

  1. Epistemologi Pendidikan Islam dan Integrasi Sains

Epistemologi pendidikan Islam menjelaskan bahwa ilmu diperoleh melalui wahyu, akal, pengalaman, dan observasi. Islam tidak menolak sains dan teknologi, tetapi mengarahkan penggunaannya agar tetap sesuai dengan nilai moral.

Integrasi sains dan agama menjadi penting di era modern karena perkembangan teknologi sering kali melahirkan krisis moral dan degradasi karakter. Pendidikan Islam harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagai contoh, pembelajaran biologi dapat dikaitkan dengan konsep penciptaan manusia dalam Al-Qur’an, sedangkan pembelajaran lingkungan dapat dihubungkan dengan tanggung jawab manusia menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT.

  1. Aksiologi Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter

Aksiologi berkaitan dengan tujuan dan nilai pendidikan. Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, integrasi kurikulum tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Nilai-nilai seperti:

  • kejujuran,
  • tanggung jawab,
  • disiplin,
  • toleransi,
  • dan kepedulian sosial

harus diintegrasikan dalam seluruh proses pembelajaran.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.

  1. Implementasi Integrasi Kurikulum di Era Modern

Implementasi integrasi kurikulum dalam pendidikan Islam dapat dilakukan melalui beberapa strategi, antara lain:

  1. Kurikulum Berbasis Tauhid

Tauhid menjadi dasar utama dalam seluruh proses pendidikan. Setiap mata pelajaran diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa ilmu pengetahuan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

  1. Pembelajaran Interdisipliner

Guru dapat menghubungkan materi pelajaran umum dengan nilai-nilai Islam. Misalnya:

  • matematika dikaitkan dengan konsep keteraturan ciptaan Allah,
  • geografi dikaitkan dengan pelestarian lingkungan,
  • ekonomi dikaitkan dengan prinsip keadilan dan kejujuran dalam Islam.
  1. Pemanfaatan Teknologi Pendidikan

Teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, seperti penggunaan media interaktif, pembelajaran daring, dan platform digital. Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap disertai penguatan etika dan pengawasan moral.

  1. Penguatan Budaya Religius di Sekolah

Budaya religius dapat diwujudkan melalui:

  • pembiasaan ibadah,
  • kegiatan keagamaan,
  • pembentukan karakter,
  • dan keteladanan guru.
  1. Tantangan Integrasi Kurikulum Pendidikan Islam

Meskipun paradigma integrasi kurikulum memiliki banyak kelebihan, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, yaitu:

  1. Masih kuatnya dikotomi ilmu di lembaga pendidikan.
  2. Kurangnya kompetensi guru dalam pembelajaran integratif.
  3. Dominasi sistem pendidikan yang berorientasi akademik.
  4. Pengaruh globalisasi dan budaya materialistik.
  5. Penyalahgunaan teknologi digital oleh peserta didik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum integratif, dan dukungan kebijakan pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam.

 

 

Kesimpulan

Paradigma filsafat pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun integrasi kurikulum di era modern. Pendidikan Islam memandang seluruh ilmu sebagai satu kesatuan yang berasal dari Allah SWT sehingga tidak terdapat pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi kurikulum dapat diwujudkan melalui pendekatan berbasis tauhid, pembelajaran holistik, integrasi sains dan agama, serta pemanfaatan teknologi secara etis.

Implementasi integrasi kurikulum di era modern diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral. Dengan demikian, pendidikan Islam akan tetap relevan dalam menghadapi tantangan modernisasi sekaligus mampu membangun peradaban yang humanis dan berakhlak mulia.

 

Daftar Pustaka

Buku

  1. Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Konsep Pendidikan dalam Islam. Bandung: Mizan, 1994.
  2. Al-Faruqi, Ismail Raji. Islamization of Knowledge. Virginia: IIIT, 1982.
  3. Langgulung, Hasan. Manusia dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Al Husna, 1986.
  4. Nata, Abuddin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
  5. Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Jurnal dan Artikel

  1. Kasmila, A., dkk. “Paradigma Filsafat Pendidikan Islam tentang Hubungan Manusia, Alam, dan Ilmu Pengetahuan.” Jurnal Falsafah.
  2. Mutatohirin, dkk. “Integrasi Filsafat dan Teori Pendidikan Islam dalam Membangun Paradigma Pendidikan Modern.” Jurnal Al-Mikraj.
  3. Rojibillah, I., & Hambali, A. “Integrasi Nilai-Nilai Filsafat Islam dalam Kurikulum Pendidikan Kontemporer.” Jurnal Idarotuna.
  4. Marzuki & Sakdiyah. “Paradigma Integratif Pendidikan Islam sebagai Modal dalam Menghadapi Era 4.0.” Jurnal Pendidikan Islam.
  5. Zuairiyah, dkk. “Rekonstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Adaptif: Integrasi Tauhid, Teknologi dan Sains.” Jurnal Pendidikan Islam dan Riset Pendidikan. ( Ditulis oleh Rahmawati ; Mahasiswi Sekolah Pasca Sarjana UHAMKA )
  • Penulis: Tuko Chaeron

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 08:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kejaksaan Tinggi Jateng menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penandatanganan juga dilakukan antara para Kajari dengan Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah sebagai langkah persiapan menjelang pemberlakuan penuh KUHP pada 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pidana […]

  • Pasar Swalayan dan Minimarket Beberapa Hari Ini Kehabisan Stok Beras

    Pasar Swalayan dan Minimarket Beberapa Hari Ini Kehabisan Stok Beras

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024 | 21:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Pasar swalayan maupun minimarket di Kabupaten Batang beberapa hari ini kehabisan stok beras ukuran 5-10 kilogram. Hal itu diucapkan Manajer pasar swalayan Wahyu Setyaji saat ditemui di Pasar Swalayan, di Jalan Dr Wahidin, Kabupaten Batang, Jumat (23/2/2024). Wahyu mengatakan, kekosongan stok beras lokal terjadi sejak dua hari yang lalu. Padahal pendistribusian beras di […]

  • Sambut HUT RI ke-80 Perumda Tirta Mulia Hadirkan Promo Diskon Merdeka

    Sambut HUT RI ke-80 Perumda Tirta Mulia Hadirkan Promo Diskon Merdeka

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025 | 20:26 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDA) Tirta Mulia Kabupaten Pemalang meluncurkan program spesial bertajuk Promo Diskon Merdeka, untuk pemasangan sambungan baru air bersih. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PERUMDA Tirta Mulia Pemalang melalui Bagian Humas, Galih Baskoro, mengungkapkan bahwa promo […]

  • Akibat Lawan Arah, Honda BR-V Tabrakan dengan Bus di Tol Pemalang-Batang KM 332

    Akibat Lawan Arah, Honda BR-V Tabrakan dengan Bus di Tol Pemalang-Batang KM 332

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025 | 12:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Trans Jawa, tepatnya di KM 332 Jalur B wilayah hukum Polres Pekalongan, Sabtu (12/04/2025) pagi. Insiden tersebut melibatkan mobil Honda BR-V dengan sebuah bus penumpang yang melaju dari arah berlawanan. Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Ronny Hidayat, S.H., M.H mengatakan, kejadian bermula ketika mobil BR-V […]

  • Genjot Porduktivitas Padi di Jateng, Kementan Alokasikan 4.348 Unit Pompanisasi 

    Genjot Porduktivitas Padi di Jateng, Kementan Alokasikan 4.348 Unit Pompanisasi 

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024 | 17:28 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Kementrian Pertanian RI mengalokasikan 4.348 unit pompanisasi untuk menggenjot produktivitas padi di Jawa Tengah, Rabu (14/8/2024). Dari jumlah pompa yang dialokasikan sudah terpasang di 35 kabupaten/ kota sebanyak 94,23 persen atau 4.097 unit. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, optimis pemasangan pompanisasi di wilayahnya akan terpasang 100 persen pada 17 Agustus 2024. […]

  • Pelayanan Publik di Jateng Tetap Maksimal, Warga Bayar Pajak di Samsat Semarang II

    Pelayanan Publik di Jateng Tetap Maksimal, Warga Bayar Pajak di Samsat Semarang II

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025 | 19:16 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal di tengah dinamisnya situasi sosial dan politik belakangan ini. Seperti yang tampak di Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Daerah (UPPD) Samsat Semarang II, masyarakat tetap antusias datang untuk melaksanakan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPPD Samsat Semarang II, Chairunnisa, […]

expand_less