Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Puisi Anto Narasoma Yang Gurih dan Masih Hangat

Puisi Anto Narasoma Yang Gurih dan Masih Hangat

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2025 | 21:56 WIB
  • print Cetak

Oleh : Jacob Ereste

Sungguh saya mengagumi puisi Anto Narasoma yang berjudul “Memintal Kehidupan”. Terasa sekali bahasanya sederhana tapi lugas menggambarkan suasana batin antara kedua tokoh, Sang Nenek dan Cucu. Dan sejujurnya, saya pun baru mengenal puisi ini Anto Narasoma lewat tayangan media sosial, awal Januari 2025. Padahal, bisa saya pastikan jam terbang berpuisinya sudah panjang dan jauh dia tempuh.

Agaknya memang, akibat keterbatasan informasi, publikasi dan komunikasi saja yang membuat karya sastra dan penyairnya terkesan jadi kurang membumi di tanah air kita, sehingga penyair Indonesia nyaris tak pernah dilirik oleh panita Nobel Sastra di dunia.

Saya suka narasi puisinya yang seperti lukisan realis, tidak terlalu abstrak, sehingga muatan nilai spiritual yang diusung oleh karya Anto Narasoma ini enak dan jelas untuk ditangkap pesan moralbta yang ingin dia sampaikan. Saya kira, warna puisi dan gaya penulisannya yang bersahaja ini dapat dijadikan semacam model bagi kawan-kawan penyair yang masih ingin mencari bentuk dalam proses kreatif menulis puisi atau karya sastra pada umumnya yang tidak cuma untuk berindah- indah semata. Katena itu sata percaya bila pengalaman serta pencercapan batinnya dalam bentuk puisi sudah lebih terang mengarah mendekati genre puisi esai seperti yang dimotori dan digagas Denny JA dan kawan-kawan lewat media sosial dan penerbitan serta beragam acara sastra yang makin memberi harapan bangkitnya gairah sastra — khususnya dunia kesenian di Indonesia — yang terkesan lesu mulai tahun 1990-an hingga sekarang, jadi semacam kerakap di atas batu, hidup segan mati pun tak mau.

Penuturan sang Nenek kepada Cucu; sudah Nenek pintal karakter kehidupan yang mewarnai lukisan kau dan aku, ujar sang Nenek, sungguh memberi kesan adanya moral yang termuat dalam puisi ini. Apalagi kemudian dipertegas dengan ; begitu luas kanvas ini, setelah benang-benang putih itu kurajut agar warna kainnya membersihkan kata hatimu.

Artinya, betapa luasnya kanvas yang tidak terbatas itu jelas menggambarkan wilayah moral yang tidak bertepi. Sehingga benang putih yang dirajut merupakan simbolik dari kesucian hati yang harus dibersihkan — tak hanya dari kata-kata — karena yang lebih penting pada akhirnya adalah perbuatan nyata yang dapat dirasakan oleh orang banyak.

Begitu juga dari fakta lukisan yang terukur selama filosofi itu menjadi mimpi kita katanya, maka kau dan aku dibatasi ide pelukis yang menjadi kekayaan berlimpah di dalam warna kehidupan kita.

Pada bagian ungkapan terakhir ini, kuat dugaan saya bila Anto Narasoma pun memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup — agar tak berlebihan untuk dikatakan sangat luas — tentang filsafat serta esensi dari seni lukisan dengan teknis yang rumit itu telah dikuasainya.

Inilah satu diantara yang meyakinkan saya pengembaraan Anto Narasoma pada ranah kesenian — kebudayaan — hingga filsafat sudah cukup jauh dia lakukan. Meski tak mungkin bisa mentok pada ujung perjalanan yang sesungguhnya tidak berujung itu, seperti kaki langit yang jauh di sana.

….Cobalah kau raba cuaca pertemuan klasik yang melingkari pandangan jiwamu lewat alunan perkusi gendang telingamu. Dari penggalan alenia ini kesan dari kayanya makna tentang cuaca — yang meliputi suasana dan rasa –antara kanvas lukisan yang nyata dengan gambaran yang tersimpan — tersembunyi hingga tidak bisa dituliskan dengan kata-kata dan tidak mampu dilukis dengan semua warna yang ada — sungguh kental dan imaginatif sekali ungkapannya sangat sakral dan bernilai spiritual. Maka itu, narasi tentang pertemuan klasik yang melingkari pandangan jiwamu, sungguh menyempurnakan ungkapan kejiwaan yang dapat ditangkap melalui alunan perkusi gendang telinga yang sempurna sebagai pemberian Tuhan. Artinya, kesadaran yang mengendap di dalam jiwa yang hidup, mampu menterjemahkan suara yang bergetar di kedalaman jiwa (hati) yang selalu bersinar. Begitulah pada dasarnya tak ada batas antara kanvas lukisan dengan gambaran yang tersimpan pada kedalaman benakmu, seperti makna dari manunggaling-nya kawulo lan gusti dalam perspektif budaya dan filosofis Jawa yang ditebar oleh Syekh Siti Jenar.

Hingga pada bagian penutup karya puisi penyair yang konon kisahnya berasal-usul dari Palembang ini menggambarkan lukisan kejiwaan Sang Nenek bersama Sang Cucu yang sedang memintal (menenun) selendang putih di hati Sang Cucu agar cahaya ayat-ayat sastra (karya pujangga yang indah dan bermakna) menjadi puisi cinta (yang bermakna mantra) sedalam pikiran (siapa saja) yang tidak terbatas. Persis semacam tafsir dan percercapan saya sebagai penikmat sasta (karya puisi) yang mungkin dia racik sambil menikmati gurihnya empek-empek kapal selam atau martabak Tambi yang cuma ada dan juga populer di kota Palembang. Begitulah saya jadi semakin terkesan, karena karya puisinya ini dia tulis d

pada 12 Januari 2025. Jadi rasanya sungguh sangat gurih dan masih hangat.

 

Banten, 13 Januari 2025

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemesos Salurkan Bantuan Kepada Lansia dan Disabilitas Desa Gambuhan

    Kemesos Salurkan Bantuan Kepada Lansia dan Disabilitas Desa Gambuhan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026 | 14:16 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada para Lansia (Lanjut Usia) dan disabilitas di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Kamis, 29 Januari 2026 yang berlangsung di kantor desa setempat. Ada 107 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Lansia dan Disabilitas yang menerima bantuan berupa nutrisi dan alat kebersihan diri. Kementerian sosial […]

  • Taj Yasin Tegaskan Program Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka bagi Semua Penghafal Kitab Suci

    Taj Yasin Tegaskan Program Tali Asih Pemprov Jateng Terbuka bagi Semua Penghafal Kitab Suci

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 | 22:12 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen kembali menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan penghargaan (tali asih) kepada para penghafal kitab suci. Tidak hanya bagi hafiz Al-Qur’an, program tali asih juga terbuka bagi seluruh penghafal kitab suci dari semua agama. Namun hingga pertengahan 2026, belum ada penghafal kitab suci selain […]

  • Tak hanya OPD, Bupati Pemalang Ajak Anak Sekolah Peduli Lingkungan

    Tak hanya OPD, Bupati Pemalang Ajak Anak Sekolah Peduli Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025 | 14:22 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Untuk mewujudkan Pemalang yang resik, hijau dan apik, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melakukan bersih-bersih dan penanaman pohon bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap jumat pagi di seluruh pelosok Kabupaten Pemalang. Hal tersebut dikatakan Bupati usai melakukan penanaman pohon mangga arumanis di Lapangan Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal, Jumat (14/11/2025). Ia juga mengajak kepada […]

  • Kali Pertama Diadakan, Warga Desa Tundagan Antusias Kunjungi Pasar Murah

    Kali Pertama Diadakan, Warga Desa Tundagan Antusias Kunjungi Pasar Murah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026 | 23:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar pasar murah guna pengendalian inflasi daerah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Balai Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Selasa (03/03/2026). Kegiatan dibuka Bupati Pemalang Anom Widiyantoro didampingi Kepala Diskumdag dan Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, ditandai dengan penyerahan kupon dan paket sembako kepada Kepala Desa […]

  • Gubernur Ahmad Luthfi Tancap Gas Swasembada 2026 Usai Diapresiasi Presiden Prabowo

    Gubernur Ahmad Luthfi Tancap Gas Swasembada 2026 Usai Diapresiasi Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026 | 23:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kinerja sektor pangan Jawa Tengah yang mendapat apresiasi Presiden Prabowo Subianto memacu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah menuju swasembada pangan 2026. Percepatan produksi pangan menjadi prioritas utama seiring peran strategis Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen tersebut di hadapan Menko Bidang Pangan […]

  • Tingkatkan Kemandirian Keluarga, Perempuan di Kendalrejo Ikuti Pelatihan Produktivitas Ekonomi

    Tingkatkan Kemandirian Keluarga, Perempuan di Kendalrejo Ikuti Pelatihan Produktivitas Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 | 10:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Upaya memperkuat ekonomi keluarga melalui peran perempuan terus digencarkan di Kabupaten Pemalang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui DP3AP2KB, bekerja sama dengan Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) Tahap II Tahun 2026 di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas […]

expand_less