CJIBF 2026, Gubernur Luthfi Target Investasi Hijau dan 12 Kawasan Industri Baru
- account_circle Fahroji
- calendar_month 6 menit yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas memperkuat investasi dan industri hijau melalui pembukaan Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026.
Forum investasi tahunan itu dibuka langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).
Mengusung tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth,” CJIBF 2026 menjadi panggung promosi investasi Jawa Tengah sekaligus penguatan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok industri berkelanjutan.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, CJIBF yang telah memasuki tahun ke-10 itu menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, hingga kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di Jawa Tengah.
“CJIBF ini kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah, mitra, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayah kita,” kata Luthfi usai acara.
Menurutnya, investasi menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun dengan total 24 ribu proyek dan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.
Sementara sepanjang 2025, nilai investasi di Jawa Tengah mencapai Rp 110 triliun. Angka tersebut turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menjadi 5,89 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen.
“Artinya, untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” jelasnya.
- Penulis: Fahroji


