Senin, 15 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menggelar program Meet The Leaders dengan menghadirkan tokoh inspiratif Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization and Energy Transition for Job Creation”, Arsjad menyampaikan refleksi tajam dan strategi masa depan tentang tantangan dan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertempat di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Sabtu (19/7/2025) acara ini dibuka oleh Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., dan dipandu oleh Wijayanto Samirin, MPP sebagai host.

Dalam paparannya, Arsjad menyoroti dampak perubahan geopolitik dunia terhadap kondisi ekonomi nasional. “Situasi internasional sedang berubah, yang memberikan dampak secara tidak langsung kepada Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Peristiwa di Timur Tengah, Trump Effect, perang Ukraine–Rusia, membuat semuanya bergerak ke arah perubahan,” ujarnya.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang selama ini stabil pun mulai melambat.

Namun, Arsjad menekankan bahwa persoalan mendasar Indonesia saat ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. “Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” tuturnya.

Ia kemudian menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Meskipun tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, jumlah pengangguran justru meningkat menjadi lebih dari 7,28 juta orang. Ia menyampaikan kekhawatirannya, “Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal,” jelasnya.

Ini mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi dan lemahnya penciptaan lapangan kerja formal.

Menurut Arsjad, di Indonesia hanya ada dua sumber penghasilan utama. “Saat ini di Indonesia hanya ada dua sumber pendapatan masyarakat: Pedagang yang mendapat laba dari usahanya, dan kedua, pekerja yang mendapat upah, bonus, dan lain-lain. Jika dua sumber itu tidak lagi ada, maka growth economy tidak akan ada lagi, pasti menurun tajam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa investasi yang selama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja justru lebih bersifat padat modal dibanding padat karya. Di sisi lain, iklim investasi di Indonesia masih dihadapkan pada banyak hambatan. “Untuk menciptakan investasi, baik investasi kecil ataupun besar, tantangannya banyak sekali. Mulai dari soal tanah, preman, permitt, izin-izin dan segala macam persoalan,” tegasnya.

Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya migrasi tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dari perawat, ahli IT hingga insinyur, banyak yang memilih bekerja di negara lain. “Pastinya mereka bukan tidak cinta negara ini, tapi di luar negeri upah yang diterima bisa 5–8 kali lebih besar dari jumlah upah di dalam negeri. Career path dan akses ke jaminan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Bahkan, Arsjad mengungkapkan, “Kabur dulu aja. Itu adalah fakta, karena memang jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri yang sangat kurang,” terangnya.

Ia memberikan peringatan keras bahwa bonus demografi Indonesia yang kerap dijadikan harapan besar justru bisa menjadi bencana jika tidak ditangani dengan serius. “Bonus demografi Indonesia yang digadang-gadang menyediakan jumlah tenaga kerja produktif sampai 70% akan menjadi malapetaka jika tidak diperhatikan serius. Di mana tenaga produktivitas banyak, tapi lapangan pekerjaan tidak ada. Itulah PR utama Indonesia sekarang,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Arsjad memperkenalkan pendekatan 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green sebagai pilar utama strategi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

“Grow People diartikan sebagai membangun manusia Indonesia sebagai talenta global – bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memimpin dan berinovasi,” paparnya.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil tenaga kerja Indonesia yang berlatar belakang pendidikan tinggi. “Hari ini hanya 10% lulusan S1, selebihnya adalah lulusan SMA–SMK dan SMP dan SD. Kebanyakan angkatan kerja kita malah lulusan SMP dan SD saja. IQ Indonesia juga saat ini diketahui turun,” kata Arsjad.

Pada aspek industrialisasi, Arsjad menekankan pentingnya reindustrialisasi berbasis nilai tambah sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan. “Gear Up Industri adalah mendorong reindustrialisasi berbasis nilai tambah dan pemerataan sebagai motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.

Strategi ini mencakup hilirisasi mineral dan manufaktur strategis, reindustrialisasi yang bisa memberi tambahan hingga USD 25 miliar ke PDB, serta perluasan industri ke luar Pulau Jawa dengan pelibatan aktif UMKM.

Sementara itu, pilar ketiga Go Green menekankan transisi energi sebagai peluang pembangunan. “Go Green adalah menjadikan transisi energi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Pendekatan ini mencakup re-skilling pekerja dari sektor tinggi emisi, pembiayaan hijau untuk UMKM, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek transisi energi.

Acara ini menjadi wadah reflektif dan inspiratif bagi sivitas akademika Universitas Paramadina dan publik luas.

Dengan semangat “Bertemu, Terinspirasi, Menjadi”, Universitas Paramadina terus berkomitmen menghadirkan para pemimpin bangsa ke tengah mahasiswa, untuk membuka wawasan dan menumbuhkan semangat kepemimpinan masa depan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Yakin Ekonomi Indonesia Akan Buat Kejutan: Silakan Nanti Pakar Nilai Sendiri

    Prabowo Yakin Ekonomi Indonesia Akan Buat Kejutan: Silakan Nanti Pakar Nilai Sendiri

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Presiden Prabowo Subianto meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan terus mencatatkan capaian yang membanggakan dari waktu ke waktu. Ia mengatakan, optimisme tersebut tidak terlepas dari kerja keras jajaran pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun lalu. Berdasarkan hal tersebut, ia yakin Indonesia bisa terus mencetak prestasi ekonomi yang lebih baik […]

  • Jelang Upacara Tradisi Kehormatan Militer, Panglima TNI Cek Kesiapan di Batujajar

    Jelang Upacara Tradisi Kehormatan Militer, Panglima TNI Cek Kesiapan di Batujajar

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau secara langsung kesiapan pelaksanaan upacara tradisi kehormatan militer yang akan digelar di Landasan Suparlan, Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) TNI AD, Batujajar, Jawa Barat, Kamis (17/4/2025). Kegiatan upacara tradisi kehormatan militer ini direncanakan akan digelar pada bulan Juli 2025, dan Presiden RI direncanakan […]

  • Bulog Salurkan Bantuan Pangan Periode Februari-Maret 2026 di Kabupaten Pemalang

    Bulog Salurkan Bantuan Pangan Periode Februari-Maret 2026 di Kabupaten Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bulog Wilayah Kerja Tegal resmi menyalurkan bantuan pangan periode Februari dan Maret 2026 untuk wilayah Kabupaten Pemalang, Sabtu (14/3/2026). Penyaluran bantuan berupa beras dan minyak goreng ini diawali dengan penyerahan secara simbolis kepada lima penerima manfaat di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanparik) Kabupaten Pemalang, Era Srinaeni, menyatakan […]

  • Atlet Jateng Sumbang 43 Medali bagi Indonesia di SEA Games 2025

    Atlet Jateng Sumbang 43 Medali bagi Indonesia di SEA Games 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Atlet Jawa Tengah yang memperkuat kontingen Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand menunjukkan prestasinya. Sebanyak 63 atlet Jawa Tengah yang berlaga di 26 cabang olahraga, dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen Merah Putih. Mereka meraih total 43 medali, terdiri dari 12 emas, 14 perak, dan 17 perunggu. “Terima kasih dan apresiasi […]

  • Malam Takbiran 2026: Bupati Pemalang dan Forkopimda Pantau Kesiapan Operasi Ketupat

    Malam Takbiran 2026: Bupati Pemalang dan Forkopimda Pantau Kesiapan Operasi Ketupat

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memasuki malam kemenangan Idul Fitri 1447 H, jajaran pimpinan daerah Kabupaten Pemalang memperketat pengawasan keamanan. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, hadir langsung di Pos Pengamanan Terpadu Gandulan pada Jumat (20/3/2026) untuk mengikuti koordinasi nasional melalui zoom meeting. Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bupati didampingi oleh Dandim 0711/Pemalang Muhammad Arif, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia […]

  • Sebanyak 264 Kepala Desa di Cilacap Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

    Sebanyak 264 Kepala Desa di Cilacap Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat Bupati Cilacap Awaluddin Muuri menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan kepala desa di Pendapa Wijayakusuma Çakti Cilacap, Senin (10/6/2024). Awaluddin mengatakan, SK tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa yang sebelumnya kepala desa menjabat selama enam tahun menjadi delapan […]

expand_less