Kamis, 23 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025 | 10:04 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menggelar program Meet The Leaders dengan menghadirkan tokoh inspiratif Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization and Energy Transition for Job Creation”, Arsjad menyampaikan refleksi tajam dan strategi masa depan tentang tantangan dan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertempat di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Sabtu (19/7/2025) acara ini dibuka oleh Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., dan dipandu oleh Wijayanto Samirin, MPP sebagai host.

Dalam paparannya, Arsjad menyoroti dampak perubahan geopolitik dunia terhadap kondisi ekonomi nasional. “Situasi internasional sedang berubah, yang memberikan dampak secara tidak langsung kepada Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Peristiwa di Timur Tengah, Trump Effect, perang Ukraine–Rusia, membuat semuanya bergerak ke arah perubahan,” ujarnya.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang selama ini stabil pun mulai melambat.

Namun, Arsjad menekankan bahwa persoalan mendasar Indonesia saat ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. “Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” tuturnya.

Ia kemudian menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Meskipun tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, jumlah pengangguran justru meningkat menjadi lebih dari 7,28 juta orang. Ia menyampaikan kekhawatirannya, “Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal,” jelasnya.

Ini mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi dan lemahnya penciptaan lapangan kerja formal.

Menurut Arsjad, di Indonesia hanya ada dua sumber penghasilan utama. “Saat ini di Indonesia hanya ada dua sumber pendapatan masyarakat: Pedagang yang mendapat laba dari usahanya, dan kedua, pekerja yang mendapat upah, bonus, dan lain-lain. Jika dua sumber itu tidak lagi ada, maka growth economy tidak akan ada lagi, pasti menurun tajam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa investasi yang selama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja justru lebih bersifat padat modal dibanding padat karya. Di sisi lain, iklim investasi di Indonesia masih dihadapkan pada banyak hambatan. “Untuk menciptakan investasi, baik investasi kecil ataupun besar, tantangannya banyak sekali. Mulai dari soal tanah, preman, permitt, izin-izin dan segala macam persoalan,” tegasnya.

Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya migrasi tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dari perawat, ahli IT hingga insinyur, banyak yang memilih bekerja di negara lain. “Pastinya mereka bukan tidak cinta negara ini, tapi di luar negeri upah yang diterima bisa 5–8 kali lebih besar dari jumlah upah di dalam negeri. Career path dan akses ke jaminan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Bahkan, Arsjad mengungkapkan, “Kabur dulu aja. Itu adalah fakta, karena memang jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri yang sangat kurang,” terangnya.

Ia memberikan peringatan keras bahwa bonus demografi Indonesia yang kerap dijadikan harapan besar justru bisa menjadi bencana jika tidak ditangani dengan serius. “Bonus demografi Indonesia yang digadang-gadang menyediakan jumlah tenaga kerja produktif sampai 70% akan menjadi malapetaka jika tidak diperhatikan serius. Di mana tenaga produktivitas banyak, tapi lapangan pekerjaan tidak ada. Itulah PR utama Indonesia sekarang,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Arsjad memperkenalkan pendekatan 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green sebagai pilar utama strategi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

“Grow People diartikan sebagai membangun manusia Indonesia sebagai talenta global – bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memimpin dan berinovasi,” paparnya.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil tenaga kerja Indonesia yang berlatar belakang pendidikan tinggi. “Hari ini hanya 10% lulusan S1, selebihnya adalah lulusan SMA–SMK dan SMP dan SD. Kebanyakan angkatan kerja kita malah lulusan SMP dan SD saja. IQ Indonesia juga saat ini diketahui turun,” kata Arsjad.

Pada aspek industrialisasi, Arsjad menekankan pentingnya reindustrialisasi berbasis nilai tambah sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan. “Gear Up Industri adalah mendorong reindustrialisasi berbasis nilai tambah dan pemerataan sebagai motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.

Strategi ini mencakup hilirisasi mineral dan manufaktur strategis, reindustrialisasi yang bisa memberi tambahan hingga USD 25 miliar ke PDB, serta perluasan industri ke luar Pulau Jawa dengan pelibatan aktif UMKM.

Sementara itu, pilar ketiga Go Green menekankan transisi energi sebagai peluang pembangunan. “Go Green adalah menjadikan transisi energi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Pendekatan ini mencakup re-skilling pekerja dari sektor tinggi emisi, pembiayaan hijau untuk UMKM, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek transisi energi.

Acara ini menjadi wadah reflektif dan inspiratif bagi sivitas akademika Universitas Paramadina dan publik luas.

Dengan semangat “Bertemu, Terinspirasi, Menjadi”, Universitas Paramadina terus berkomitmen menghadirkan para pemimpin bangsa ke tengah mahasiswa, untuk membuka wawasan dan menumbuhkan semangat kepemimpinan masa depan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Luapan Sungai Cisanggarung dan Ciberes, 36 Desa dari 9 Kecamatan Terdampak Banjir, 2 Korban Meninggal Dunia

    Akibat Luapan Sungai Cisanggarung dan Ciberes, 36 Desa dari 9 Kecamatan Terdampak Banjir, 2 Korban Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024 | 20:28 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Bupati Cirebon H. Imron, meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Desa Sidaresmi Kecamatan Pabedilan wilayah timur Kabupaten Cirebon, Rabu (6/3/2024). Imron mengatakan, bencana banjir tersebut akibat luapan dari sungai Cisanggarung dan Ciberes, dari luapan dua sungai itu 36 desa dari 9 kecamatan terdampak banjir. “Sungai Cisanggarung merupakan sungai besar yang menghubungkan dua provinsi, […]

  • Dukung Kemandirian Penerima Manfaat, Kemensos Salurlan Bantuan Atensi

    Dukung Kemandirian Penerima Manfaat, Kemensos Salurlan Bantuan Atensi

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024 | 17:57 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Kemensos RI melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa alat bantu fisik dan bantuan kewirausahaan. Bantuan Atensi diserahkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (26/3/2024). Lani mengatakan, bantuan kewirausahaan ini dapat membantu penerima menjadi lebih mandiri, baik pribadi maupun […]

  • DPC Partai Hanura Pemalang, Hadiri Musda IV DPD Partai Hanura Jawa Tengah

    DPC Partai Hanura Pemalang, Hadiri Musda IV DPD Partai Hanura Jawa Tengah

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026 | 14:39 WIB
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – DPC Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Pemalang, hadiri acara Musda IV DPD Partai Hanura Propinsi Jawa Tengah. Acara tersebut yang berlangsung di Patra Jasa Hotel Semarang pada Minggu (25/1/2026 ), dihadiri peserta dari 35 DPC Partai Hanura Jawa Tengah. KRH H. Hono Sejati Pradoto Jatinegoro terpilih secara aklamasi, sebagai ketua DPD Partai […]

  • Hindari Pemalsuan, Polri Pastikan Pelat Nomor Khusus Berkode ‘ZZ’

    Hindari Pemalsuan, Polri Pastikan Pelat Nomor Khusus Berkode ‘ZZ’

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024 | 00:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Polri telah mengganti kode-kode pada pelat nomor khusus. Penggantian yang dilakukan berupa mengubah kode huruf terakhir dalam pelat nomor, seperti RF dan QH diubah menjadi ZZ. Selain itu, proses registrasinya juga diperketat dan daftar penerimanya sangat dibatasi. Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus menjelaskan, pelat nomor khusus tersebut hanya boleh dipasang di […]

  • Lapas Cipinang Perkuat Sinergi dalam Audiensi ke BNNP Jakarta untuk Dukung P4GN

    Lapas Cipinang Perkuat Sinergi dalam Audiensi ke BNNP Jakarta untuk Dukung P4GN

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025 | 15:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui sinergi strategis dengan berbagai pihak. Pada Selasa (18/3), Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen IMIPAS) Daerah […]

  • Armenia Atlet Catur Cilacap 18 Tahun Bermain Catur Cepat Melawan Grand Master Catur Indonesia

    Armenia Atlet Catur Cilacap 18 Tahun Bermain Catur Cepat Melawan Grand Master Catur Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024 | 19:51 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Cilacap ke-168, Pemkab Cilacap menggelar Turnamen Catur Terbuka Cilacap Cup II. Turnamen yang diikuti oleh 228 pecatur dari berbagai provinsi di Indonesia itu dibuka langsung oleh Penjabat Bupati Cilacap Awaluddin Muuri di Pendopo Kabupaten Cilacap, Sabtu (2/3/2024). Turut hadir dalam pembukaan turnamen, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap […]

expand_less