Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

Strategi Arsjad Rasjid: Membangun Manusia, Menggerakkan Industri, Menghijaukan Ekonomi

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025 | 10:04 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menggelar program Meet The Leaders dengan menghadirkan tokoh inspiratif Arsjad Rasjid, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, sebagai pembicara utama. Dalam forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization and Energy Transition for Job Creation”, Arsjad menyampaikan refleksi tajam dan strategi masa depan tentang tantangan dan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertempat di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Sabtu (19/7/2025) acara ini dibuka oleh Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., dan dipandu oleh Wijayanto Samirin, MPP sebagai host.

Dalam paparannya, Arsjad menyoroti dampak perubahan geopolitik dunia terhadap kondisi ekonomi nasional. “Situasi internasional sedang berubah, yang memberikan dampak secara tidak langsung kepada Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Peristiwa di Timur Tengah, Trump Effect, perang Ukraine–Rusia, membuat semuanya bergerak ke arah perubahan,” ujarnya.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang selama ini stabil pun mulai melambat.

Namun, Arsjad menekankan bahwa persoalan mendasar Indonesia saat ini bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. “Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” tuturnya.

Ia kemudian menyoroti persoalan ketenagakerjaan. Meskipun tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan, jumlah pengangguran justru meningkat menjadi lebih dari 7,28 juta orang. Ia menyampaikan kekhawatirannya, “Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal,” jelasnya.

Ini mencerminkan rapuhnya struktur ekonomi dan lemahnya penciptaan lapangan kerja formal.

Menurut Arsjad, di Indonesia hanya ada dua sumber penghasilan utama. “Saat ini di Indonesia hanya ada dua sumber pendapatan masyarakat: Pedagang yang mendapat laba dari usahanya, dan kedua, pekerja yang mendapat upah, bonus, dan lain-lain. Jika dua sumber itu tidak lagi ada, maka growth economy tidak akan ada lagi, pasti menurun tajam,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa investasi yang selama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja justru lebih bersifat padat modal dibanding padat karya. Di sisi lain, iklim investasi di Indonesia masih dihadapkan pada banyak hambatan. “Untuk menciptakan investasi, baik investasi kecil ataupun besar, tantangannya banyak sekali. Mulai dari soal tanah, preman, permitt, izin-izin dan segala macam persoalan,” tegasnya.

Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya migrasi tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dari perawat, ahli IT hingga insinyur, banyak yang memilih bekerja di negara lain. “Pastinya mereka bukan tidak cinta negara ini, tapi di luar negeri upah yang diterima bisa 5–8 kali lebih besar dari jumlah upah di dalam negeri. Career path dan akses ke jaminan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Bahkan, Arsjad mengungkapkan, “Kabur dulu aja. Itu adalah fakta, karena memang jumlah lapangan pekerjaan di dalam negeri yang sangat kurang,” terangnya.

Ia memberikan peringatan keras bahwa bonus demografi Indonesia yang kerap dijadikan harapan besar justru bisa menjadi bencana jika tidak ditangani dengan serius. “Bonus demografi Indonesia yang digadang-gadang menyediakan jumlah tenaga kerja produktif sampai 70% akan menjadi malapetaka jika tidak diperhatikan serius. Di mana tenaga produktivitas banyak, tapi lapangan pekerjaan tidak ada. Itulah PR utama Indonesia sekarang,” tambahnya.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Arsjad memperkenalkan pendekatan 3G: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green sebagai pilar utama strategi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

“Grow People diartikan sebagai membangun manusia Indonesia sebagai talenta global – bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk memimpin dan berinovasi,” paparnya.

Namun realitas saat ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil tenaga kerja Indonesia yang berlatar belakang pendidikan tinggi. “Hari ini hanya 10% lulusan S1, selebihnya adalah lulusan SMA–SMK dan SMP dan SD. Kebanyakan angkatan kerja kita malah lulusan SMP dan SD saja. IQ Indonesia juga saat ini diketahui turun,” kata Arsjad.

Pada aspek industrialisasi, Arsjad menekankan pentingnya reindustrialisasi berbasis nilai tambah sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan. “Gear Up Industri adalah mendorong reindustrialisasi berbasis nilai tambah dan pemerataan sebagai motor pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.

Strategi ini mencakup hilirisasi mineral dan manufaktur strategis, reindustrialisasi yang bisa memberi tambahan hingga USD 25 miliar ke PDB, serta perluasan industri ke luar Pulau Jawa dengan pelibatan aktif UMKM.

Sementara itu, pilar ketiga Go Green menekankan transisi energi sebagai peluang pembangunan. “Go Green adalah menjadikan transisi energi sebagai peluang pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Pendekatan ini mencakup re-skilling pekerja dari sektor tinggi emisi, pembiayaan hijau untuk UMKM, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek transisi energi.

Acara ini menjadi wadah reflektif dan inspiratif bagi sivitas akademika Universitas Paramadina dan publik luas.

Dengan semangat “Bertemu, Terinspirasi, Menjadi”, Universitas Paramadina terus berkomitmen menghadirkan para pemimpin bangsa ke tengah mahasiswa, untuk membuka wawasan dan menumbuhkan semangat kepemimpinan masa depan.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebrakan Digital Pemalang! DPRD dan Wabup ‘Geruduk’ Jakarta Demi Modernisasi Swara Widuri

    Gebrakan Digital Pemalang! DPRD dan Wabup ‘Geruduk’ Jakarta Demi Modernisasi Swara Widuri

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026 | 22:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemalang bersiap tancap gas di jalur digital! Tak tanggung-tanggung, jajaran Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang bersama Wakil Bupati Nurkholes langsung menyambangi pusat kekuasaan di Jakarta selama dua hari berturut-turut (25–26 Februari 2026). Misinya satu: Memastikan Pemalang tidak lagi ada blank spot dan menyulap Radio Swara Widuri jadi lebih kekinian. Target Utama: Meratakan […]

  • Haornas, Ribuan Warga Padati Stadion Mochtar Pemalang Ikuti Senam Bersama

    Haornas, Ribuan Warga Padati Stadion Mochtar Pemalang Ikuti Senam Bersama

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025 | 09:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 tahun 2025, Ribuan warga dari berbagai organisasi dan komunitas senam di Pemalang, antusias mengikuti senam bersama. Kegiatan tersebut juga diikuti Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes beserta istri di Stadion Mochtar Pemalang pada Sabtu, (13/9/2025). Beberapa organisasi dan komunitas yang mengikuti senam antara lain, norga ILDI, ULD, ASKI, […]

  • Wartawan Emsatunews Atlet Tertua Dalam KBAM 2025 Wilayah Tengah

    Wartawan Emsatunews Atlet Tertua Dalam KBAM 2025 Wilayah Tengah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025 | 23:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Jurnalis Emsatunews Adang Purnomo menjadi peserta Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) tertua, kareananya ia pun telah mempersiapkan diri dengan berlatih secara rutin 2 kali semingggu. “Untuk menghadapi event KBAM 2025, saya telah mempersiapkan diri dengan berlatih teknik dua kali seminggu dan menggenjot fisik juga 2 kali seminggu,” katanya. “Semula saya berpasangan dengan […]

  • Peresmian Kampus Paramadina Cipayung: Harmoni Merajut Kebersamaan

    Peresmian Kampus Paramadina Cipayung: Harmoni Merajut Kebersamaan

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025 | 05:45 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina harus tetap menjaga intelektualisme kecendekiawanan, bisa diterima oleh semua kalangan, idealisme itulah yang sudah ditanamkan oleh Nurcholish Madjid (Cak Nur) sejak awal berdirinya Paramadina. Hari ini, idealisme itu telah memiliki rumah sendiri setelah berpuluh-puluh tahun berpindah-pindah. Hal itu disampaikan oleh Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI ke- 10 dan 12 […]

  • Wagub Jateng: Program Bisarah Penghafal Qur’an Tuai Banyak Manfaat

    Wagub Jateng: Program Bisarah Penghafal Qur’an Tuai Banyak Manfaat

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026 | 16:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program Tali Asih (bisarah) Penghafal Al Quran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang digulirkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfid dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terbukti menuai banyak manfaat. Salah satunya dirasakan orang tua santri yang mengaku kaget saat anaknya memiliki uang saku tambahan. Orang tua santri asal Papua tersebut suatu ketika khusus […]

  • Edukasi Driver Ojol di Hari Jadi ke-8, Satlantas Polres Pekalongan Gaungkan Pesan Keselamatan Candi 2026

    Edukasi Driver Ojol di Hari Jadi ke-8, Satlantas Polres Pekalongan Gaungkan Pesan Keselamatan Candi 2026

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026 | 15:31 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Momen perayaan Hari Jadi ke-8 Mabes Gojek Kajen di Oemah Dapur Daffa (ODD), Gang Kawedanan, Kelurahan Kajen, Minggu (08/02/2026), tak sekadar jadi ajang kumpul-kumpul. Satlantas Polres Pekalongan memanfaatkan kemeriahan tersebut untuk membekali para driver ojek online dengan pemahaman mendalam mengenai keselamatan di jalan raya. Di tengah ratusan pengemudi berjaket hijau, Kanit Kamsel […]

expand_less