Target Nasional Terlampaui, Jawa Tengah Siap Jadi Penyangga Pangan Indonesia
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kita harapkan pada 2026 produktivitas pangan Jawa Tengah dapat terus meningkat,” tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian sejak 2025.
Selain itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan hijau.
“Luas wilayah Jawa Tengah sekitar 3,3 juta hektare, dan sekitar 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian. Ini harus kita pertahankan. Revitalisasi dan perlindungan lahan hijau telah saya koordinasikan dengan Menteri ATR/BPN agar tidak terjadi perubahan peruntukan,” ujarnya.
Dari sisi ketersediaan pangan, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, memastikan stok pangan di wilayahnya dalam kondisi aman hingga Juni 2026. Data Bulog mencatat stok beras di Jawa Tengah saat ini mencapai 339.094 ton.
“Jumlah tersebut mencukupi hingga Juni 2026. Sementara realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target,” kata Sri Muniati.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun stabilitas harga pangan. “Ketersediaan sangat cukup dan harga relatif stabil,” ujarnya.
Namun demikian, Sri Muniati menekankan bahwa penyerapan hasil panen membutuhkan sinergi lintas sektor. Menurutnya, Bulog tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah dan aparat terkait.
- Penulis: Fahroji




