Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2025 | 05:49 WIB
  • print Cetak

Jurnal Pemalang –  secara darinUniversitas Paramadina bersama Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengadakan diskusi bertajuk “Apakah Pengelola Dana Negara Danantara Kebal Hukum?” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/3/2025).

Diskusi ini membahas berbagai aspek tata kelola Danantara, termasuk regulasi hukum, dampak ekonomi, serta transparansi pengelolaannya.

Dalam pengantarnya, Fahmi Wibawa, Direktur Eksekutif LP3ES, menyoroti masalah mendasar dalam tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia menegaskan bahwa regulasi saat ini memberikan perlindungan hukum bagi pengelola BUMN.

“Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, menteri dan pegawai organ BUMN tidak dapat diminta pertanggungjawaban jika tidak ada bukti yang cukup. Artinya, mereka seolah kebal hukum. Padahal, dalam prinsip good governance, harus ada pemisahan jelas antara regulator dan operator,” ujarnya.

Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, mengkritisi aspek hukum dan politik dalam pembentukan Danantara. Menurutnya, pembahasan undang-undang terkait dilakukan secara terburu-buru.

“Saya diminta hadir di DPR, hanya dalam dua hingga tiga hari undang-undang ini langsung disahkan. Ini menjadi persoalan besar,” tuturnya.

Didik juga menyoroti asas impunitas dalam Danantara yang dapat menurunkan kepercayaan publik.

“Business judgment rule dalam Danantara tidak boleh menjadi perlindungan bagi pelaku korupsi,” tegasnya.

Dari sisi ekonomi, Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, menyoroti kurangnya inovasi dalam kebijakan pemerintah dan BUMN.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daya Hidup Pers Jadi Sorotan, Inilah Pernyataan Sikap dan Seruan PWI Jateng di Akhir Tahun 2025

    Daya Hidup Pers Jadi Sorotan, Inilah Pernyataan Sikap dan Seruan PWI Jateng di Akhir Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025 | 19:18 WIB
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pertumbuhan media massa terutama online yang semakin masif, ternyata belum sepadan dengan tingkat kesehatan finansialnya. Media sebagai penyampai informasi publik dan menjembatani berbagai pihak, masih terus dihadapkan pada persoalan besar, begitu juga dengan para pekerjanya. Karena itu, perlu didorong optimalisasi penerapan Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital […]

  • Bupati Anom Instruksikan Perangkat Daerah Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD Terkait LKPJ 2025

    Bupati Anom Instruksikan Perangkat Daerah Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD Terkait LKPJ 2025

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026 | 14:37 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro memimpin langsung Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Perangkat Daerah atas Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Akhir Tahun Anggaran 2025. Pertemuan strategis ini digelar di Gedung Sasana Bakti Praja pada Jumat (22/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada DPRD Kabupaten Pemalang atas berbagai masukan […]

  • Pengurus KDKMP Dapat Bimtek Tentang Perkoperasian dari Pemerintah

    Pengurus KDKMP Dapat Bimtek Tentang Perkoperasian dari Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026 | 20:57 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan menggelar kegiatan pelatihan perkoperasian bagi perwakilan Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se Kabupaten Pemalang. Pelatihan yang diikuti 223 orang dilaksanakan dalam dua tahap. Pelatihan tahap pertama dilaksanakan pada 15 sampai dengan 16 April 2026 di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan […]

  • Meet the Leaders Universitas Paramadina, Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

    Meet the Leaders Universitas Paramadina, Shinta W. Kamdani: Indonesia Incorporated Kunci Penciptaan Lapangan Kerja dan Ketahanan Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025 | 16:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menghadirkan forum diskusi Meet the Leaders yang kali ini mengangkat tema “Indonesia Incorporated: Driving Job Creation and Economic Resilience in an Era of Global Uncertainty”. Acara ini menghadirkan Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani sebagai narasumber, dengan sambutan dari Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., serta dipandu […]

  • Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    Pemprov Jateng dan Kejati Bakal Terapkan Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 08:54 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kejaksaan Tinggi Jateng menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penandatanganan juga dilakukan antara para Kajari dengan Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah sebagai langkah persiapan menjelang pemberlakuan penuh KUHP pada 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pidana […]

  • Jateng-Kaltim Kolaborasi, Teken 19 Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 20,2 Triliun

    Jateng-Kaltim Kolaborasi, Teken 19 Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp 20,2 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026 | 14:51 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur memperkuat kolaborasi antar daerah melalui penandatanganan 19 dokumen kerja sama yang diproyeksikan memiliki potensi ekonomi sekitar Rp 20,2 triliun. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat. Nilai Rp 20,2 triliun tersebut merupakan agregasi berbagai […]

expand_less