Wamen Haji Danil Azhar Tekankan Tiga Faktor Ketangguhan Muhammadiyah Hingga Usia 113 Tahun
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- print Cetak

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. H. Dahnil Azhar Simanjutak, S.E., M.E.(Foto: Emsatunews.co.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan dedikasi Tapak Suci mampu mengharumkan nama Muhammadiyah hingga ke penjuru dunia.
Puncaknya, Adi Manuntun menampilkan Atraksi Seni Tunggal Bersenjata, gerakannya laksana tarian yang memadukan disiplin, keberanian, dan nilai-nilai luhur Tapak Suci yang menorehkan decak kagum yang membuncah di dada ribuan jamaah.
Direktur MBS Zam-zam Cilongok, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf karena ribuan jamaah meluber melebihi kapasitas hanggar Kampus II MBS Zam-zam.
Ia memaparkan bahwa MBS Zam-zam telah berusia 17 tahun dengan 1.200 alumni dan 1.755 santri dari 30 provinsi.
Setiap tahun, MBS memberikan beasiswa senilai Rp1,2 miliar untuk santri asal Cilongok sebagai komitmen mencetak kader unggul Muhammadiyah yang tangguh, dan berkeadaban.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Banyumas, KH. M. Djohar AS menyampaikan terima kasih atas kehadiran H. Dahnil Azhar Simanjutak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, yang juga merupakan kader Muhammadiyah dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2014–2018.
Sebuah pantun pun beliau persembahkan:
Pergi ke pasar makan permen,
Permen manis rasanya renyah.
Bang Dahnil kini jadi Wamen,
Tetap gemati pada Muhammadiyah.
Beliau kemudian mengutip Q.S. At-Taubah 41 sebagai pengingat akan pentingnya jihad harta dan jiwa. Ia menegaskan komitmen Muhammadiyah pada spirit Al-Ma’un, mengapresiasi perkembangan dakwah digital Masjid 17 Purwokerto, serta menyerukan agar warga terus menggerakkan dakwah yang mencerahkan, menyejahterakan, dan menggembirakan.
Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Joko Wiyono menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan pilar penting pendidikan berkemajuan.
Ia menilai nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan salah satunya hidup kuat di MBS Zam-zam.
Ia berharap Muhammadiyah terus memperkuat moderasi beragama dan pendidikan yang ramah bagi semua.
- Penulis: Fahroji




