Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026 | 18:13 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Gelombang disinformasi yang menyasar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadi perhatian publik setelah berbagai konten hoaks beredar luas di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

Konten tersebut memuat berbagai tudingan, mulai dari klaim bahwa gubernur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga narasi yang menyebut pemerintah akan menagih paksa pajak kendaraan langsung ke rumah warga.

Video yang beredar di sejumlah konten tersebut berasal dari potongan video yang dipelintir dari konteks aslinya, sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

Menjelang akhir 2025 hingga awal 2026, nama Gubernur Ahmad Luthfi masif diserang narasi hoaks. Mulai dari cerita di media sosial hingga konten video yang dipotong-potong sehingga menimbulkan disinformasi di masyarakat. Bahkan ada membuat foto dengan desain yang sama sekali tidak benar.

Hal ini dinilai memprihatinkan karena sebagian warganet menerima informasi tersebut tanpa proses verifikasi. Konten yang belum jelas kebenarannya bahkan ditonton ribuan pengguna media sosial dan dianggap sebagai fakta.

Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan, terdapat dua isu utama yang paling sering digunakan untuk menyerang gubernur. Isu pertama adalah hoaks yang menyebut Ahmad Luthfi ditangkap bersama Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan oleh KPK.

Faktanya, penangkapan Fadia tidak berkaitan dengan gubernur. KPK secara resmi sudah merilis bahwa saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Fadia tidak sedang bersama Gubernur. Ahmad Luthfi juga sudah membantah pernyataan Fadia.

Adapun isu kedua berkaitan dengan narasi yang menyebut penunggak pajak kendaraan akan didatangi dan ditagih secara paksa ke rumah. Informasi tersebut juga dipastikan tidak benar.

Program yang dimaksud sebenarnya merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Narasi yang beredar di media sosial merupakan potongan pernyataan yang keluar dari konteks aslinya, sehingga menimbulkan kesan seolah pemerintah akan melakukan penagihan paksa kepada masyarakat. Meski berbagai klarifikasi telah disampaikan, sejumlah konten serupa masih terus bermunculan di media sosial.

“Padahal narasi-narasi hoaks itu sudah ada klarifikasinya. Namun masih ada saja yang mengabaikan klarifikasi dan tetap memproduksi serta menyebarkan hoaks,” demikian narasi dalam video tersebut.

Masifnya penyebaran hoaks ini pun memunculkan pertanyaan kemungkinan adanya motif tertentu di balik serangan disinformasi yang berulang. Sebagian kalangan menilai pola penyebaran yang sistematis patut dicermati secara kritis. Publik diimbau tidak mudah mempercayai informasi di media sosial tanpa melakukan verifikasi dari sumber resmi.

Kepala Kantor Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Farid Zamroni M, mengatakan, warga Indonesia sebenarnya semakin peduli terhadap isu hoaks dan disinformasi di ruang digital.

“Sudah banyak yang mulai sadar pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikan atau mempercayai konten online. Tapi masih banyak juga yang terjebak hoaks karena kurangnya literasi digital atau sengaja menyebarkan informasi palsu,” ujarnya.

Farid menyarankan beberapa langkah bijak untuk menyikapi hoaks di media sosial. Pertama, melakukan verifikasi sumber informasi dengan mengecek kredibilitas situs atau akun yang menyebarkan berita.

Kedua, tidak terburu-buru membentuk opini sebelum membaca berbagai sumber. Ketiga, memanfaatkan situs pengecekan fakta seperti TurnBackHoax dan CekFakta. Farid juga mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan konten hoaks kepada platform media sosial atau pihak berwenang.

“Masyarakat juga perlu meningkatkan literasi digital dan kritis dalam menyikapi hoaks berbasis AI, karena bagi masyarakat awam semakin sulit membedakan mana fakta dan mana manipulasi,” kata Farid.

Menurutnya, pengguna media sosial dapat mulai dengan mengenali tanda-tanda hoaks, seperti kualitas gambar atau video yang mencurigakan, sumber yang tidak jelas, serta tidak adanya konfirmasi dari media kredibel.

“Jangan terburu-buru percaya. Luangkan waktu untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Bahkan bisa memanfaatkan teknologi atau alat deteksi konten berbasis AI yang kini mulai tersedia,” ujarnya. *

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tinjau Banjir di Grobogan, Kepala BNPB: Warga Terdampak Banjir Akan Mendapat Ganti Rugi

    Tinjau Banjir di Grobogan, Kepala BNPB: Warga Terdampak Banjir Akan Mendapat Ganti Rugi

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024 | 19:33 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto didampingi Bupati Grobogan Sri Sumarni dan jajaran Forkopimda mengunjungi korban banjir di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Rabu (20/3/2024). Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan, sebelumnya di Grobogan juga terjadi banjir, waktu itu terjadi pada bulan Februari. Kemudian, banjir terjadi lagi pada bulan Maret. […]

  • Polisi Turun Langsung, Kapolsek Sragi Cek Tanggul Jebol Sungai Silempeng

    Polisi Turun Langsung, Kapolsek Sragi Cek Tanggul Jebol Sungai Silempeng

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026 | 05:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polsek Sragi bersama sejumlah instansi terkait melakukan pengecekan tanggul jebol di Sungai Silempeng, Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi, AKP Turkhan sebagai langkah cepat dalam merespons kondisi tanggul yang mengalami kerusakan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pompa Air Silempeng Muh. Wildan, […]

  • Buka Porseni IPNU-IPPNU Ulujami, Wakil Bupati Pemalang Dorong Lahirnya Juara Masa Depan

    Buka Porseni IPNU-IPPNU Ulujami, Wakil Bupati Pemalang Dorong Lahirnya Juara Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 | 15:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, secara resmi membuka gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ulujami di Desa Botekan pada Jumat (3/7/2026). Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Ulujami, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anggota DPRD setempat. Dengan tema “Berani Tampil, Siap Bertanding, Lahirkan Juara Masa Depan”, […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Pemalang Beri bantuan Benih Padi Unggul

    Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Pemalang Beri bantuan Benih Padi Unggul

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025 | 20:38 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Guna mendukung ketahanan pangan Pemerintah Kabupaten Pemalang, memberikan benih padi unggul kepada para peta petani, Senin (29/12/2025). Bantuan tersebut diserahkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam acara Pelaksanaan Tanam Perdana Program Benih Unggul di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Cibelok Kecamatan Taman. “Ini merupakan bagian dari 12 program strategis saya dan pak Nurkholes […]

  • Jurnalis Bersama Polisi di Pemalang Bagi-bagi Takjil

    Jurnalis Bersama Polisi di Pemalang Bagi-bagi Takjil

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026 | 22:33 WIB
    • account_circle Rizqon Arifiyandi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wartawan di Kabupaten Pemalang bersama anggota Polisi Polsek Bodeh Polres Pemalang bagikan ratusan takjil ramadan gratis untuk warga. Kegiatan berlangsung di depan Mapolsek Bodeh pada Jumat (27/2/2026) sore, pembagian takjil menyasar para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. ‎ ‎Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari program rutin Aliansi Wartawan Pantura […]

  • Wijayanto Samirin Ekonom Universitas Paramadina:Penangkapan Noel Alarm Bahaya Bagi Prabowo

    Wijayanto Samirin Ekonom Universitas Paramadina:Penangkapan Noel Alarm Bahaya Bagi Prabowo

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025 | 10:16 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kasus penangkapan Emmanuel Ebenezer atau Noel, aktivis 98 sekaligus Wakil Menteri, dinilai menjadi alarm bahaya bagi Presiden Prabowo dalam agenda pemberantasan korupsi dan implementasi program-program strategis pemerintah. Menurut Wijayanto Samirin, Ekonom Universitas Paramadina, momentum ini hadir di tengah komitmen Presiden yang selalu menegaskan perang terhadap korupsi di berbagai kesempatan. “Dalam pidatonya, Presiden kembali […]

expand_less