Jumat, 12 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo: Jangan Mudah Termakan Fitnah

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Gelombang disinformasi yang menyasar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjadi perhatian publik setelah berbagai konten hoaks beredar luas di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

Konten tersebut memuat berbagai tudingan, mulai dari klaim bahwa gubernur ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga narasi yang menyebut pemerintah akan menagih paksa pajak kendaraan langsung ke rumah warga.

Video yang beredar di sejumlah konten tersebut berasal dari potongan video yang dipelintir dari konteks aslinya, sehingga membentuk persepsi negatif di masyarakat.

Menjelang akhir 2025 hingga awal 2026, nama Gubernur Ahmad Luthfi masif diserang narasi hoaks. Mulai dari cerita di media sosial hingga konten video yang dipotong-potong sehingga menimbulkan disinformasi di masyarakat. Bahkan ada membuat foto dengan desain yang sama sekali tidak benar.

Hal ini dinilai memprihatinkan karena sebagian warganet menerima informasi tersebut tanpa proses verifikasi. Konten yang belum jelas kebenarannya bahkan ditonton ribuan pengguna media sosial dan dianggap sebagai fakta.

Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan, terdapat dua isu utama yang paling sering digunakan untuk menyerang gubernur. Isu pertama adalah hoaks yang menyebut Ahmad Luthfi ditangkap bersama Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan oleh KPK.

Faktanya, penangkapan Fadia tidak berkaitan dengan gubernur. KPK secara resmi sudah merilis bahwa saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Fadia tidak sedang bersama Gubernur. Ahmad Luthfi juga sudah membantah pernyataan Fadia.

Adapun isu kedua berkaitan dengan narasi yang menyebut penunggak pajak kendaraan akan didatangi dan ditagih secara paksa ke rumah. Informasi tersebut juga dipastikan tidak benar.

Program yang dimaksud sebenarnya merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Narasi yang beredar di media sosial merupakan potongan pernyataan yang keluar dari konteks aslinya, sehingga menimbulkan kesan seolah pemerintah akan melakukan penagihan paksa kepada masyarakat. Meski berbagai klarifikasi telah disampaikan, sejumlah konten serupa masih terus bermunculan di media sosial.

“Padahal narasi-narasi hoaks itu sudah ada klarifikasinya. Namun masih ada saja yang mengabaikan klarifikasi dan tetap memproduksi serta menyebarkan hoaks,” demikian narasi dalam video tersebut.

Masifnya penyebaran hoaks ini pun memunculkan pertanyaan kemungkinan adanya motif tertentu di balik serangan disinformasi yang berulang. Sebagian kalangan menilai pola penyebaran yang sistematis patut dicermati secara kritis. Publik diimbau tidak mudah mempercayai informasi di media sosial tanpa melakukan verifikasi dari sumber resmi.

Kepala Kantor Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Farid Zamroni M, mengatakan, warga Indonesia sebenarnya semakin peduli terhadap isu hoaks dan disinformasi di ruang digital.

“Sudah banyak yang mulai sadar pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikan atau mempercayai konten online. Tapi masih banyak juga yang terjebak hoaks karena kurangnya literasi digital atau sengaja menyebarkan informasi palsu,” ujarnya.

Farid menyarankan beberapa langkah bijak untuk menyikapi hoaks di media sosial. Pertama, melakukan verifikasi sumber informasi dengan mengecek kredibilitas situs atau akun yang menyebarkan berita.

Kedua, tidak terburu-buru membentuk opini sebelum membaca berbagai sumber. Ketiga, memanfaatkan situs pengecekan fakta seperti TurnBackHoax dan CekFakta. Farid juga mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta melaporkan konten hoaks kepada platform media sosial atau pihak berwenang.

“Masyarakat juga perlu meningkatkan literasi digital dan kritis dalam menyikapi hoaks berbasis AI, karena bagi masyarakat awam semakin sulit membedakan mana fakta dan mana manipulasi,” kata Farid.

Menurutnya, pengguna media sosial dapat mulai dengan mengenali tanda-tanda hoaks, seperti kualitas gambar atau video yang mencurigakan, sumber yang tidak jelas, serta tidak adanya konfirmasi dari media kredibel.

“Jangan terburu-buru percaya. Luangkan waktu untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Bahkan bisa memanfaatkan teknologi atau alat deteksi konten berbasis AI yang kini mulai tersedia,” ujarnya. *

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Baru Fokus Pembinaan Atlet, Wagub: Jateng Target Tiga Besar

    Dispora Baru Fokus Pembinaan Atlet, Wagub: Jateng Target Tiga Besar

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kerja (SOTK) Provinsi Jawa Tengah diharapkan membawa angin segar bagi dunia olahraga Jateng. Usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov pekan lalu, urusan olahraga tidak lagi tergabung dengan pariwisata. Jika sebelumnya Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, kini urusan tersebut berada dalam naungan dua OPD. Yakni, Dinas Pemuda […]

  • Bupati Anom Dampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Resmikan Pabrik Garmen wong Hang

    Bupati Anom Dampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Resmikan Pabrik Garmen wong Hang

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mendampingi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara pembukaan dan peresmian kembali operasional pabrik gament PT. Wong Hang Bersaudara dan PT. Akarsa di Jl. Lingkar Luar Pemalang, Jumat (19/12/2025). Setelah melalui proses revitalisasi, pabrik garment tersebut […]

  • Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan Diberi “Trauma Healing” Langsung Oleh Bunda Paud

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), memberikan layanan trauma healing atau pemulihan psikologis, bagi anak-anak yang terdampak banjir di Kota Pekalongan. Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi pengungsian Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2025). Di lokasi tersebut, ada 83 anak berusia 6 sampai 16 tahun, […]

  • Pesta Siaga Kwarcab Pemalang, Bupati Anom Pimpim Doa Bersama untuk Korban Longsor Jojogan

    Pesta Siaga Kwarcab Pemalang, Bupati Anom Pimpim Doa Bersama untuk Korban Longsor Jojogan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memimpin doa bersama untuk almarhumah Kiki Puji Yuliani, siswa SD N 03 Jojogan korban tanah longsor di Kecamatan Watukumpul yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) kemarin. Doa bersama dilaksanakan dalam acara pembukaan Pesta Siaga Kwarcab Pemalang Tahun 2026 di halaman SLB Negeri 1 Pemalang, Sabtu (7/2/2026). Acara tersebut dihadiri […]

  • Wujudkan Keluarga Berkualitas, Bupati Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Keluarga Melalui Program Bangga Kencana

    Wujudkan Keluarga Berkualitas, Bupati Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Keluarga Melalui Program Bangga Kencana

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID- Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui program Bangga Kencana. Ajakan tersebut disampaikan bupati saat membuka acara Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Membangun Ketahanan Keluarga Bersama Stakeholder dan Mitra Kerja di Kampung KB. Acara tersebut digelar di Lantai 10 Auditorium Menara Wijaya, Senin (25/3/2024). Bupati mengatakan, Program […]

  • PC IPM Rawalo Cetak Generasi Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Melalui Taruna Melati I

    PC IPM Rawalo Cetak Generasi Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Melalui Taruna Melati I

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG  – Dalam rangka memperkuat kaderisasi pelajar serta menanamkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan semangat tajdid sejak dini, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Rawalo menggelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM 1). Kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa kelas VIII ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Rawalo (Muhamra) pada Jumat–Ahad, 30 Januari–1 Februari […]

expand_less