Wamen Haji Danil Azhar Tekankan Tiga Faktor Ketangguhan Muhammadiyah Hingga Usia 113 Tahun
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- print Cetak

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. H. Dahnil Azhar Simanjutak, S.E., M.E.(Foto: Emsatunews.co.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sinar prestasi kembali menyingkap wajah-wajah inspiratif: AMM Terbaik: PDNA Banyumas, TPQ Unggulan: TPQ Al-Ikhsan Kesegeran Cilongok, PCM dengan Manajemen Wakaf Produktif Terbaik: PCM Wangon, Masjid Hijau Unggulan: Masjid Sabilul Muttaqin Pecikalan Wangon, dan PCM Terbaik: PCM Patikraja. Penghargaan itu menjadi cermin dedikasi, kerja keras, dan inovasi amal usaha Muhammadiyah yang menebar manfaat bagi umat.
H. Samidi, Ketua PCM Wangon, yang meraih Muhammadiyah Banyumas Award 2025 untuk kategori Manajemen Wakaf Produktif Terbaik dan Masjid Hijau Unggulan menyampaikan rasa syukur atas prestasi ini.
Ia mengapresiasi kerja keras pengurus dan jamaah, sekaligus menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengelola wakaf secara produktif, memberikan manfaat nyata bagi umat, serta mengembangkan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus inovasi sosial dan lingkungan.
Puncak acara diisi tausiyah Dahnil Azhar Simanjutak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI yang menghadirkan kehangatan, humor, dan kedalaman pesan.
Ia mengapresiasi tokoh dermawan Muhammadiyah Banyumas, yaitu H. Casiwan Haryo Sasongko, serta menyampaikan dukungan khusus untuk penguatan seni karawitan Gending Surya Laras LSBO PDM Banyumas.
Dalam tausiyahnya, Wamen menekankan tiga faktor ketangguhan Muhammadiyah hingga usia 113 tahun: (1). Muhammadiyah adalah Gerakan Tajdid, selalu berubah, adaptif, dan tidak boleh stagnan. (2). Ruhul Ikhlas, kekuatan yang menggerakkan ranting, cabang, hingga pusat tanpa pamrih, dan (3). Dampak Nyata, kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.
Ia juga memberikan Rp.5 juta bagi lima pemenang Muhammadiyah Award dan membantu 300 sak semen untuk pembangunan Masjid Kampus II MBS Zam-zam.
Acara ditutup dengan doa bersama, sesi foto, pertemuan calon jamaah haji, makan siang, dan salat Dzuhur berjamaah.
Kehadiran unsur PDM, PDA, ortom, Amal Usaha Muhammadiyah, TNI–Polri, MUI, PCNU, BI Purwokerto, serta struktur PCM–PRM se-Banyumas, yang dikawal puluhan KOKAM dan pendekar Tapak Suci, menjadikan acara ini tidak hanya semarak, tetapi juga penuh disiplin dan keteladanan.
Acara Pengajian Akbar dan Muhammadiyah Award 2025 di MBS Zam-zam Cilongok bukan sekadar perayaan milad, tetapi juga refleksi nyata semangat Muhammadiyah: dakwah yang mencerahkan, menyejahterakan, dan menggembirakan.
Dari prestasi santri, atlet, hingga pengelolaan amal usaha, terlihat komitmen persyarikatan dalam mencetak generasi unggul, menebar manfaat sosial, dan memperkuat moderasi beragama.
Kehadiran tokoh, jamaah, serta kolaborasi lintas unsur menunjukkan bahwa Muhammadiyah Banyumas terus menyala sebagai cahaya inspirasi, membentang dari kampung hingga peradaban, menguatkan umat dan memajukan bangsa. (Tarqum Aziz || Jurnalismu Banyumas Raya).
- Penulis: Fahroji




