DKV Fakultas Ilmu Rekayasa, Universitas Paramadina Gelar Diskusi Desain
- account_circle Fahroji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

“Kami berharap Re: Rasa dapat menjadi wadah eksplorasi ide, pertukaran pengalaman, sekaligus memperkuat posisi desain komunikasi visual sebagai medium komunikasi yang transformatif dan relevan dengan perkembangan global,” katanya.
Dalam kesemepatan yang sama Ketua Pelaksana Re: Rasa International Poster Biennale 2026, M. Rizky Kadafi, M.Sn., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan kolektif yang mengajak masyarakat untuk berpikir ulang, mencipta ulang, dan bertindak melalui desain.
“Poster bukan hanya media visual, tetapi juga ruang refleksi dan agen perubahan. Melalui karya-karya yang ditampilkan, kami ingin menghadirkan percakapan lintas budaya yang mendorong lahirnya kesadaran bersama terhadap berbagai persoalan kemanusiaan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Re: Rasa menghadirkan Creative Talk bertajuk “Visual Diplomacy: How Design Connects Cultures” yang menghadirkan narasumber Assoc. Prof. Ahmad Tarmizi, Ps.D. dari University Kelantan, Malaysia, Adi Nugroho, S.Ds., M.M. selaku Ketua AIDIA Nasional, Aditya Rizky, S.Ds. selaku Producer Guava Film, serta Hendriana Werdhaningsih, Ph.D. Diskusi ini membahas bagaimana desain berperan sebagai bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya dan memperkuat kolaborasi global.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut pada 1 Agustus 2026 melalui workshop animasi dan fotografi, kemudian ditutup pada 2 Agustus 2026 dengan Artist Talk bersama para desainer terpilih dari berbagai negara.
Melalui penyelenggaraan Re: Rasa International Poster Biennale 2026, Universitas Paramadina berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan desain komunikasi visual internasional sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi lintas negara yang menghasilkan inovasi kreatif bagi masyarakat.
Biennale ini diharapkan menjadi katalisator dalam menjadikan desain komunikasi visual sebagai jembatan antarbudaya, media diplomasi, dan instrumen transformasi sosial di tingkat global.*
- Penulis: Fahroji

