Selasa, 14 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

Universitas Paramadina Soroti Tantangan dan Solusi Koperasi Merah Putih

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Dalam rangka menyambut Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada 12 Juli, Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih: Menghadapi Realita, Meretas Solusi”. Diskusi ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (11/7), menghadirkan akademisi dan praktisi koperasi dari berbagai bidang, serta dimoderatori oleh Didip Diandra, MBA., dosen Universitas Paramadina.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerjasama Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, yang menegaskan bahwa nilai-nilai koperasi sangat selaras dengan nilai-nilai Keparamadinaan yang dijunjung kampus, yakni Keindonesiaan, Keislaman, dan Kemodernan.

“Koperasi memiliki semangat gotong royong, empati, dan kolaborasi, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa kita. Inilah mengapa penting bagi institusi akademik seperti Paramadina untuk turut menyuarakan pandangan yang konstruktif terkait inisiatif Koperasi Merah Putih,” ujar Prof. Iin.

Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya Universitas Paramadina, Dr. Handi Risza Idris, memberikan pandangan kritis terhadap target ambisius pemerintah membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih (KMP). Menurutnya, koperasi memang merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945, namun harus tetap menjunjung asas kemandirian dan kekeluargaan.

“Jangan sampai koperasi hanya menjadi instrumen politis atau proyek sentralistik pemerintah pusat, seperti yang pernah terjadi pada KUD masa lalu. Terlebih, sumber pendanaan KMP berasal dari dana desa dan APBDes. Jika tidak dikelola dengan prinsip good governance, program ini berpotensi menjadi beban baru, bukan solusi,” tegas Handi.

Sorotan tajam datang dari Suroto, S.E., Direktur Cooperative Research Center (CRC) Institut Teknologi Keling Kumang, sekaligus Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina. Ia menyebut pembentukan KMP sebagai kebijakan yang mengejutkan dan kontroversial.

“Penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9/2025 yang mengatur pendirian KMP secara top-down menimbulkan kebingungan hukum dan patut dipertanyakan dasar legalitasnya,” tegas Suroto.

Ia mengkritik bahwa pendekatan negara dalam mendirikan koperasi bertentangan dengan UU No. 25 Tahun 1992 yang menekankan kemandirian dan otonomi. Lebih lanjut, Suroto menyebut bahwa pendekatan ini mencederai semangat demokrasi ekonomi:

Sementara itu, dosen Universitas Paramadina Muhammad Iksan, MM. memaparkan tantangan dari sisi makro ekonomi. Ia menyebut pembentukan KMP terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi: pertumbuhan PDB yang melambat, inflasi yang meningkat, dan nilai tukar rupiah yang fluktuatif.

“Target 80.000 koperasi memang ambisius. Hingga Juni 2025, sudah terbentuk lebih dari 72.600 koperasi. Namun tantangan tetap besar—mulai dari menurunnya koperasi simpan pinjam, lemahnya tata kelola, hingga rendahnya inklusi koperasi,” jelas Iksan.

Menutup diskusi, moderator Didip Diandra, MBA. menggarisbawahi pentingnya pengawalan dari kalangan akademik untuk menjaga arah kebijakan koperasi di Indonesia agar tetap pada jalur yang benar.

“Koperasi seharusnya bukan alat politik atau proyek jangka pendek, melainkan wadah pemberdayaan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tegas Didip.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulang Latihan Hadroh di Rumah Teman, Pelajar di Pekalongan Tewas Terseret Arus

    Pulang Latihan Hadroh di Rumah Teman, Pelajar di Pekalongan Tewas Terseret Arus

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seorang pelajar berusia 12 tahun ditemukan tewas tenggelam di Sungai Lolong, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (12/09/2025) sore. Korban sebelumnya sempat berusaha diselamatkan oleh temannya, namun terbawa arus deras sungai. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Lolong, Sholehudin (50), yang menerima informasi dari warga sekitar pukul 15.00 wib. […]

  • Gus Yasin: Kegiatan Keagamaan Sebagai Perekat Persatuan, Penguat spiritual, dan Motivasi untuk Meneladani Akhlak Ulama

    Gus Yasin: Kegiatan Keagamaan Sebagai Perekat Persatuan, Penguat spiritual, dan Motivasi untuk Meneladani Akhlak Ulama

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ribuan jamaah Thoriqoh Syadziliyah memenuhi Pondok Pesantren Kiai Parak Bambu Runcing di Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Para jemaah mengikuti rangkaian haul Syaih Abu Hasan Asy-Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah, yang diadakan pada Minggu, 21 Desember 2025. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, melalui mauidhoh hasanah pada acara tersebut mengajak jemaah yan […]

  • PWRI Pemalang Diharapkan Sinergis Dengan Pemkab

    PWRI Pemalang Diharapkan Sinergis Dengan Pemkab

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – PWRI Kabupaten Pemalang diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi membangun daerah. Harapan tersebut disampaikan Bupati Pemalang Mansur Hidayat dalam arahannya pada acara Pelantikan Pengurus PWRI Kabupaten Pemalang Masa Bakti Tahun 2024-2029 dan Peringatan HUT PWRI ke 62 Tahun 2024 di Pendopo Kabupaten setempat, Selasa (23/07/2024) Menurut Mansur, kolaborasi, sinergi serta akselerasi dari […]

  • Aksi Pembagian 1000 Takjil PRAMULI Kwarran Moga pada Karya Bakti Lebaran 2025

    Aksi Pembagian 1000 Takjil PRAMULI Kwarran Moga pada Karya Bakti Lebaran 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Moga, melalui Satgas Pramuli Kwarran Moga menggelar program Karya Bakti Lebaran 2025. Kegiatan Karya Bakti Lebaran 2025 ini antara lain, Aksi bagi 1000 takjil untuk masyarakat, masjid dan musholla dilaksanakan tanggal 14 dan 15 Maret 2025. Kegiatan selanjutnya pengamanan arus mudik (PAM) […]

  • Rutan Pemalang dan KPKNL Tegal Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Tanah Negara

    Rutan Pemalang dan KPKNL Tegal Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Tanah Negara

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Tanah Negara di Balai Pertemuan Desa Lawangrejo, Kecamatan Pemalang. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat sekitar area tambak serta para pengelola tambak dari dalam maupun luar wilayah Desa Lawangrejo. Kegiatan dimulai pukul 09.00 […]

  • Kinerja Pemprov Jateng di Bawah Kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Raih Apresiasi DPR dan Pemerintah Pusat

    Kinerja Pemprov Jateng di Bawah Kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Raih Apresiasi DPR dan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen mendapat apresiasi dari pusat. Ketua Komisi II DPR RI Rifainizamy Karsayuda dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menilai kepemimpinan keduanya mampu meningkatkan kinerja pemerintahan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Apresiasi tersebut disampaikan saat acara Safari Ramadan dan buka […]

expand_less