Selasa, 3 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Mahasiswa Aceh di Semarang: Pak Luthfi adalah Ayah, Jawa Tengah adalah Rumah

Mahasiswa Aceh di Semarang: Pak Luthfi adalah Ayah, Jawa Tengah adalah Rumah

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Ruang depan Asrama Mahasiswa Aceh Semarang di Jalan Banjarsari, Tembalang, Kota Semarang, tak seperti beberapa hari sebelumnya. Jika sebelumnya cukup lengang, kini ramai dengan tumpukan dus dan karung.

Di sudut ruangan nampak timbunan berkarung-karung beras, dus makanan, minuman, minyak goreng, gula, dan mi instan. Bertumpuk-tumpuk jumlahnya.

Beberapa mahasiswa nampak sibuk mengepak barang-barang tersebut. Mereka bahu membahu memasukkan satu persatu bahan-bahan itu ke dalam kantong plastik.

“Semua bantuan ini nanti akan kita sebar dan dibagi ke mahasiswa yang kami data. Bantuan makanan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang, Muhammad Haekal Halifah, Kamis, 11 Desember 2025.

Timbunan logistik tersebut didrop oleh Pemprov Jawa Tengah, usai Gubernur Ahmad Luthfi mengunjungi asrama tersebut sehari sebelumnya. Gubernur silaturahmi dan berdialog dengan para mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di depan orang nomor satu di Jawa Tengah itu, para mahasiswa ngudha rasa alias curhat. Beberapa nampak menangis tatkala menceritakan kabar kondisi yang dialami keluarganya di seberang sana.

Ada pula yang bingung biaya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bayar kuliah, sedangkan kondisi keluarga di Aceh masih tak jelas.

Mendengar itu, Ahmad Luthfi langsung angkat bicara. Ia menginstruksikan jajarannya agar segera mengirim bantuan logistik untuk para mahasiswa. Tak hanya itu, Gubernur juga membantu membayar kos tiga bulan ke depan dan biaya kuliah.

Dan memang, tak sampai sehari bantuan logistik langsung datang ke asrama. Kunjungan Ahmad Luthfi ke asrama tempo hari nampaknya meninggalkan kesan mendalam.

Bagi Haekal yang yang lainnya, kehadiran Gubernur tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir bandang di kampung halaman.

Para mahasiswa merasa Ahmad Luthfi sebagai ayah, dan Jawa Tengah seperti rumah sendiri. Mereka menganggap warga Jawa Tengah ramah, dan pemerintahnya memiliki rasa empati yang tinggi.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jateng Sumarno: Peran DWP Sebagai Istri ASN dan Ibu dalam Keluarga Sangat Strategis dan Menentukan

    Sekda Jateng Sumarno: Peran DWP Sebagai Istri ASN dan Ibu dalam Keluarga Sangat Strategis dan Menentukan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkarakter akan melahirkan generasi yang unggul, cerdas, dan mampu berdaya saing. Dalam mewujudkan hal tersebut, peran DWP (Dharma Wanita Persatuan) sebagai istri ASN dan ibu dalam keluarga, sangat strategis dan menentukan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, usai Resepsi HUT ke – 26 Dharma […]

  • Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

    Sekolah Demokrasi: Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina bekerjasama dengan Universitas Diponegoro, LP3ES, KITLV Leiden, dan INDEF menyelenggarakan Sekolah Demokrasi Angkatan VIII dengan tema Mencegah Keruntuhan Institusi dan Membangun Kembali Demokrasi. Acara yang berlangsung selama 2 hari (28-29 November 2025) bertempat di Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, dan kampus Cipayung. Prof. Suharnomo, Rektor Universitas Diponegoro, dalam sambutanya dengan nada […]

  • Akibat Ledakan Bahan Petasan, Tiga Remaja Dirawat di RS Dr. Moewardi

    Akibat Ledakan Bahan Petasan, Tiga Remaja Dirawat di RS Dr. Moewardi

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Akibat ledakan bahan petasan yang terjadi di Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, empat remaja terluka. Tiga diantaranya dirawat di RS Dr. Moewardi Surakarta, satu korban mengalami luka bakar ringan dan rawat jalan, Selasa (19/3/2024). Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, ledakan terjadi pada Minggu […]

  • Kontes Bonsai Tingkat Nasional di Pemalang, Dibanjiri Ratusan Peserta

    Kontes Bonsai Tingkat Nasional di Pemalang, Dibanjiri Ratusan Peserta

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kontes bonsai tingkat nasional yang berlangsung di Lapangan Puri Praja Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang dibanjiri para pecinta bonsai. Ada 512 peserta yang ikut serta meramaikan kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, DIY, dan Jawa Barat. Kontes yang bertajuk “Pesona Bonsai Pemalang Bercahaya” ini dibuka oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, […]

  • Ketika Surya Menjadi Tenaga, Asa Baru di Kepungan Rob Sayung

    Ketika Surya Menjadi Tenaga, Asa Baru di Kepungan Rob Sayung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Siang pada 31 Desember 2025, di Dukuh Lengkong, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Di tengah kawasan pesisir yang bertahun-tahun bergulat dengan rob, sebuah pompa berdiri sebagai simbol ikhtiar baru: Pompa Air Tenaga Surya (PATS). PATS Sayung ini baru saja diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Tan Yasin Maimoen. Ada satu […]

  • Bocah 10 Tahun di Pekalongan Meninggal Tersengat Listrik Tiang Penyangga Kabel Jaringan Internet

    Bocah 10 Tahun di Pekalongan Meninggal Tersengat Listrik Tiang Penyangga Kabel Jaringan Internet

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    ERAPOS ONLINE – Seorang bocah 10 tahun meninggal dunia usai tersengat listrik saat dirinya memegang tiang penyangga kabel jaringan internet di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/4/2025) sore. Korban Muhammad Wildan Ariziq tersengat listrik kala ia bermain bersama empat orang temannya untuk menunggu layangan yang putus. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pekalongan Iptu […]

expand_less