Warga Desa Randumuktiwaren ‘Geruduk’ DPRD, Tuntut Kades Mundur Atas Dugaan Korupsi Dana Desa
- calendar_month 35 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Suasana di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan tampak memanas pada Rabu (14/1/2026). Sebanyak 50 warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, mendatangi gedung wakil rakyat dengan menggunakan truk dan kendaraan pribadi.
Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan audiensi dengan Komisi A DPRD guna menuntut keadilan terkait dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa.
Sebelum memasuki ruang rapat, warga sempat membentangkan spanduk bernada protes keras di halaman gedung. Beberapa spanduk bertuliskan tuntutan agar Kepala Desa, Caharyadi, segera dicopot dari jabatannya karena diduga telah menyelewengkan dana desa sebesar lebih dari Rp. 230 juta.
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi A ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A, Kholiz Jazuli, serta dihadiri oleh jajaran anggota dewan, Inspektorat, Dinas PMD, DKPP, Camat Bojong, dan Kabag Ops Polres Pekalongan guna memastikan keamanan.
Perwakilan warga, Bahrudin, menyampaikan rasa kecewa yang mendalam atas carut-marutnya tata kelola keuangan di desanya.
Ia memaparkan beberapa tuntutan utama warga Randumuktiwaren diantaranya transparansi temuan Inspektorat terkait penyalahgunaan Dana Desa tahun 2020-2024, kejelasan keberadaan bantuan traktor besar yang raib dari lokasi, pengunduran diri Kadus V (Hening Priambodo) dan pengembalian dana sewa tanah bengkok kepada warga dan pengunduran diri Kepala Desa Randumuktiwaren secara etika atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
“Kami sudah melapor sejak 2022, tapi LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) baru kami peroleh di akhir 2025 setelah kami gerakkan di media sosial. Kami minta ketegasan, kenapa dana desa bisa terus cair padahal temuan tahun sebelumnya belum selesai,” tegas Bahrudin di hadapan pimpinan rapat.
Camat Bojong mengungkapkan bahwa Kepala Desa Randumuktiwaren sulit dihubungi dan jarang hadir dalam rapat koordinasi.
- Penulis: Fahroji




