Ironi Mudik Gratis: Berniat Pulang ke Pemalang, Malah ‘Terbuang’ hingga Pekalongan
- account_circle Fahroji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Harapan enam warga Pemalang untuk segera melepas rindu dengan keluarga di Randudongkal harus tertunda akibat kekakuan prosedur. Alih-alih sampai di rumah, rombongan pemudik asal Bogor ini justru harus merasakan dinginnya malam di Rest Area 338A Pekalongan setelah diturunkan paksa di lokasi yang tidak semestinya, Rabu (18/03/2026).
Konflik bermula ketika bus yang membawa mereka melintasi wilayah Pemalang. Karena keluarga penjemput sudah bersiap di Exit Tol Pemalang, mereka memohon agar diizinkan turun lebih awal. Sopir bus awalnya bergeming dengan dalih perintah panitia mudik gratis tujuan Semarang sangat ketat: tidak boleh ada penumpang turun di tengah jalan.
Ironisnya, hasil negosiasi berujung pahit. Pengemudi memang akhirnya menurunkan mereka, tetapi bukan di pintu keluar tol yang diminta, melainkan di rest area wilayah Pekalongan. Akibatnya, para pemudik ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk kembali ke titik jemput awal mereka di Pemalang.
Mendapati adanya laporan pemudik yang terlantar pada pukul 18.30 wib, petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 338A yang sedang berpatroli langsung menghampiri rombongan tersebut untuk memberikan perlindungan dan bantuan.
Petugas kepolisian langsung melakukan pendataan dan memastikan kondisi kesehatan para pemudik tersebut. Sembari menunggu jemputan dari pihak keluarga, belasan petugas menyiagakan tempat istirahat yang layak di area pos pelayanan.
“Kami menerima laporan adanya enam pemudik yang diturunkan di sini padahal tujuan mereka adalah Pemalang. Kami pastikan mereka aman di pos sampai pihak keluarga datang menjemput,” ujar Waka Posyan 338A Ipda Arif Pambudi.
Tak berselang lama, pihak keluarga dari Randudongkal, Pemalang, tiba di Rest Area 338A untuk menjemput ke-6 pemudik tersebut. Petugas kepolisian pun membantu dan memastikan rombongan dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.
Ipda Arif menegaskan bahwa seluruh personel diperintahkan untuk peka terhadap kendala sekecil apa pun yang dialami pemudik di wilayah hukumnya.
- Penulis: Fahroji



