Senin, 31 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Wisata » Citywalk Pemalang Bisa Menjadi Satu Paket Tujuan Wisata

Citywalk Pemalang Bisa Menjadi Satu Paket Tujuan Wisata

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026 | 10:49 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Citywalk Pemalang dapat menjadi magnet pariwisata. Ungkapan tersebut disampaikan Waka DPD HPI Jateng, Gunawan usai menghadiri pembukaan Muscab DPC HPI Pemalang di Hotel Sentana. Selasa (10/2) 2026)

Selanjutnya Ia menuturkan, ketika ke Jogja, secara alam tidak ada keindahan di Malioboro, tapi hampir semua wisatawan, belum merasa ke Jogja, sebelum ke malioboro.

“Jadi,  yang baik harus di contoh. Di Cilacap ada titik nol, di Jogja ada Malioboro,  di Pemalang ada Citywalk ini bisa menjadi satu pijakan untuk menjadi paket pariwisata tersendiri, karena kita sudah punya paket pariwisata yaitu Citywalk dengan paket paket wisata alam yang ada,” terang Gunawan.

Kemajuan sektor pariwisata yang akan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) itu,  kata Gunawan harus ada kerja sama yang baik antara pemangku pariwisata dan pelaku pariwisata serta semua stakeholder yang ada. Karena tanpa kerja sama yang baik menurut Gunawan itu mimpi yang tidak akan terwujud. Karena itu, kerja sama yang baik merupakan langkah utama yang harus dirempuh.

Untuk DPC HPI Pemalang, Gunawan pesan, penting sekali untuk upgrade skill Kemudian menaikan daya jual pribadi sebagai seorang pemandu wisata yang baik, santun dan profesional dan harus bisa menjual potensi wisata atau pun keindahan yang ada di dalam daerah kita sendiri.

“Jangan sampai kita menjual potensi wisata daerah lain tapi potensi wisata yang ada di wilayah kita sendiri terlupakan.  Disitulah peran dari DPC HPI Pemalang yang setidaknya kedepan harus lebih giat untuk mempromosikan Pemalang,” tandas Gunawan.

Menurut Gunawan, sekecil apapun keindahan, buatlah narasi dengan sebaik mungkin, sehingga mereka akan tertarik, kemudian penasaran dan datang untuk berkunjung

Menyinggung kegiatan Muscab DPC HPI Pemalang, Gunawan kembali berpesan agar tetap menjaga eksistensi, seduluran selawase dan jangan sampai terpecah-belah hanya karena kedudukan atau jabatan.  Karena menjadi seorang ketua bukan prestise atau di untungkan tapi harus menjadi orang tua yang bisa menjadi tauladan bagi teman-teman lainnya yang masih muda muda.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jateng Dorong 35 Kabupaten/Kota Selenggarakan Event Lari, Tonjolkan Keunikan Daerah

    Sekda Jateng Dorong 35 Kabupaten/Kota Selenggarakan Event Lari, Tonjolkan Keunikan Daerah

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025 | 15:10 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekitar 3.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan event olahraga Semarang 10 K, Minggu, 14 Desember 2025, di Kota Semarang. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang menjadi salah satu peserta dalam event ini memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta. Menurutnya, hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap event lari sangat tinggi. Dia […]

  • Bupati Anom Laksanakan  Groundbreaking Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu

    Bupati Anom Laksanakan Groundbreaking Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026 | 22:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang melaksanakan groundbreaking pembangunan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) di Desa Cibelok dan Kelurahan Kebondalem dalam rangka Peringatan Hari Bumi Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jl. Banjardawa–Penggarit, Jumat (24/04/2026). Sebagai tanda dimulainya pembangunan, Bupati Pemalang secara simbolis melakukan peletakan batu dan pasir di lokasi proyek. TPST ini direncanakan berada di […]

  • Penerima Bansos di Kota Pekalongan Dilatih Menjadi Wirausaha Pemula

    Penerima Bansos di Kota Pekalongan Dilatih Menjadi Wirausaha Pemula

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024 | 19:55 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Sebanyak 33 orang penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Pekalongan dilatih menjadi wirausaha pemula disalah satu Hotel di Pekalongan, Selasa, (27/8/2024). Mereka dibekali dengan pelatihan pembuatan kue kering dan kue basah, oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) setempat, mulai 26-29 Agustus 2024. Melihat antusias para peserta, Wali Kota Pekalongan […]

  • Sigap Menanggapi Laporan Masyarakat, Polresta Cilacap Gagalkan Rencana Tawuran

    Sigap Menanggapi Laporan Masyarakat, Polresta Cilacap Gagalkan Rencana Tawuran

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024 | 21:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Sebanyak 20 remaja yang diduga hendak telibat tawuran pada Senin (18/3/2024) malam, digelandang ke Mapolresta Cilacap, Selasa (19/3/2024). Kapolresta Cilacap Kombes Pol Ruruh Wicaksono melalui Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo mengatakan, puluhan remaja diamankan disalah satu rumah di jalan bintang Timur, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Menurutnya, polisi mendatangi […]

  • Wabup Pemalang Tinjau Hasil TMMD di Desa Wanarata

    Wabup Pemalang Tinjau Hasil TMMD di Desa Wanarata

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025 | 22:50 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Usai menghadiri upacara penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 di Lapangan Desa Wanarata Kecamatan Bantarbolang, Wakil Bupati Pemalang, Nukholes bersama Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Mohammad Arif dan anggota Forkopimda lainnya meninjau dan meresmikan hasil sasaran fisik TMMD yang tak jauh dari tempat upacara. Kamis (21/8/2025). Dilokasi sasaran fisik, Wabup mengatakan, dengan adanya […]

  • Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    Pemilu Tanpa Publik, Kekuasaan Tanpa Kontrol

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026 | 07:54 WIB
    • account_circle Adm min
    • 0Komentar

    Oleh: Teguh Eko Prasetyo* Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan alasan efisiensi anggaran sejatinya bukan upaya menghemat demokrasi, melainkan menyederhanakannya dengan cara paling berbahaya: mengeluarkan rakyat dari proses pengambilan keputusan. Di balik bahasa teknokratis tentang biaya, tersembunyi pilihan politik mendasar tentang apakah negara masih menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Hak memilih pemimpin bukanlah […]

expand_less