Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi EBT dan Pengolahan Sampah ke Pengusaha Tiongkok
- account_circle Fahroji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ahmad Luthfi saat menghadiri Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia.(Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara agresif terus berupaya menarik investasi asing ke wilayahnya. Di hadapan puluhan pengusaha asal Tiongkok, Luthfi memaparkan potensi besar investasi di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) serta proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jawa Tengah.
Promosi tersebut disampaikan dalam forum “Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia” yang digelar di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.
Luthfi menegaskan bahwa kesiapan kawasan industri dan posisi geografis yang strategis menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi utama bagi investor global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Tiongkok dan seluruh negara kami undang ke Provinsi Jawa Tengah karena dari segi geologi, strategi, dan tipologi menjadi hub ekonomi,” kata Luthfi.
Ia memaparkan, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp 110,02 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun, serta UMKM Rp 21,52 triliun.
Sementara pada triwulan I 2026, investasi di Jawa Tengah telah menembus Rp 23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89 persen.
Menurut Luthfi, saat ini Jawa Tengah memiliki tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus yang telah berjalan. Selain itu, sebanyak 12 daerah tengah menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru untuk mendukung pemerataan investasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp 10,13 triliun,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ahmad Luthfi juga menawarkan sedikitnya tujuh proyek energi baru terbarukan yang siap dikerjasamakan dengan investor. Proyek itu meliputi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, waste to energy, hingga panas bumi atau geothermal.
- Penulis: Fahroji

