Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) Banyumas, Kompetisi Islami yang Membangun Karakter Santri
- account_circle Fahroji
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Para juara JamasMu 1 Banyumas. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Sekitar 400 santri dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas mengikuti Jambore Anak Sholeh Muhammadiyah (JamasMu) 1 yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Banyumas bekerja sama dengan BADKO TPQ Muhammadiyah Banyumas dan LAZISMU Banyumas.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Abu Daldiri dan Aula SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, Sabtu (27/6/2026), menjadi ajang pembinaan sekaligus syiar Islam bagi santri TPQ Muhammadiyah.
Mewakili panitia dan BADKO TPQ Muhammadiyah Banyumas, KH Sudarman, S.Ag., menjelaskan bahwa peserta berasal dari sekitar 30 TPQ Muhammadiyah yang masing-masing mengirimkan 10 delegasi.
Mereka berkompetisi dalam lima cabang lomba, yakni adzan, pildacil putra, pildacil putri, sambung ayat putra, dan sambung ayat putri.
Menurutnya, JamasMu 1 bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan wujud nyata gerakan dakwah Muhammadiyah dalam membina generasi Qurani yang tangguh dan berkarakter.
Melalui berbagai cabang lomba tersebut, para santri tidak hanya diuji kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga keterampilan berdakwah, memimpin ibadah, serta mengembangkan bakat dan pemahaman keislaman. Panitia juga menyiapkan berbagai piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasi para peserta.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas, KH Muhammad Sugeng, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, ustadz pendamping, dan peserta yang telah berpartisipasi.
Kehadiran ratusan santri dari TPQ dan Madrasah Diniyah dinilainya menjadi bukti konsistensi Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, religius, dan berkeadaban sebagai investasi dakwah jangka panjang.
“Momentum menyambut 1 Muharram ini sangat tepat untuk menanamkan jiwa hijrah menuju kebaikan. Kita harus menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini kepada anak-anak kita,” ujarnya.
- Penulis: Fahroji

