Selasa, 10 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Cegah Potensi Kerawanan Pangan, Dishanpan Jateng Salurkan 1.100 Bantuan Pangan

Cegah Potensi Kerawanan Pangan, Dishanpan Jateng Salurkan 1.100 Bantuan Pangan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jirnal Pemalang – Cegah potensi kerawanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah salurkan bantuan pangan sebanyak 1.100 paket, Senin, (2/7/2024).

Kepala Dishanpan Jateng, Dyah Lukisari mengatakan, bantuan ini diberikan kepada rumah tangga miskin (RTM) yang ditentukan dari berbagai analisis.

Di antaranya, kabupaten dengan angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan, atau Prevalence of Under Nourishment (PoU) tinggi.

Selain itu, juga berdasar peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) kategori 1-3, dan merupakan RTM berdasar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dari hasil itu, terdapat ada 22 desa yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Kebumen, Cilacap, Boyolali, Klaten, Magelang, dan Grobogan menjadi sasaran.

“Diharapkan masyarakat terbantu dalam mengurangi beban pengeluaran untuk pangan, dan mampu meningkatkan gizi keluarga RTM untuk hidup sehat, aktif, dan produktif,” katanya.

Bantuan ini hingga Juli 2024 sudah disalurkan sebanyak empat kali. Rencananya akan ada lima kali distribusi lagi hingga Desember 2024.

“Masing-masing RTM menerima bantuan berupa 1 kilogram telur, 1 kilogram daging ayam, 5 kilogram beras medium, dan 8 sachet susu bubuk. Adapun, anggaran untuk memberikan bantuan ini berasal dari APBD Pemprov Jateng,” ujarnya.

Ia mengungkap, program serupa juga telah dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Jateng.

Penerimanya sebanyak 18.567 keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada di Kabupaten Kebumen, Purworejo, Cilacap dan Banjarnegara.

“Sehingga sasaran kami ada di daerah yang belum tercover bantuan dari Bapanas RI. Tiap desa ada sebanyak 50 RTM yang menerima, pemberian bantuan dilakukan sebulan sekali,” ungkapnya.

Ia membeberkan, pada tahun 2025 juga akan ada program serupa, namun program itu nantinya berbentuk subsidi harga pangan.

“Setiap RTM hanya perlu membayar Rp30.000 untuk 1 paket berupa 2 kilogram telur, 1 kilogram daging ayam frozen, dan 425 gram sarden,” pungkasnya.***

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produsen Batik di Jateng Terbesar se – Indonesia, Wagub Dorong UMKM Go Global

    Produsen Batik di Jateng Terbesar se – Indonesia, Wagub Dorong UMKM Go Global

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin mengatakan, Jawa Tengah telah membuktikan diri sebagai provinsi dengan produk kerajinan yang unggul, dibanding provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah produsen batik di Jateng sebanyak 2.229 unit. Itu tercatat sebagai pusat produksi terbesar di Indonesia. Dibandingkan […]

  • Inilah Kisah Penderes Asal Jateng yang Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Akhirnya Dipulangkan

    Inilah Kisah Penderes Asal Jateng yang Terdampar 15 Hari di Hutan Pinus Aceh, Akhirnya Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sebanyak 18 warga asal Jawa Tengah yang sempat terjebak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya dipulangkan ke kampung halaman. Mereka tiba di Jakarta menggunakan pesawat Hercules TNI AU pada Senin, 29 Desember 2025, dan selanjutnya melanjutkan perjalanan darat menuju daerah asal masing-masing. Salah satu korban, Sarto, penderes […]

  • Cegah Darurat Sampah, Pemkab Batang Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Desa

    Cegah Darurat Sampah, Pemkab Batang Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Desa

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar lomba pengelolaan sampah desa se-Kabupaten Batang, Selasa (6/8/2024). Ketua tim penilai lomba Muhammad Fathoni mengatakan, lomba yang diinisiasi Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang ini bertujuan untuk menghindari darurat sampah, sekaligus menanamkan […]

  • Sah! 126 Anggota BPD di Kecamatan Ulujami Resmi Dikukuhkan

    Sah! 126 Anggota BPD di Kecamatan Ulujami Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PEMALANG, JURNAL PEMALANG – Sebanyak 126 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Ulujami resmi dikukuhkan. Mereka dikukuhkan oleh Plt sekretaris Camat Ulujami Agung Budoyo, di GOR Parikesit Pagergunung, Senin (15/7/2024). Turut hadir pada acara tersebut, Kapolsek Ulujami AKP Teguh Hadi Santoso, Danramil 05/Ulujami, Kepala KUA Ulujami, serta beberapa kepala desa di Kecamatan Ulujami. Sekretaris Camat […]

  • Tekan Infasi di Pemalang, Pemkab Gelar Pasar Murah

    Tekan Infasi di Pemalang, Pemkab Gelar Pasar Murah

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang teus berupaya melakukan kegiatan pasar murah, guna mengendalikan inflasi di wilayah ini. Pasar murah  kali ini, dilaksanakan di Kecamatan Moga pada Selasa, 17 Maret 2025. Kegiatan ini mendapat respon hangat dari masyarkat, ini terlihat antusiasnya yang mendatangi even terbut. Melihat hal tersebut Anom Widiyantoro pun berharap kegiatan itu dapat […]

  • Wagub Jateng: Perlunya Dilakukan Rekaya Cuaca dalam Penangan Banjir dan Longsor di Wiayah Kudus

    Wagub Jateng: Perlunya Dilakukan Rekaya Cuaca dalam Penangan Banjir dan Longsor di Wiayah Kudus

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan perlunya dilakukan rekayasa cuaca dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kudus, Pati, dan Jepara. Mengingat, intensitas hujan sangat tinggi di tiga wilayah ini selama empat hari berturut-turut. “Jadi selama empat hari tidak ada matahari, jadi hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu ada […]

expand_less