Jateng Minimarket Bencana, Ahmad Luthfi Minta PMI Jadi Garda Depan
- account_circle Fahroji
- calendar_month Jumat, 31 Jul 2026 | 16:13 WIB
- print Cetak

Ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam manajemen kebencanaan, mulai dari mitigasi sebelum bencana, penanganan saat bencana, hingga pemulihan pascabencana.
Menurutnya, PMI selama ini telah membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan.
“Di lapangan saya melihat PMI Jawa Tengah telah memaknai dirinya sebagai institusi utama, tulang punggung yang bersama pemerintah menjadi problem solving terhadap persoalan di wilayah kita,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan, seluruh jajaran PMI harus selalu berada dalam kondisi siaga karena Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, siap 24 jam. Prinsip kita, maksimal enam jam setelah kejadian, PMI sudah bergerak membantu masyarakat,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, kecepatan respons harus ditopang oleh relawan yang terlatih, logistik yang memadai, serta peralatan yang siap digunakan setiap saat. Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan PMI bergantung pada kepercayaan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
“Ada tangan di atas yang membantu, ada tangan di bawah yang menerima bantuan, dan PMI berada di tengah. Semua itu hanya bisa berjalan jika kepercayaan terus dijaga,” katanya.
Menghadapi ancaman kekeringan akibat El Niño, Jusuf Kalla mengatakan PMI telah menyiapkan sekitar 200 truk tangki air untuk membantu daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
- Penulis: Fahroji
