Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Mapel PAI dan BP » Materi Ajar PAI dan BP Kelas X SMA/SMK “Asuransi Syariah”

Materi Ajar PAI dan BP Kelas X SMA/SMK “Asuransi Syariah”

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025 | 10:22 WIB
  • print Cetak

Untuk mencapai tujuan tersebut, asuransi syariah harus memiliki dasar atau prinsip yang menjadi pijakannya. Adapun prinsip dasar asuransi syariah adalah:

  1. Tauhid. Setiap tindakan atau keputusan yang diambil dalam praktik asuransi syariah, harus berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan. Prinsip tauhid harus digunakan sebagai dasar dalam bermuamalah, karena sejatinya setiap tindakan manusia adalah bersumber dari Allah Swt.
  2. Keadilan, Prinsip keadilan dalam asuransi syariah yaitu menempatkan hak peserta dan pengelola asuransi syariah sesuai dengan proporsinya. Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia Nomor: 53/DSN-MUI/III/2006 tentang akad tabarru (pembayaran premi), bahwa kewajiban anggota adalah membayarkan tabarru yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang mengalami musibah dan berhak atas klaim asuransi, sementara pengelola berkewajiban mengelola dana tabarru serta berhak mendapatkan bagi hasil atas dana tabarru yang diinvestasikan. Prinsip keadilan dalam asuransi syariah juga akan tercermin dari transparansi dari setiap transaksi sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan.
  3. Ta’awun (tolong-menolong). Ta’awun berarti saling menolong atau saling membantu. Seseorang yang berniat menjadi peserta asuransi, harus dilandasi prinsip saling membantu karena hal tersebut merupakan prinsip utama dari asuransi syariah. Setiap peserta akan membayar tabarru yang dikelola oleh perusahaan asuransi untuk kemudian dipergunakan menolong dan meringankan beban peserta lain yang tertimpa musibah.
  4. Kerjasama. Dalam praktik asuransi syariah, seorang peserta akan melakukan kerjasama dengan perusahaan asuransi untuk menghindari risiko yang tidak terduga atau tidak bisa diprediksi. Wujud dari kerjasama tersebut adalah akad yang berupa mudharabah atau musyarakah, yaitu kesepakatan kerjasama dengan prinsip bagi hasil. Mudharabah adalah akad kerjasama antara peserta asuransi (shahibul maal) dengan pihak perusahaan pengelola (mudharib) untuk mengelola dana tabarru dan/atau dana investasi peserta sesuai dengan wewenang yang telah ditentukan dengan mendapat imbalan berupa bagi hasil yang besarnya telah disepakati bersama. Musyarakah adalah akad kerjasama antara peserta (shahibul maal) dan pihak perusahaan asuransi (mudharib) di mana pihak shahibul maal hanya berkontribusi dengan memberikan setoran dananya, sedangkan pihak mudharib berkontribusi dengan memberikan keahliannya dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan kerugian akan ditanggung bersama.
  5. Amanah (trustworthy). Prinsip amanah dalam asuransi syariah ini harus tercermin dalam keterbukaan informasi dan akuntabilitas perusahaan melalui laporan periodik yang mudah diakses oleh peserta asuransi.
  6. Kerelaan (ridla). Penerapan prinsip ridla dalam asuransi syariah yaitu dengan merelakan sejumlah dana dalam bentuk premi asuransi yang dibayarkan secara rutin kepada perusahaan asuransi untuk dana sosial. Peruntukan dana sosial ini benar-benar bertujuan untuk membantu peserta lain yang sedang tertimpa musibah.
  7. Larangan praktik riba. Riba adalah mengambil keuntungan atau kelebihan pada pengembalian yang berbeda dari jumlah aslinya. Praktik riba dalam asuransi dapat berupa pengalokasian premi yang dibayarkan oleh peserta, untuk investasi yang mengandung praktik riba di dalamnya. Oleh karena itu pada pelaksanaan asuransi syariah, tidak boleh sama sekali mengandung unsur riba
  8. Larangan praktik gharar. Gharar adalah situsasi di mana terjadi ketidakjelasan informasi di antara kedua belah pihak yang bertransaksi. Dalam hal ini, contoh praktik gharar pada asuransi dapat terjadi manakala pihak perusahaan menyatakan akan

5. Perbedaan Asuransi Non Syariah dengan Asuransi Syariah

Adapaun perbedaan utama asuransi syariah dengan konvensional terletak pada pengelolaannya yang akan dijelaskan ssebagai berikut:

  1. Asuransi syariah memiliki konsep pengelolaan sharing risk, dimana para peserta mempunayai satu visi yaitu tolong menolong melalui tabarru.
  2. Asuransi konvensioan memiliki konsep pengelolaan transfer risk, di mana risiko peserta ditanggung oleh perusahaan.

6. Manfaat Asuransi Syariah bagi Umat

Dengan berkembangnya asuransi syariah di tengah masyarakat, maka beberapa manfaat yang dapat diambil dengan menggunakan asuransi syariah adalah:

  1. Merupakan cerminan dari perintah Allah Swt. dan Rasulullah Saw. untuk saling tolong menolong dalam kebaikan
  2. Menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian antar sesama anggota
  3. Melindungi diri dari praktik-praktik muamalah yang tidak bersyariat
  4. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko kerugian yang diderita oleh
    hanya satu pihak
  5. Efisien, dikarenakan tidak perlu lagi mengalokasikan biaya, waktu dan
    tenaga tersendiri untuk memberikan perlindungan diri
  6. Sharing cost, yaitu cukup hanya dengan membayar biaya dengan jumlah
    tertentu, dan tidak perlu membayar sendiri jumlah biaya kerugian yang
    timbul karena sesuatu yang tidak bisa diprediksi.
  7. Menabung, karena premi yang dibayarkan kepada pihak asuransi, pada saat
    jatuh tempo akad selesai, maka uang tersebut akan dikembalikan kepada
    peserta asuransi

Menutup loss of corning power seseorang atau badan usaha, pada saat tidak
lagi bekerja atau beroperasi.

*Sumber: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Penulis: Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati (Kemendiknas dan Kemenag).

  • Penulis: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKH Bukan Bantuan Permanen, Melainkan Jaringan Sementara

    PKH Bukan Bantuan Permanen, Melainkan Jaringan Sementara

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025 | 01:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – PKH bukan bantuan permanen, melainkan jaringan sementara untuk mendorong kemandirian keluarga. Ungkapan tersebut disampaikan Mensos RI Saifullah Yusuf dalam acara graduasi 1000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pemalang Tahun 2025 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (17/11/2025). “Yang di graduasi ini dulunya di afirmasi dan di pangku. Awalnya dibela, […]

  • Nahkodai Olahraga Pemalang, 44 Pengurus KONI 2026-2030 Resmi Dilantik

    Nahkodai Olahraga Pemalang, 44 Pengurus KONI 2026-2030 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Sebelumnya, Ketua KONI Kabupaten Pemalang Prasetyo Widiyatmoko menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang atas dukungan yang diberikan terhadap program-program KONI, khususnya dalam persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di Semarang Raya. Prasetyo menjelaskan bahwa setelah pelantikan, KONI Pemalang akan segera melakukan pematangan dan pembinaan atlet mulai Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan […]

  • Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025 | 10:11 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurut Hetifah, perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menuju pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi. Evolusi ini penting agar lulusan mampu menjawab tantangan strategis nasional seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan penguasaan sains serta teknologi. Dari perspektif transformasi kelembagaan, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi […]

  • PGRI Cabang Moga Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Buper Sikucing Moga

    PGRI Cabang Moga Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Buper Sikucing Moga

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024 | 12:53 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

     

  • Pengembangan UMKM, Rizal Bawazier Menggunakan Program Ikon Desa

    Pengembangan UMKM, Rizal Bawazier Menggunakan Program Ikon Desa

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024 | 19:13 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Program Ikon Desa merupakan salah satu program untuk pengembangan UMKM. Program tersebut adalah program dari anggota DPR RI Rizal Bawazier selama dirinya mengemban amanah di Senayan, Minggu (13/10/2024). Menurutnya, UMKM ini merupakan tulang punggung Indonesia, sebab, jumlah tenaga kerja di Indonesia itu berasal dari sektor UMKM. “Secara nasional 97 persen tenaga kerja […]

  • Pemprov Jateng Gandeng Kader PKK Menguji Makan Bergizi di 4 Sekolah Dasar

    Pemprov Jateng Gandeng Kader PKK Menguji Makan Bergizi di 4 Sekolah Dasar

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024 | 20:48 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    “Kita melihat dengan (anggaran) Rp15 ribu sudah mendapat ayam krispi, tempe, buah dan sayuran. Itu menu yang baik, dan akan kami kembangkan,” kata Nana, usai acara di SD Negeri Bedono 02. Nana berharap, nantinya ketika presiden dan wapres RI terpilih Prabowo-Gibran dilantik, program tersebut bisa terlaksana merata di seluruh negeri. Di tingkat provinsi, pemberian makanan […]

expand_less