Perangkat Daerah Baru dan Semangat Agile Governance
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Wahid Abdulrahman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam konteks BLUD sudah tentu menjaga kesimbangan sebagai “malaikat sekaligus sebagai saudagar”. Memberikan pelayanan publik secara prima sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai korporasi. Biro ini diharapkan lebih efektif dalam melakukan pembinaan terhadap BLUD yang sudah dimiliki seperti rumah sakit daerah dan yang kedepan akan dibentuk seperti dalam bidang transportasi (Trans Jateng).
Di lingkup dinas, lahirnya Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai dinas baru berangkat dari harapan bahwa kebudayaan sebagai ruh pembangunan yang harus dikelola secara lebih proporsional.
Demikian halnya dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai satu kesatuan yang diharapkan semakin berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah. Terlebih dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki Jawa Tengah plus dengan tahapan pembangunan 2027 yang salah satunya menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan.
Dinas Pertanian dan Peternakan sebagai penggabungan pertanian. perkebunan, peternakan, dan kesehatan hewan menjadi backbone dalam mengelola bagian hulu dari sektor pertanian dan peternakan. Konsolidasi sektor hulu diharapkan mampu menjawab tantangan untuk swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Dinas Komunikasi, Digital, dan Informasi tidak semata perubahan “papan nama” namun mendasarkan pada perkembangan dunia digital yang semakin cepat. Dengan demikian diperlukan kelembagaan yang memadahi untuk merespon dinamika tersebut.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan panggabungan dari pekerjaan umum, bina marga, cipta karya, dan Pusdataru. Lebih menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi konsolidasi yang sangat diperlukan dalam penataan ruang dan infrastruktur di Jawa Tengah.
Struktur organisasi perangkat daerah yang baru ini akan menjadi lebih bermakna dalam mewujudkan visi Jawa Tengah 2025-2029 ketika didukung oleh personil dan budaya organisasi yang kompatibel. “The man behind the gun“, sumber daya manusia yang sama penting untuk Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.*
*Penulis adalah Wakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen Departemen Politik Pemerintahan Undip
- Penulis: Tim Redaksi





