Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang dialog strategis dengan menyelenggarakan Forum Meet The Leaders bertajuk “Lead With Law, Stand With Integrity: Break The Chain of Corruption in Indonesia”. Acara ini digelar di Kampus Kuningan Universitas Paramadina, Trinity Tower Lantai 45, pada Sabtu (28/6/2025), dan menghadirkan tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Mahfud MD, sebagai pembicara tunggal.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan pentingnya nilai-nilai hukum dan integritas dalam kepemimpinan.

“Pemimpin masa depan harus memahami bahwa hukum dan integritas adalah pilar peradaban. Tanpa itu, negara hanya tinggal nama,” tegasnya.

Suasana forum semakin bermakna dengan hadirnya Omi Komaria Madjid, istri almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur), yang turut memberikan kesan atas keterlibatan Prof. Mahfud dalam memahami pemikiran suaminya.

“Saya sungguh kagum, karena Pak Mahfud yang telah menduduki berbagai jabatan penting di negeri ini ternyata sangat memahami pemikiran Cak Nur. Hal itu benar-benar di luar dugaan saya,” ungkap Omi.

Dalam paparannya, Prof. Mahfud MD menekankan bahwa supremasi hukum adalah fondasi utama dalam menciptakan ketertiban sosial dan memberantas praktik korupsi yang makin meluas di Indonesia. Ia mengutip pemikiran klasik Ibnu Taimiyah:

“Lebih baik 60 tahun hidup di bawah pemerintahan yang buruk, daripada satu malam tanpa negara; lebih baik 60 tahun bersama polisi yang tidak sempurna, daripada satu malam tanpa aparat penegak hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa hukum merupakan unsur paling dasar dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Ia mengingatkan:

“Ubi societas ibi ius – di mana ada masyarakat, di situ ada hukum.” Tanpa penegakan hukum yang adil, demokrasi dapat berubah menjadi anarki; namun hukum yang tidak demokratis hanya akan melahirkan tirani.

Melalui pemaparan historis yang tajam, Mahfud memetakan perjalanan hukum dan politik di Indonesia: dari masa demokrasi liberal era Soekarno, masa otoritarianisme Orde Lama dan Orde Baru, hingga era reformasi yang kini dinilai mengalami kemunduran pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia menyoroti berbagai persoalan seperti praktik jual beli suara, pelemahan lembaga penegak hukum, dan ketimpangan dalam penegakan keadilan.

Tak hanya itu, Mahfud juga mengulas isi buku Paradox Indonesia karya Presiden Prabowo Subianto (2017), yang membahas dominasi oligarki serta paradoks kekayaan Indonesia: sumber daya alam yang melimpah namun disertai kemiskinan struktural, rendahnya indeks persepsi korupsi, tingginya ketimpangan ekonomi, dan lemahnya perlindungan terhadap lingkungan.

Dengan nada serius, Mahfud menyampaikan data-data mencengangkan yang mencerminkan ketimpangan ekstrem di Indonesia:

“Rp11.400 triliun dana pengusaha Indonesia disimpan di luar negeri, dan 1% penduduk menguasai lebih dari 50% kekayaan nasional serta 67% lahan negara. Lebih dari itu, menurut data IMF, 60,3% rakyat Indonesia atau 172 juta jiwa tergolong miskin jika menggunakan standar garis kemiskinan global USD 6,85/hari,” tegasnya.

Menutup paparannya, Mahfud menekankan dua langkah krusial yang harus segera diambil untuk menyelamatkan masa depan bangsa: memperkuat penegakan hukum dan mengejar para koruptor tanpa kompromi.

“Sejarah tidak pernah mencatat adanya negara yang bertahan lama tanpa fondasi hukum yang kokoh dan adil,” pungkasnya.

Forum ini menjadi refleksi mendalam bagi sivitas akademika dan publik untuk terus mengawal nilai-nilai integritas, hukum, dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Ideologi dan Amal Bertemu: Napak Tilas Perkaderan Baitul Arqam AUM Kesehatan Banyumas 2025

    Ketika Ideologi dan Amal Bertemu: Napak Tilas Perkaderan Baitul Arqam AUM Kesehatan Banyumas 2025

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK–SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas sukses menyelenggarakan kegiatan perkaderan Baitul Arqam pada 1–2 November 2025 (10–11 Jumadil Awal 1447 H) di Balai Diklat Baturraden. Kegiatan strategis ini diikuti 34 peserta, 18 laki-laki dan 16 perempuan yang berasal dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang […]

  • PKS Dukung Undang -undang Perampasan Aset

    PKS Dukung Undang -undang Perampasan Aset

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Ragil Surono
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pemalang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI. Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS terpilih untuk periode 2025 -2030 Priwantoro menyatakan, Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus merumuskan arah kebijakan kedepan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada DPTD periode 2020 – […]

  • Dramatis! Polisi Evakuasi 5 Lansia Terjebak Banjir di Pait, 3 Orang dalam Kondisi Stroke

    Dramatis! Polisi Evakuasi 5 Lansia Terjebak Banjir di Pait, 3 Orang dalam Kondisi Stroke

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Aksi heroik dilakukan jajaran Polres Pekalongan saat mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Petugas berjibaku menerjang genangan air demi menyelamatkan lima orang lanjut usia (lansia) yang tertahan di dalam rumah. Proses evakuasi berlangsung emosional lantaran kondisi para lansia tersebut sangat memprihatinkan. Dari lima lansia […]

  • Bupati Bersyukur Pemalang Bisa Berkontribusi Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

    Bupati Bersyukur Pemalang Bisa Berkontribusi Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersyukur atas kontribusi yang sangat baik Kabupaten Pemalang terhadap ketahanan pangan nasional. Terkait itu Ia menyampaikan mengapresiasi atas apa yang sudah dicapai. Ungkapan tersebut disampaikan Bupati pada kegiatan Panen Raya Padi Serentak di Desa Lenggerong Kecamatan Bantarbolang, Senin (7/4/2025). Dalam acara tersebut, Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada jajaran […]

  • Turunkan Kasus Tuberkulosis, Ahmad Luthfi Luncurkan Program Speling Melesat dan TB Express

    Turunkan Kasus Tuberkulosis, Ahmad Luthfi Luncurkan Program Speling Melesat dan TB Express

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan program Speling Melesat dan TB Express. Program tersebut untuk mengakselerasi penurunan kasus tuberkulosis (TB/TBC) sekaligus mendukung program nasional quick win atau hasil terbaik cepat. “Launching Speling Melesat dan TB Express tidak hanya dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi, tetapi juga oleh kabupaten/kota, berikut rumah sakit provinsi, kabupaten/kota, dan […]

  • Dukung Investasi Industri Hijau di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Pabrik Solar Panel Terbesar Se-Asia Tenggara

    Dukung Investasi Industri Hijau di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Pabrik Solar Panel Terbesar Se-Asia Tenggara

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu magnet investasi kembali memiliki satu perusahaan solar panel besar yang beroperasi di wilayahnya. Pabrik solar panel alias panel surya atau photovoltaic (PV) yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Kabupaten Batang ini, menjadi pabrik PV terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi […]

expand_less