Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemalang Raya » Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang dialog strategis dengan menyelenggarakan Forum Meet The Leaders bertajuk “Lead With Law, Stand With Integrity: Break The Chain of Corruption in Indonesia”. Acara ini digelar di Kampus Kuningan Universitas Paramadina, Trinity Tower Lantai 45, pada Sabtu (28/6/2025), dan menghadirkan tokoh nasional sekaligus pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Mahfud MD, sebagai pembicara tunggal.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan pentingnya nilai-nilai hukum dan integritas dalam kepemimpinan.

“Pemimpin masa depan harus memahami bahwa hukum dan integritas adalah pilar peradaban. Tanpa itu, negara hanya tinggal nama,” tegasnya.

Suasana forum semakin bermakna dengan hadirnya Omi Komaria Madjid, istri almarhum Nurcholish Madjid (Cak Nur), yang turut memberikan kesan atas keterlibatan Prof. Mahfud dalam memahami pemikiran suaminya.

“Saya sungguh kagum, karena Pak Mahfud yang telah menduduki berbagai jabatan penting di negeri ini ternyata sangat memahami pemikiran Cak Nur. Hal itu benar-benar di luar dugaan saya,” ungkap Omi.

Dalam paparannya, Prof. Mahfud MD menekankan bahwa supremasi hukum adalah fondasi utama dalam menciptakan ketertiban sosial dan memberantas praktik korupsi yang makin meluas di Indonesia. Ia mengutip pemikiran klasik Ibnu Taimiyah:

“Lebih baik 60 tahun hidup di bawah pemerintahan yang buruk, daripada satu malam tanpa negara; lebih baik 60 tahun bersama polisi yang tidak sempurna, daripada satu malam tanpa aparat penegak hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa hukum merupakan unsur paling dasar dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Ia mengingatkan:

“Ubi societas ibi ius – di mana ada masyarakat, di situ ada hukum.” Tanpa penegakan hukum yang adil, demokrasi dapat berubah menjadi anarki; namun hukum yang tidak demokratis hanya akan melahirkan tirani.

Melalui pemaparan historis yang tajam, Mahfud memetakan perjalanan hukum dan politik di Indonesia: dari masa demokrasi liberal era Soekarno, masa otoritarianisme Orde Lama dan Orde Baru, hingga era reformasi yang kini dinilai mengalami kemunduran pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia menyoroti berbagai persoalan seperti praktik jual beli suara, pelemahan lembaga penegak hukum, dan ketimpangan dalam penegakan keadilan.

Tak hanya itu, Mahfud juga mengulas isi buku Paradox Indonesia karya Presiden Prabowo Subianto (2017), yang membahas dominasi oligarki serta paradoks kekayaan Indonesia: sumber daya alam yang melimpah namun disertai kemiskinan struktural, rendahnya indeks persepsi korupsi, tingginya ketimpangan ekonomi, dan lemahnya perlindungan terhadap lingkungan.

Dengan nada serius, Mahfud menyampaikan data-data mencengangkan yang mencerminkan ketimpangan ekstrem di Indonesia:

“Rp11.400 triliun dana pengusaha Indonesia disimpan di luar negeri, dan 1% penduduk menguasai lebih dari 50% kekayaan nasional serta 67% lahan negara. Lebih dari itu, menurut data IMF, 60,3% rakyat Indonesia atau 172 juta jiwa tergolong miskin jika menggunakan standar garis kemiskinan global USD 6,85/hari,” tegasnya.

Menutup paparannya, Mahfud menekankan dua langkah krusial yang harus segera diambil untuk menyelamatkan masa depan bangsa: memperkuat penegakan hukum dan mengejar para koruptor tanpa kompromi.

“Sejarah tidak pernah mencatat adanya negara yang bertahan lama tanpa fondasi hukum yang kokoh dan adil,” pungkasnya.

Forum ini menjadi refleksi mendalam bagi sivitas akademika dan publik untuk terus mengawal nilai-nilai integritas, hukum, dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR RI Rizal Bawazier Targetkan Akhir Maret 2025 Dapil X Jateng Tidak Ada Lagi Blank Spot Internet.

    Anggota DPR RI Rizal Bawazier Targetkan Akhir Maret 2025 Dapil X Jateng Tidak Ada Lagi Blank Spot Internet.

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah X, Rizal Bawazier menyatakan bahwa akhir Maret 2025 tidak ada lagi blank spot internet di Pemalang, Pekalongan dan Batang. Pernyataan itu ia sampaikan melalui pesan WhatsAap kepada wartawan Jurnal Pemalang pada Rabu (18/12/2024) malam. “Alhamdulillah PT PLN Icon Plus akan berkomitmen dalam mendukung program Pemerintah terus […]

  • Indahnya Maghligai Rumah Tangga

    Indahnya Maghligai Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle
    • 0Komentar

    KEMBALI KE HALAMAN MODUL Anjuran Menikah Pernikahan adalah sunnatullah yang berlaku umum bagi semua makhluk Nya. Al-Qur’an menyebutkan dalam Q.S. adz-Zariyat/51.49. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” Islam sangat menganjurkan pernikahan, karena dengan pernikahan manusia akan berkembang, sehingga kehidupan umat manusia dapat dilestarikan. Tanpa pernikahan regenerasi akan terhenti, kehidupan […]

  • Gita Wirjawan Paparkan Kunci Transformasi Asia Tenggara, Dari Literasi hingga Energi

    Gita Wirjawan Paparkan Kunci Transformasi Asia Tenggara, Dari Literasi hingga Energi

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina menggelar Forum Meet the Leaders dengan menghadirkan Gita Wirjawan sebagai narasumber, dipandu oleh Wijayanto Samirin sebagai host program. Meet The Leaders ke-6 mengangkat tema “What It Takes: Southeast Asia from Periphery to Core of Global Consciousness” yang menyoroti tantangan sekaligus peluang Asia Tenggara dalam menempatkan diri sebagai pusat kesadaran global […]

  • Sambut Hari Kebudayaan Nasional, Pemalang Tampilkan 7 Sanggar Seni dalam Gelar Karya Ke -2

    Sambut Hari Kebudayaan Nasional, Pemalang Tampilkan 7 Sanggar Seni dalam Gelar Karya Ke -2

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Kebudayaan Nasional, Pemkab Pemalang menggelar Karya Seni Tari ke 2 tahun 2025, dengan menampilkan tujuh sanggar tari sekaligus. Acara yang bertajuk Bhineka Tunggal Ika Beragam Budaya Bersatu Jiwa untuk Indonesia ini di buka oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes di pendopo rumah dinas Bupati, Sabtu (25/10/2025). Nurkholes […]

  • Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini terus mengajak Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ada di wilayahnya kembali bersekolah. Bupati Pemalang Mansur Hidayat menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pertemuan akbar Pimpinan Anak Cabang Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Bodeh. Acara tersebut berlangsung di halaman SDN 02 Longkeyang, Bodeh pada Minggu, 21 Juli […]

  • Ketua Umum Hidayatullah Tekankan Pentingnya Daya Tahan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

    Ketua Umum Hidayatullah Tekankan Pentingnya Daya Tahan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad menekankan pentingnya daya tahan bangsa di tengah ketidakpastian global saat membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah (Mushida) tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada Senin, 17 Syawal 1447 (6/4/2026). KH Naspi Arsyad memaparkan bahwa agenda […]

expand_less