Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jika tidak, maka kemajuan bangsa akan terus dihambat oleh dominasi segelintir elit politik dan ekonomi yang menentukan arah negara, ” tambahnya.

Mahfud MD, pakar hukum dan mantan Menko Polhukam RI periode 2019–2024 menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi penegakan hukum selama enam bulan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mahfud menyebut bahwa masalah utama yang dihadapi saat ini adalah korupsi, yang menurutnya merupakan extraordinary crime yang semakin menggurita, dengan jangkauan vertikal dan horizontal yang meluas hampir ke seluruh lembaga negara.

“Korupsi hari ini tidak hanya menyentuh aspek kelembagaan, tetapi telah menciptakan jejaring kekuasaan yang kompleks dan berbahaya, termasuk di dalam sistem peradilan, ” ujar Mahfud.

Ia menyoroti sejumlah kasus korupsi peradilan, termasuk kasus korupsi korporasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di mana terdakwa yang seharusnya jelas bersalah justru dibebaskan dengan berbagai cara manipulatif.

Dua pola yang diidentifikasi adalah penggunaan alat hukum onslag (menganggap perkara bukan pidana) serta vonis ringan yang sarat pemerasan.

Lebih lanjut, Mahfud memaparkan bahwa kasus ‘Pagar Laut’ menjadi contoh nyata lemahnya komitmen terhadap penegakan hukum. Meskipun indikasi korupsi sangat kuat, proses hukum justru menyasar pada pelaku kecil seperti lurah, sementara aktor utama yang diduga merupakan bagian dari jejaring oligarki tidak tersentuh.

“Dalam kasus pagar laut, terjadi pemalsuan ratusan sertifikat tanah. Mustahil itu terjadi tanpa pejabat tinggi yang mengotorisasi. Tapi hanya satu lurah yang dijadikan tersangka dari 16 kelurahan, ” tegasnya.

Mahfud juga mengkritik pernyataan aparat kepolisian yang menyebut tidak ditemukan unsur korupsi dalam kasus tersebut, meskipun Kejaksaan Agung menyatakan sebaliknya.

Ia menilai, polemik ini menunjukkan lemahnya koordinasi antar penegak hukum dan terbukanya ruang intervensi dari kelompok oligarki.

Ia menyarankan agar Kejaksaan Agung mengambil alih penyelidikan kasus pagar laut tanpa perlu menunggu proses di kepolisian.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    Universitas Paramadina dan LP3ES Gelar Diskusi Tata Kelola Danantara

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Pemerintah kita kurang kreatif dan lebih menghargai administrasi dibandingkan inovasi. Konsolidasi BUMN sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama, namun tertunda akibat krisis,” ungkapnya. Ia mengibaratkan BUMN sebagai ‘telur emas’ milik rakyat yang dikumpulkan dalam satu wadah bernama Danantara, namun menyoroti kurangnya transparansi dalam penyusunannya. “Skeptisisme masyarakat dan investor terhadap Danantara sangat besar. Dalam 10 tahun terakhir, […]

  • Dukung Kemandirian Penerima Manfaat, Kemensos Salurlan Bantuan Atensi

    Dukung Kemandirian Penerima Manfaat, Kemensos Salurlan Bantuan Atensi

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Menurutnya, bantuan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni pemenuhan tambahan nutrisi, bantuan alat bantu bagi disabilitas dan kewirausahaan. “Dengan harapan mempermudah akses dalam kegiatan sehari-hari dan meningkatkan produktivitas penerima secara ekonomi, semoga para penerima bisa menjadi lebih mandiri,” pungkasnya. ***

  • Dandim Pemalang Bersama Forkopimda Monitoring Pencarian Orang Hilang di Jalur Pendakian Gunung Slamet

    Dandim Pemalang Bersama Forkopimda Monitoring Pencarian Orang Hilang di Jalur Pendakian Gunung Slamet

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Keesokan harinya, Selasa, 30 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, salah satu pendaki atas nama Himawan ditemukan oleh Tim SAR di area antara Pos 9 hingga puncak dalam kondisi lemas dan kedinginan akibat kehabisan bekal, kemudian langsung dievakuasi turun. Enam anggota Tim SAR lainnya melanjutkan penyisiran untuk mencari pendaki kedua, Syafiq Ridhan, yang hingga kini masih […]

  • Pilkada Pemalang PKS Targetkan Kemenangan Paslon Mansur-Bobby Sebesar 56 Persen

    Pilkada Pemalang PKS Targetkan Kemenangan Paslon Mansur-Bobby Sebesar 56 Persen

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suwarso mentargetkan kemenangan pasangan calon (paslon) Mansur Hidayat – Muhammad Bobby Dewantara sebesar 56 persen pada Pilkada Pemalang 2024. Hal demikian ia sampaikan usai mengantar paslon Mamsur-Bobby mengambil nomor urut di Kantor KPU Pemalang, Senin (23/9/2024). “Perhitungannya ialah dengan menggerakkan mesin partai dari ranting hingga tingkat […]

  • DPRD Kabupaten Pemalang Secara Tegas Tolak Outsourcing Pengganti Tenaga Honorer

    DPRD Kabupaten Pemalang Secara Tegas Tolak Outsourcing Pengganti Tenaga Honorer

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Mantan aktivis ’98 ini menawarkan solusi yang lebih berpihak pada pekerja, yakni melalui mekanisme Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Menurutnya, dengan alokasi anggaran APBD 2026 sebesar Rp9,6 miliar, skema kontrak individu ini jauh lebih adil dan mampu merangkul seluruh tenaga honorer yang ada. “Komitmen kami jelas: jangan ada yang dirumahkan. Mekanisme PJLP bisa mengakomodasi semua […]

  • Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

    Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG –  Tumppukan sampah yang berada di jalan masuk belakang Pasar Comal, Kabupaten Pemalang menimbulkan aroma yang tak sedap. Bau busuk menyengat merasuk ke hidung, membuat siapa pun yang melewati area tersebut terganggu. Menurut keterangan yang diperoleh Jurnal Pemalang dari sejumlah pedagan menyebutkan, tumpukan sampah tersebut sudah 3 bulan tidak dibuang oleh pihak terkait. […]

expand_less