Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025 | 13:08 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina bekerjasama dengan Institut Harkat Negeri menggelar diskusi publik bertajuk “Enam Bulan Pemerintahan Prabowo: The Extraordinary, The Good, The Bad, and The Ugly” bertempat di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Trinity Tower Lt. 45.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis atas perjalanan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah melewati fase 100 hari pertama yang kerap dianggap sebagai masa ‘bulan madu’ politik.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza Idris, menyampaikan bahwa setiap peralihan kekuasaan membawa harapan baru.

Namun, harapan tersebut tidak serta-merta hadir tanpa tantangan, terutama ketika harus berhadapan dengan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Menurutnya, enam bulan pertama adalah momen krusial yang mencerminkan arah serta pendekatan pemerintahan ke depan apakah akan melanjutkan pola lama atau menghadirkan pembaruan yang nyata.

Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2014–2016, memberikan perspektif tajam mengenai arah kepemimpinan nasional dari sudut pandang indeks jarak kekuasaan atau Power Distance Index (PDI). Konsep ini, yang dikembangkan oleh Gerard Hendrik Hofstede, menggambarkan sejauh mana masyarakat menerima kesenjangan kekuasaan dan struktur sosial yang hierarkis.

Menurut Sudirman, Indonesia termasuk negara dengan indeks PDI yang tinggi, sejajar dengan negara-negara seperti India, Pakistan, dan Filipina.

Konsekuensinya, pola komunikasi dalam pemerintahan cenderung top-down, ruang dialog sempit, serta pengambilan keputusan berlangsung secara sepihak oleh elit tanpa diskursus yang inklusif.

“Semakin tinggi indeks PDI, semakin sulit masyarakat mendapatkan akses terhadap partisipasi dalam proses pengambilan kebijakan. Elit memegang kendali penuh, sementara masyarakat menjadi penonton pasif, ” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa negara dengan PDI tinggi rentan terhadap praktik nepotisme, karena distribusi kekuasaan lebih didasarkan pada kedekatan personal ketimbang kompetensi dan meritokrasi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi pemerintahan saat ini adalah menurunkan jarak kekuasaan agar lahir kepemimpinan yang lebih egaliter, terbuka terhadap dialog, serta menjunjung sistem yang adil dan berbasis kemampuan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajari Pemalang, Wabup Nurkholes dan Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Kejahatan yang Telah Inkrah

    Kajari Pemalang, Wabup Nurkholes dan Forkopimda Musnahkan Barang Bukti Kejahatan yang Telah Inkrah

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 | 13:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama Dandim 0711/Pemalang, Letkol Edy Wibowo, dan Kajari Pemalang, Rina Idawani, secara simbolis memusnahkan berbagai barang bukti perkara pidana di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pemalang, Kamis (16/7/2026). Barang-barang yang dimusnahkan tersebut berasal dari kasus-kasus yang telah mendapatkan putusan hukum tetap atau inkrah. Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang, Rina Idawani, […]

  • Pemkab Pemalang Salurkan Bantuan Bagi Korban Pohon Tumbang

    Pemkab Pemalang Salurkan Bantuan Bagi Korban Pohon Tumbang

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025 | 09:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Musibah pohon tumbang yang terjadi saat pelaksanaan Shalat Ied Lebaran di Alun – alun Pemalang mengakibatkan belasan orang luka-luka dan tiga orang warga Kelurahan Pelutan meninggal dunia. Kejadian itu langsung mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten untuk menyalurkan santunan dan bantuan bagi korban. Melalui Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang, Noor […]

  • Hadir Gelaran Pentas Seni, Anggota DPR RI, Rizal Bawazier Menikmati Pertunjukan Ketoprak Lakon ‘Babat Alas Mentaok’

    Hadir Gelaran Pentas Seni, Anggota DPR RI, Rizal Bawazier Menikmati Pertunjukan Ketoprak Lakon ‘Babat Alas Mentaok’

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024 | 10:44 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Sanggar Seni HW menggelar pentas seni pada Sabtu (14/12/2024) malam di sanggar setempat, Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. Sanggar HW menampilkan pertunjukan ketoprak dengan lakon ‘Babat Alas Mentaok’. Tari Denok Widuri dan Selendang yang dibawakan oleh anak didik Sanggar HW ditampilkan untuk membuka acara. Anggota DPR RI sekaligus Dewan Pakar […]

  • Kejari Pemalang Tetapkan Mantan Dirut PT Aneka Usaha Pemalang Jadi Tersangka Tindak Pidana Korupsi

    Kejari Pemalang Tetapkan Mantan Dirut PT Aneka Usaha Pemalang Jadi Tersangka Tindak Pidana Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025 | 13:55 WIB
    • account_circle Joko Longkeyang
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang menetapkan Eko Hari Karyanto, mantan Direktur Utama PT Aneka Usaha Kabupaten Pemalang, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyertaan modal. Penetapan ini dilakukan setelah Eko menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik pada Jumat, 19 September 2025. Mantan Direktur Utama PT Aneka Usaha yang menjabat pada era Bupati Mukti […]

  • Pemalang Jadi Kabupaten Pertama Deklarasikan Hari Keroncong Nasional

    Pemalang Jadi Kabupaten Pertama Deklarasikan Hari Keroncong Nasional

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025 | 03:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemalang menjadi kabupaten pertama yang mendeklarasikan 1 Oktober sebagai Hari Keroncong Nasional. Deklarasi ini dilakukan dalam sebuah acara yang digelar di pendopo kabupaten setempat dan dihadiri oleh Bupati Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, Forkopimda, dan masyarakat pecinta musik keroncong, Rabu (1/10/2025) malam. “Alhamdulillah kita di Pemalang ikut dan menjadi kabupaten pertama yang […]

  • Wagub Jateng Gus Yasin Dorong Digitalisasi BTN Permudah Regulasi Keuangan

    Wagub Jateng Gus Yasin Dorong Digitalisasi BTN Permudah Regulasi Keuangan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 10:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengapreasiasi pengembangan digitalisasi yang dikembangkan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, digital mempermudah regulasi keuangan, pengawasan, dan mengatur risiko yang dialami. “Saya berharap layanan digital dapat memberikan kemudahan yang dapat membantu masyarakat Jawa Tengah untuk mengakses layanan perbankan,” kata Taj Yasin, saat […]

expand_less