Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina bekerjasama dengan Institut Harkat Negeri menggelar diskusi publik bertajuk “Enam Bulan Pemerintahan Prabowo: The Extraordinary, The Good, The Bad, and The Ugly” bertempat di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Trinity Tower Lt. 45.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis atas perjalanan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah melewati fase 100 hari pertama yang kerap dianggap sebagai masa ‘bulan madu’ politik.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza Idris, menyampaikan bahwa setiap peralihan kekuasaan membawa harapan baru.

Namun, harapan tersebut tidak serta-merta hadir tanpa tantangan, terutama ketika harus berhadapan dengan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Menurutnya, enam bulan pertama adalah momen krusial yang mencerminkan arah serta pendekatan pemerintahan ke depan apakah akan melanjutkan pola lama atau menghadirkan pembaruan yang nyata.

Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2014–2016, memberikan perspektif tajam mengenai arah kepemimpinan nasional dari sudut pandang indeks jarak kekuasaan atau Power Distance Index (PDI). Konsep ini, yang dikembangkan oleh Gerard Hendrik Hofstede, menggambarkan sejauh mana masyarakat menerima kesenjangan kekuasaan dan struktur sosial yang hierarkis.

Menurut Sudirman, Indonesia termasuk negara dengan indeks PDI yang tinggi, sejajar dengan negara-negara seperti India, Pakistan, dan Filipina.

Konsekuensinya, pola komunikasi dalam pemerintahan cenderung top-down, ruang dialog sempit, serta pengambilan keputusan berlangsung secara sepihak oleh elit tanpa diskursus yang inklusif.

“Semakin tinggi indeks PDI, semakin sulit masyarakat mendapatkan akses terhadap partisipasi dalam proses pengambilan kebijakan. Elit memegang kendali penuh, sementara masyarakat menjadi penonton pasif, ” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa negara dengan PDI tinggi rentan terhadap praktik nepotisme, karena distribusi kekuasaan lebih didasarkan pada kedekatan personal ketimbang kompetensi dan meritokrasi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi pemerintahan saat ini adalah menurunkan jarak kekuasaan agar lahir kepemimpinan yang lebih egaliter, terbuka terhadap dialog, serta menjunjung sistem yang adil dan berbasis kemampuan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Paruh Baya di Kesesi Pekalongan Ditemukan Telah Meninggal Dunia

    Pria Paruh Baya di Kesesi Pekalongan Ditemukan Telah Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Warga Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan sesosok pria paruh baya yang meninggal dunia di saluran irigasi area persawahan, Minggu (30/11/2025) siang. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit dalam. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di saliran sungai kecil persawahan yang masuk wilayah Dukuh Kesesi, Desa Kesesi. Korban […]

  • Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemprov Jateng Dorong Upaya Modifikasi atau Rekayasa Cuaca

    Antisipasi Cuaca Ekstrim, Pemprov Jateng Dorong Upaya Modifikasi atau Rekayasa Cuaca

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan upayakan modifikasi atau rekayasa cuaca. Hal itu diucapkan Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana pada saat mengecek lokasi banjir dan sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (15/3/2024). “Satu minggu ke depan cuaca ekstrem masih perlu kita antisipasi. […]

  • Tanah Longsor di Desa Jojogan Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Terluka

    Tanah Longsor di Desa Jojogan Akibatkan Satu Korban Meninggal Dunia dan Satu Terluka

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabupaten Pemalang kembali dilanda musibah bencana alam tanah longsor. Peristiwa ini terjadi di Dusun Jojogan, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul pada Jum’at, 6 Februari 2026 sekitar pukul 16:30 WIB. Ada dua korban akibat kejadian tersebut yaitu Kiki Puji Yuliani (9 th) meninggal dunia dan Ibunya, Yuliati (35) mengalami luka-luka. Camat Watukumpul, Arif Rahman […]

  • APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    APK Cabub-Cawabub Pemalang Ambruk, Timpa Pengendara Sepeda Motor

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dua orang Warga Desa Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Pemalang, Jawa Tengah mengalami kecelakaan dan ambruk dari sepeda motornya setelah tertimpa baliho alat peraga kampanye (APK) calon Bupati Wakil Bupati Pemalang, Jumat, (25/10/2024). Peristiwa itu terjadi saat korban melintas di jalan raya Comal-Bodeh pada Kamis, (24/10/2024) sekitar jam 11.00 WIB. Salah satu korban Yerni […]

  • Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 97 di Pemalang Diwarnai Penyerahan Penghargaan POPDA

    Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 97 di Pemalang Diwarnai Penyerahan Penghargaan POPDA

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Upacara puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97 tahun 2025 di Kabupaten Pemalang diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Penghargaan diserahkan kepada masing masing juara umum dari tingkat SD sederajat hingga tingkat SMA sederajat oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes kepada perwakilan penerima di halaman Pendopo Kabupaten […]

  • Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

    Prof. Mahfud MD di Paramadina: Negara Tak Akan Bertahan Tanpa Hukum

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Universitas Paramadina kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ruang dialog strategis dengan menyelenggarakan Forum Meet The Leaders bertajuk “Lead With Law, Stand With Integrity: Break The Chain of Corruption in Indonesia”. Acara ini digelar di Kampus Kuningan Universitas Paramadina, Trinity Tower Lantai 45, pada Sabtu (28/6/2025), dan menghadirkan tokoh nasional sekaligus pakar hukum […]

expand_less