Minggu, 30 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025 | 13:08 WIB
  • print Cetak

Ia juga mendorong penggunaan mekanisme lintas lembaga, termasuk KPK dan pusat penanganan tindak pidana korupsi di kepolisian.

Mahfud mengapresiasi komitmen verbal Presiden Prabowo terhadap pemberantasan korupsi. Namun ia menekankan bahwa retorika tidak cukup tanpa tindakan konkret terhadap praktik korupsi yang melibatkan oligarki.

“Pidato Presiden soal anti korupsi patut dihargai. Tapi jika berhadapan dengan oligarki, komitmen itu seringkali mandek. Kasus Pertamina adalah contohnya. Korupsi senilai hampir Rp 930 triliun tidak bergerak karena mafia minyak besar ada di belakangnya, ” pungkas Mahfud.

Direktur Tempo Media Group, Budi Setyarso, menegaskan bahwa tantangan terhadap kebebasan pers saat ini tidak hanya dapat dilihat dalam enam bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melainkan merupakan fenomena yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, semua penguasa pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk tidak menghendaki pers yang benar-benar bebas karena merasa tidak nyaman ketika media menyuarakan realitas di lapangan secara jujur.

Ia mengingatkan publik pada peristiwa Malari tahun 1974 di masa Presiden Soeharto, di mana 12 media dibredel karena memberitakan kerusuhan yang dianggap mengganggu stabilitas nasional. Bahkan situasi serupa terasa kembali terjadi saat ini.

“Kebebasan pers tidak hanya diperjuangkan oleh insan pers, tapi juga oleh masyarakat sipil. Itu yang terjadi pada tahun 1998. Tanpa pers yang bebas, tidak akan ada pemerintahan yang baik (good governance),” ujarnya.

Budi juga menyinggung bagaimana Tempo dan media lainnya pernah ditutup pada tahun 1994 karena pemberitaan yang dianggap mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun berkat tekanan dari mahasiswa dan masyarakat sipil,

Tempo akhirnya kembali terbit pada 1998. Dalam refleksinya terhadap pemerintahan saat ini, Budi menilai bahwa kebutuhan akan pers yang bebas semakin mendesak, mengingat pemerintahan yang terbentuk saat ini berangkat dari proses politik yang menyakiti konstitusi, sehingga peran media sebagai pengawas kekuasaan menjadi sangat penting.

Ia juga mengungkapkan bahwa ruang-ruang publik untuk menyuarakan pandangan berbeda dalam pembentukan kebijakan semakin menyempit.

Hal itu, menurutnya, terlihat dari merapatnya PDIP ke lingkaran kekuasaan dan penggunaan platform oleh negara untuk membungkam kritik, salah satunya dengan mendegradasi suara-suara oposisi, sebagaimana yang terjadi saat isu Taliban KPK mencuat pada 2019.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satlantas Polres Pekalongan Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Pada Murid di SMP NU Kajen

    Satlantas Polres Pekalongan Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Pada Murid di SMP NU Kajen

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026 | 10:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pihak SMP NU Kajen mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Satlantas Polres Pekalongan. Pembinaan ini dinilai efektif untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di bawah umur yang seringkali berawal dari kurangnya pemahaman tentang risiko di jalan raya. Para siswa tampak bersemangat saat berinteraksi dengan petugas kepolisian, menunjukkan bahwa pendekatan humanis Polri berhasil menyentuh generasi muda.*

  • Simbol Persahabatan Lintas Negara, Bupati Anom Lepas Gowes Bersama Pesepeda Asal Iran

    Simbol Persahabatan Lintas Negara, Bupati Anom Lepas Gowes Bersama Pesepeda Asal Iran

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026 | 14:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Kegiatan ini sangat menyenangkan, terasa penuh kekeluargaan dan guyub bersama komunitas gowes lainnya,” ujarnya. Ia berharap, kita semua tetap semangat dan bersatu, khususnya untuk mendukung perdamaian dunia, sejalan dengan misi perwakilan Iran yang bersepeda melintasi negara-negara Asia,” ungkapnya. Melalui kegiatan tersebut, semangat persahabatan lintas negara diharapkan terus terjalin, sekaligus memperkuat pesan bahwa olahraga dapat menjadi […]

  • SMK Satya Praja 2 Petarukan Launching Helm Berbahan Serat Nanas Produk Lokal Pemalang

    SMK Satya Praja 2 Petarukan Launching Helm Berbahan Serat Nanas Produk Lokal Pemalang

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024 | 21:40 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Bersamaan dengan acara Job Fair 2024 SMK Satya Praja 2 Petarukan, Jawa Tengah, melaunching helm berbahan serat nanas produk lokal Pemalang. Pembukaan job fair 2024 dan Launching helm tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pemalang Umroni di aula outdoor SMK setempat, Rabu, (9/10/2024). Umroni menyambut baik apa yang dilakukan SMK Satya […]

  • Pura-Pura Pesan Kopi, Pria di Kajen Nekat Rampas Kalung Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

    Pura-Pura Pesan Kopi, Pria di Kajen Nekat Rampas Kalung Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026 | 10:25 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 3Komentar

    Saat pelaku sudah di atas motor, ia sempat kesulitan menyalakan mesin kendaraannya. Momen berharga itu dimanfaatkan korban untuk menyergap pelaku dan menarik tas selempang hitam yang dikenakannya hingga talinya terputus. Meski pelaku akhirnya berhasil tancap gas, tasnya tertinggal di tangan korban. “Tas selempang hitam milik pelaku yang tertinggal tersebut menjadi kunci utama pengungkapan. Ketika dibuka […]

  • Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026 | 19:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Alhamdulilah tahun kedua ini (2026), kami, sudah bisa mengirim santri belajar ke luar negeri,”ujarnya. Dia berharap, setelah empat tahun mereka menimba ilmu di kampus luar negeri, akan kembali ke tanah air untuk membantu penguatan pendidikan pesantren. “Setelah empat tahun nanti kita bisa mengetik hasilnya. Santri kita kembalikan ke pesantrennya untuk mengabdikan ilmunya,” terangnya.*

  • Cegah Darurat Sampah, Pemkab Batang Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Desa

    Cegah Darurat Sampah, Pemkab Batang Gelar Lomba Pengelolaan Sampah Desa

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024 | 22:08 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar lomba pengelolaan sampah desa se-Kabupaten Batang, Selasa (6/8/2024). Ketua tim penilai lomba Muhammad Fathoni mengatakan, lomba yang diinisiasi Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang ini bertujuan untuk menghindari darurat sampah, sekaligus menanamkan […]

expand_less