Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025 | 13:08 WIB
  • print Cetak

Ia juga mendorong penggunaan mekanisme lintas lembaga, termasuk KPK dan pusat penanganan tindak pidana korupsi di kepolisian.

Mahfud mengapresiasi komitmen verbal Presiden Prabowo terhadap pemberantasan korupsi. Namun ia menekankan bahwa retorika tidak cukup tanpa tindakan konkret terhadap praktik korupsi yang melibatkan oligarki.

“Pidato Presiden soal anti korupsi patut dihargai. Tapi jika berhadapan dengan oligarki, komitmen itu seringkali mandek. Kasus Pertamina adalah contohnya. Korupsi senilai hampir Rp 930 triliun tidak bergerak karena mafia minyak besar ada di belakangnya, ” pungkas Mahfud.

Direktur Tempo Media Group, Budi Setyarso, menegaskan bahwa tantangan terhadap kebebasan pers saat ini tidak hanya dapat dilihat dalam enam bulan masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, melainkan merupakan fenomena yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, semua penguasa pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk tidak menghendaki pers yang benar-benar bebas karena merasa tidak nyaman ketika media menyuarakan realitas di lapangan secara jujur.

Ia mengingatkan publik pada peristiwa Malari tahun 1974 di masa Presiden Soeharto, di mana 12 media dibredel karena memberitakan kerusuhan yang dianggap mengganggu stabilitas nasional. Bahkan situasi serupa terasa kembali terjadi saat ini.

“Kebebasan pers tidak hanya diperjuangkan oleh insan pers, tapi juga oleh masyarakat sipil. Itu yang terjadi pada tahun 1998. Tanpa pers yang bebas, tidak akan ada pemerintahan yang baik (good governance),” ujarnya.

Budi juga menyinggung bagaimana Tempo dan media lainnya pernah ditutup pada tahun 1994 karena pemberitaan yang dianggap mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun berkat tekanan dari mahasiswa dan masyarakat sipil,

Tempo akhirnya kembali terbit pada 1998. Dalam refleksinya terhadap pemerintahan saat ini, Budi menilai bahwa kebutuhan akan pers yang bebas semakin mendesak, mengingat pemerintahan yang terbentuk saat ini berangkat dari proses politik yang menyakiti konstitusi, sehingga peran media sebagai pengawas kekuasaan menjadi sangat penting.

Ia juga mengungkapkan bahwa ruang-ruang publik untuk menyuarakan pandangan berbeda dalam pembentukan kebijakan semakin menyempit.

Hal itu, menurutnya, terlihat dari merapatnya PDIP ke lingkaran kekuasaan dan penggunaan platform oleh negara untuk membungkam kritik, salah satunya dengan mendegradasi suara-suara oposisi, sebagaimana yang terjadi saat isu Taliban KPK mencuat pada 2019.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maksimalkan Layanan Darurat, Polres Pekalongan Gencarkan Sosialisasi Call Center 110 ke Masyarakat

    Maksimalkan Layanan Darurat, Polres Pekalongan Gencarkan Sosialisasi Call Center 110 ke Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025 | 16:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan terus berupaya mendekatkan diri dan meningkatkan kualitas pelayanan cepat kepada masyarakat. Melalui kegiatan sambang dialogis, jajaran kepolisian gencar mensosialisasikan penggunaan layanan darurat Kepolisian Call Center 110. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan langsung di tengah-tengah masyarakat, tujuannya untuk memastikan warga Pekalongan mengetahui dan dapat memanfaatkan layanan ini secara maksimal saat menghadapi situasi […]

  • Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Institut Harkat Negeri bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Mengelola Transisi Energi: Mengapa Indonesia Selalu Tertinggal?” di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Trinity Tower Lt. 45, Rabu (18/6). Diskusi hybrid ini dipandu oleh Sudirman Said, mantan Menteri ESDM sekaligus Ketua Institut Harkat Negeri. Dalam […]

  • Wagub Jateng Dorong Pesantren jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

    Wagub Jateng Dorong Pesantren jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025 | 22:37 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengingatkan, bahwa isu mengenai perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan sepele. Ia menyebut, masih ditemukannya puluhan kasus kekerasan, terutama perundungan dan tekanan mental, dalam beberapa tahun terakhir, menjadi peringatan serius, agar pesantren memperkuat sistem pengasuhan yang aman, nyaman, […]

  • DPRD Jateng Lakukan PAW, Sekda Berharap Sinergi Eksekutif-Legislatif Makin Akseleratif

    DPRD Jateng Lakukan PAW, Sekda Berharap Sinergi Eksekutif-Legislatif Makin Akseleratif

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026 | 22:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Dalam kesempatan tersebut, pimpinan DPRD juga menyampaikan apresiasi kepada almarhum Wagio Ahmad Nugroho, serta kepada Rohmat Marzuki. Keduanya pernah menjadi anggota DPRD Jateng. Rohmat Marzuki kini menjabat Wakil Menteri Kehutanan RI. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian almarhum Wagio serta Bapak Rohmat Marzuki selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” kata Mohammad Saleh. Dua […]

  • Wakili Kodam XVII Cenderawasih, Kodim 1710 Mimika Terima Tim Penilai Lomba Binter

    Wakili Kodam XVII Cenderawasih, Kodim 1710 Mimika Terima Tim Penilai Lomba Binter

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025 | 18:57 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kodim 1710/Mimika, menerima kunjungan kerja Tim Penilaian Lomba Pembinaan Teritorial (Binter) Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin oleh Kolonel Inf Suhartono. Kegiatan berlangsung pada Senin (8/9/2025) di Makodim 1710/Mimika, jalan Agimuga Mile 32, Kab. Mimika. Lomba Binter merupakan agenda tahunan TNI Angkatan Darat yang melibatkan seluruh Kodam untuk menilai dan memilih satuan Kodim […]

  • SPPG Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penyerapan Tenaga Kerja

    SPPG Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penyerapan Tenaga Kerja

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026 | 16:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Sementara itu, Kepala Dapur SPPG 02 Pemalang Comal Kauman, Mais Habil, menyampaikan bahwa dapur tersebut akan melayani sebanyak 2.506 penerima manfaat. Untuk operasional, SPPG 02 melibatkan 67 relawan dapur serta didukung oleh tiga orang staf inti. “Harapannya, SPPG ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi pemenuhan gizi masyarakat maupun pemberdayaan […]

expand_less