Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025 | 13:08 WIB
  • print Cetak

“Jika tidak, maka kemajuan bangsa akan terus dihambat oleh dominasi segelintir elit politik dan ekonomi yang menentukan arah negara, ” tambahnya.

Mahfud MD, pakar hukum dan mantan Menko Polhukam RI periode 2019–2024 menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi penegakan hukum selama enam bulan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mahfud menyebut bahwa masalah utama yang dihadapi saat ini adalah korupsi, yang menurutnya merupakan extraordinary crime yang semakin menggurita, dengan jangkauan vertikal dan horizontal yang meluas hampir ke seluruh lembaga negara.

“Korupsi hari ini tidak hanya menyentuh aspek kelembagaan, tetapi telah menciptakan jejaring kekuasaan yang kompleks dan berbahaya, termasuk di dalam sistem peradilan, ” ujar Mahfud.

Ia menyoroti sejumlah kasus korupsi peradilan, termasuk kasus korupsi korporasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di mana terdakwa yang seharusnya jelas bersalah justru dibebaskan dengan berbagai cara manipulatif.

Dua pola yang diidentifikasi adalah penggunaan alat hukum onslag (menganggap perkara bukan pidana) serta vonis ringan yang sarat pemerasan.

Lebih lanjut, Mahfud memaparkan bahwa kasus ‘Pagar Laut’ menjadi contoh nyata lemahnya komitmen terhadap penegakan hukum. Meskipun indikasi korupsi sangat kuat, proses hukum justru menyasar pada pelaku kecil seperti lurah, sementara aktor utama yang diduga merupakan bagian dari jejaring oligarki tidak tersentuh.

“Dalam kasus pagar laut, terjadi pemalsuan ratusan sertifikat tanah. Mustahil itu terjadi tanpa pejabat tinggi yang mengotorisasi. Tapi hanya satu lurah yang dijadikan tersangka dari 16 kelurahan, ” tegasnya.

Mahfud juga mengkritik pernyataan aparat kepolisian yang menyebut tidak ditemukan unsur korupsi dalam kasus tersebut, meskipun Kejaksaan Agung menyatakan sebaliknya.

Ia menilai, polemik ini menunjukkan lemahnya koordinasi antar penegak hukum dan terbukanya ruang intervensi dari kelompok oligarki.

Ia menyarankan agar Kejaksaan Agung mengambil alih penyelidikan kasus pagar laut tanpa perlu menunggu proses di kepolisian.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencari Ikan Asal Purwokerto Utara Ditemukan Tewas di Waduk Penjalin Kabupaten Brebes

    Pencari Ikan Asal Purwokerto Utara Ditemukan Tewas di Waduk Penjalin Kabupaten Brebes

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025 | 16:18 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seorang pencari ikan bernama Abdul Kader Usman (62), warga Perumahan Saphire, Purwokerto Utara tewas setelah tenggelam di Waduk Penjalin, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Minggu (14/9/2025) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu korban sedang menyelam untuk mencari ikan bersama tiga rekannya dengan perlengkapan sederhana. Kejadian itu bermula, Ketika korban […]

  • Pantau Pos Pengamanan Lebaran, Bupati Pemalang Pastikan Arus Lalu Lintas Aman dan Lancar

    Pantau Pos Pengamanan Lebaran, Bupati Pemalang Pastikan Arus Lalu Lintas Aman dan Lancar

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026 | 07:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Ia menambahkan, situasi di jalur tol dari arah Jakarta menuju timur terpantau lancar, termasuk di rest area KM 319 B yang tingkat keterisiannya masih sekitar 25 persen. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan mengingat puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada malam hari hingga esok hari. “Petugas kami siaga 24 jam, baik di jalur tol maupun […]

  • Dinsos bersama BPKB Siapkan Kedai Gratis Bagi Warga Terdampak Bencana di Pulosari

    Dinsos bersama BPKB Siapkan Kedai Gratis Bagi Warga Terdampak Bencana di Pulosari

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026 | 23:46 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dinas Sosial Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan Forum Genre Kabupaten Pemalang dan Ikatan Penyuluh KB Pulosari sediakan kedai gratis untuk para pengungsi terdampak bencana serta relawan di Kantor Kecamatan Pulosari, Rabu (28/1/2026). Andi Rizki dari BPKB Pulosari mengatakan, kedai gratis yang di buka selama 24 […]

  • Pemalang Terima Penghargaan Kabupaten Predikat Pelayanan Prima di Jateng

    Pemalang Terima Penghargaan Kabupaten Predikat Pelayanan Prima di Jateng

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025 | 21:21 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemalang menjadi salah satu Kabupaten yang berhasil mendapatkan penghargaan sebagai “Kabupaten Predikat Pelayanan Prima di Jateng”. Dengan prestasi tersebut Kabupaten Pemalang juga mendapat peringkat 27 nasional untuk kategori Kabupaten se Indonesia. Penghargaan diserahkan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Otok Kuswandaru kepada Bupati Pemalang Anom Widiyantoro […]

  • Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pemkab Pemalang Gelar Pasar Murah

    Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pemkab Pemalang Gelar Pasar Murah

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024 | 20:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Tahap 3 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Maret 2024 di Balai Desa Pedurungan, Kecamatan Taman,” pungkasnya. ***

  • Tindakan Tegas Pemkab Pemalang Bagi Pelanggar Perda Didukung Praktisi Hukum

    Tindakan Tegas Pemkab Pemalang Bagi Pelanggar Perda Didukung Praktisi Hukum

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025 | 17:11 WIB
    • account_circle Joko Longkeyang
    • 0Komentar

    Dengan adanya tindakan tegas ini, Imam Subiyanto berharap Pemkab Pemalang akan konsisten melakukan pengawasan terhadap tempat usaha, terutama di sektor pariwisata dan hiburan. Konsistensi dalam penegakan hukum ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah dan menjaga kondusivitas sosial di wilayah Pemalang.*

expand_less