Rabu, 15 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025 | 13:08 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jika tidak, maka kemajuan bangsa akan terus dihambat oleh dominasi segelintir elit politik dan ekonomi yang menentukan arah negara, ” tambahnya.

Mahfud MD, pakar hukum dan mantan Menko Polhukam RI periode 2019–2024 menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi penegakan hukum selama enam bulan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Mahfud menyebut bahwa masalah utama yang dihadapi saat ini adalah korupsi, yang menurutnya merupakan extraordinary crime yang semakin menggurita, dengan jangkauan vertikal dan horizontal yang meluas hampir ke seluruh lembaga negara.

“Korupsi hari ini tidak hanya menyentuh aspek kelembagaan, tetapi telah menciptakan jejaring kekuasaan yang kompleks dan berbahaya, termasuk di dalam sistem peradilan, ” ujar Mahfud.

Ia menyoroti sejumlah kasus korupsi peradilan, termasuk kasus korupsi korporasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di mana terdakwa yang seharusnya jelas bersalah justru dibebaskan dengan berbagai cara manipulatif.

Dua pola yang diidentifikasi adalah penggunaan alat hukum onslag (menganggap perkara bukan pidana) serta vonis ringan yang sarat pemerasan.

Lebih lanjut, Mahfud memaparkan bahwa kasus ‘Pagar Laut’ menjadi contoh nyata lemahnya komitmen terhadap penegakan hukum. Meskipun indikasi korupsi sangat kuat, proses hukum justru menyasar pada pelaku kecil seperti lurah, sementara aktor utama yang diduga merupakan bagian dari jejaring oligarki tidak tersentuh.

“Dalam kasus pagar laut, terjadi pemalsuan ratusan sertifikat tanah. Mustahil itu terjadi tanpa pejabat tinggi yang mengotorisasi. Tapi hanya satu lurah yang dijadikan tersangka dari 16 kelurahan, ” tegasnya.

Mahfud juga mengkritik pernyataan aparat kepolisian yang menyebut tidak ditemukan unsur korupsi dalam kasus tersebut, meskipun Kejaksaan Agung menyatakan sebaliknya.

Ia menilai, polemik ini menunjukkan lemahnya koordinasi antar penegak hukum dan terbukanya ruang intervensi dari kelompok oligarki.

Ia menyarankan agar Kejaksaan Agung mengambil alih penyelidikan kasus pagar laut tanpa perlu menunggu proses di kepolisian.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Subianto Tiba di Halim Perdana Kusuma Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis

    Prabowo Subianto Tiba di Halim Perdana Kusuma Usai Kunjungan Kenegaraan ke Prancis

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026 | 09:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Perkuat Kemitraan Ekonomi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut baik pembentukan France–Indonesia High Level Business Council. Rosan menilai forum tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis, sekaligus memperluas peluang investasi dan perdagangan yang saling menguntungkan. Peresmian dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada 28 Mei 2026 dan […]

  • Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025 | 12:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan,” tandasnya menambahkan. Tapi aneh kata Mahfud, jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sudah menyiarkan masalah tersebut. “Sebelum saya membahas di podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sudah saya sebutkan juga,” tutupnya.*

  • Duta GenRe Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting

    Duta GenRe Diharapkan Bisa Bantu Atasi Permasalahan Stunting

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025 | 20:56 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang Duta GenRe diharapkan bisa membantu mengatasi permasalahan stunting. Harapan tersebut disampaikan Bunda GenRe Noor Faizah Maenofie ketika membuka acara Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Pemalang Tahun 2025 yang dilaksanakan mulai hari ini hingga 17 Oktober di Pendopo Kabupaten, Kamis, (16/10). Kepada semua peserta yang mengikuti Pemilihan […]

  • Kapolres Pekalongan Tinjau Langsung Ruang Tahanan, Pastikan Kondisi Aman dan Layak

    Kapolres Pekalongan Tinjau Langsung Ruang Tahanan, Pastikan Kondisi Aman dan Layak

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025 | 13:57 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf didampingi Wakapolres Kompol Nurkholis melakukan pengecekan langsung ke ruang tahanan di Mapolres Pekalongan pada Kamis (11/09/2025). Pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal untuk memastikan seluruh fasilitas ruang tahanan dalam kondisi layak dan memenuhi standar keamanan. Tak hanya itu, Kapolres juga menyempatkan diri berbicara dengan beberapa […]

  • Peringatan Hut Tugu Nasi Goreng ke 3 Tahun, Mansur Berharap Nasi Goreng dari Desa Jrakah Semakin Eksis

    Peringatan Hut Tugu Nasi Goreng ke 3 Tahun, Mansur Berharap Nasi Goreng dari Desa Jrakah Semakin Eksis

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024 | 20:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Harapannya nasi goreng Jrakah kedepan bisa lebih eksis di daerah lain,” pungkasnya. ***

  • Akibat Gempa, 271 unit Rumah dan 28 unit Fasilitas umum Rusak.

    Akibat Gempa, 271 unit Rumah dan 28 unit Fasilitas umum Rusak.

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024 | 20:38 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    “Tim teknis menemukan 5 unit rumah rusak berat, 13 unit rusak sedang, dan 77 rusak ringan. Posko pengungsian memang tidak dibuat karena warga dengan kerusakan rumah parah bernaung di kediaman sanak keluarga terdekat,” bebernya. Untuk menangani hal tersebut, pihaknya langsung melakukan rehabilitasi seluruh bangunan baik fasilitas umum maupun rumah penduduk. “Sesegera mungkin kami akan melakukan […]

expand_less