Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita Utama » Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

Sejumlah Kios di Pasar Comal Ditutup, Akibat Bau Busuk Sampah Yang Menyengat

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025 | 17:47 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG –  Tumppukan sampah yang berada di jalan masuk belakang Pasar Comal, Kabupaten Pemalang menimbulkan aroma yang tak sedap. Bau busuk menyengat merasuk ke hidung, membuat siapa pun yang melewati area tersebut terganggu.

Menurut keterangan yang diperoleh Jurnal Pemalang dari sejumlah pedagan menyebutkan, tumpukan sampah tersebut sudah 3 bulan tidak dibuang oleh pihak terkait. Sehingga puluhan pedagang yang kiosnya berada sekitar lokasi tersebut menutup kioasnya dan tidak berjualan.

Tumpukan sampah sepanjang kurang lebih puluhan meter,  menutup akses jalan di depan deretan kios dan lapak yang ada, menurut penuturan beberapa Pedagang dan warga setempat, tumpukan sampah sudah ada sejak November 2024 lalu.

Bau busuk air dari resapan sampah, memunculkan ribuan belatung dan lalat yang merambah ke sejumlah kios, bahkan akses pintu keluar masuk ke pemukiman warga pun tertutup karena banyaknya belatung yang bermunculan,.

Tidak hanya itu beberapa pintu kontrakan terlihat’ kosong ditinggalkan penghuninya karena bau sampah yang menyengat, mereka lebih memilih pindah kontrakan yang aman dan nyaman.

Fitrianingsih (42 th) salah seorang warga RT.02/04 Dukuh Balutan, Kelurahan Purwosari yang juga sekaligus sebagai pedagang kopi di pasar Comal, menceritakan bahwa dirinya selama 3 bulan jualan merugi kurang lebih 5 juta, akibat sepinya pembeli dampak dari menumpuknya sampah di dekat warungnya,

” Saya terpaksa jualan walaupun merugi, karena kalau ngga jualan takut warungnya ikut terbakar karena sampah, seperti kejadian beberapa hari yang lalu ,” tutur Fitrianingsih, pada Minggu (19/1 ).

Dirinya menceritakan, akibat pembakaran sampah beberapa waktu lalu, warungnya nyaris ikut terbakar.

“Ngga tahu mas mungkin ada orang yang membakat sampah lalu merembet hampir kena warung saya,” sambungnya.

“Dulu saat belum ada sampah menumpuk saya bisa dapat omzet dagangan amtara 300- 400 ribu, sekarang paling banter 50 ribu, saya mesti bertahan karena suami juga kios dagangan burungnya ikut tertutup tumpukan sampah, saya berharap ada bantuan dari pemerintah, anak saya dua harus sekolah dan makan,” tutupnya sambil menyeka air matanya.

Tumpukan sampah yang membusuk di pasar Comal ini, tidak hanya berdampak kepada para pedagang saja, warga terdekat pun ikut menanggung dampaknya,

Mulyono (6 th) mengungkapkan jika hampir setiap malam dirinya tidak bisa tidur karena bau busuk sampah yang menyengat.

“Hampir setiap malam saya ngga bisa tidur bau sampah sampai masuk ke rumah,” ungkap Mulyono yang tinggal persis di belakang deretan kios bagian belakang Pasar Comal.

Tumpukan sampah yang sudah ada sejak 3 bulan belakangan ini, menutup akses jalan masuk ke bagian belakang pasar tersebut. Pihak Pemkab Pemalang berjanji akan membersihkanya pada pertengahan Januari tahun ini.

Namun pada kenyataannya tak kunjung dilakukan, nasib para pedagang dan warga pun hanya bisa menunggu janji -janji manis dari pemerintah setempat.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Tengah jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point

    Jawa Tengah jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025 | 09:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno menghadiri acara peresmian Campus Immigratiom Point, kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Senin, 1 Desember 2025. Dengan adanya peresmian tersebut, maka Jawa Tengah merupakan provinsi pertama yang didirikan Campus Immigration Point yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas). “Alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Indonesia. […]

  • Universitas Paramadina dan Kas Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan se-Kota Malang

    Universitas Paramadina dan Kas Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan se-Kota Malang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026 | 09:04 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Paramadina Institute for Education Reform (PIER), Universitas Paramadina, bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Dinas Kebudayaan Kota Malang menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan untuk Guru Perempuan se-Kota Malang. Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Februari 2026 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M., bertempat di Ijen Suite Hotel, Kota […]

  • Bupati Anom Singgung Pentingnya Pembangunan Karakter, Nilai Budaya dan Kebersamaan

    Bupati Anom Singgung Pentingnya Pembangunan Karakter, Nilai Budaya dan Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026 | 22:29 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pentas seni karawitan rutin Malam Selasa Kliwon di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin malam (6/9/2026) menyuguhkan suasana yang istimewa. Di tengah harmoni gamelan yang memikat, tersampaikan pesan kuat mengenai ketahanan budaya yang berhasil menarik perhatian para tokoh penting daerah yang hadir. Pada kesempatan tersebut, Sanggar Sekar Muhawa dari Kecamatan Watukumpul tampil memukau […]

  • Ahmad Luthfi Dapat Masukan dan Kritik dari Wartawan dalam Forum Dialog

    Ahmad Luthfi Dapat Masukan dan Kritik dari Wartawan dalam Forum Dialog

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025 | 14:47 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Suasana penuh keakraban dan keterbukaan terjadi saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog dengan para wartawan. Acara yang dikemas dengan santai tersebut dilangsungkan di Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin malam, 8 Desember 2025. Saking akrabnya, wartawan juga memberikan masukan, saran, dan kirik, kepada orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut. Agus […]

  • Seluruh Desa Sudah Terbentuk Koperasi Merah Putih, Pemalang Kembali Terima Penghargaan

    Seluruh Desa Sudah Terbentuk Koperasi Merah Putih, Pemalang Kembali Terima Penghargaan

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025 | 17:35 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabupaten Pemalang dibawah komando Bupati Anom Widiyantoro kembali menerima penghargaan dan ucapan terima dari Pemprov Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan usai Kabupaten Pemalang telah berhasil membentuk badan hukum Koperasi Merah Putih di 211 desa dan 12 kelurahan. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro usai mengikuti upacara peringatan Hari Koperasi Nasional […]

  • Tingginya Curah Hujan di Grobogan, Jalan Yang Menghubungkan Purwodadi, Pati dan Kudus Banjir

    Tingginya Curah Hujan di Grobogan, Jalan Yang Menghubungkan Purwodadi, Pati dan Kudus Banjir

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024 | 17:23 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Tingginya curah hujan yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Grobogan menyebabkan banjir di pertigaan ketapang, Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan, Rabu (13/3/2024). di Jalan tersebut ketinggian air mencapai 50 sentimeter, sehingga sepeda motor dan kendaraan kecil tak berani melintas di pertigaan yang menghubungkan Purwodadi, Pati dan Kudus. Adanya bencana tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Dedy […]

expand_less