Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025 | 03:18 WIB
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Jacob Ereste

Semula filosofis dari makna sepi ing pamrih, rame ing gawe itu asal muasalnya berasal dari getaran spiritual suku bangsa Jawa. Kemudian sempat menjadi pengobar sangat suku bangsa nusantara dalam etos kerja, sedikit bicara. Jadi tidak perlu terlalu banyak berlagak (ngomong) saja, karena yang lebih utama adalah bekerja.

Tapi sekarang filsafat kerja ini terkesan sudah ditinggalkan, seiring dengan gerusan dari perkembangan ilmu dan pengetahuan yang melihat jada cuap-cuap dapat menjadi lapangan pekerjaan baru yang gampang untuk dilakukan. Maka itu mulailah berkembang jurus baru yang dikata banyak orang, sedikit bekerja dengan cara memperbanyak bicara. Yang penting memukau dan menakjubkan sehingga banyak orang jadi berminat pada apa yang sedang dijajakan.

Promosi, orasi atau bahkan provokasi bisa menjadi bagian dari jurus pilihan untuk dilakukan. Yang penting bagaimana orang yang mendengar celoteh itu jadi terpesona dan mau membeli atau menerima apa saja yang ditawarkan, sampai mau berkorban atau mengeluarkan dana dari koceknya.

Agaknya, begitulah riwayat rane ing gawe, sepi ing pamrih itu atau sebaliknya sekarang. Persis seperti keluhan banyak orang Jawa sendiri yang merasa telah hilang sensitivitas ke-Jawa-annya. Meski Emha Ainun Najib yang asli Desa Menturo, Jombang itu pernah berkata bahwa Jawa itu sendiri dalam pengertian suatu peradaban, bukan suku bangsa seperti yang ada di bumi Nusantara ini.

Agaknya, mungkin seperti itulah proses dalam dunia aktivis kaum pergerakan di Indonesia, terlalu banyak omong tapi tidak banyak bergerak. Sehingga aktivis pergerakan pun jadi terkesan dalam kondisi yang sungsang. Hasrat dari keinginan kaum pergerakan kembali kepada UUD 1945 atau sekedar hendak melakukan revisi ulang termasuk gagasan melakukan perubahan lanjutan, pun terkesan begitu rumit dan ruet sehingga melahirkan berbagai fraksi atau kelompok — yang diam-diam tampal bertikai atau bahkan beseberangan secara terang-terangan dengan pihak kelompok yang lain. Lalu kesan seperti adegan dari perlombaan balap karung — seperto yang sudah sering dilontarkan Benny Akbar Fatah almarhum– semakin jelas dan nyata perseteruannya.

Saat yang paling riuh dan gaduh ketika menanggapi soal amandemen UUD 1945 pada masa awal tahun 2002 mulai jadi ramai pada kisaran dua tahun kemudian hingga satu bundel lengkap dengan kritik dan saran serta usulan perbaikan UUD 1945 itu yang dimotori oleh Doli Yatim almarhum. Suasana kembali memuncak saat menjelang Pemilu Presiden tahun 2024. Setidaknya dua tahun menjelang pemilihan Presiden Indonesia ke-9 terkait dengan wacana perpanjangan jabatan, bantal pihak yang secara terbuka menolak membahas UUD 1945 hasil amandemen yang dianggap telah dipiuhkan itu oleh tangan-tangan penguasa yang jahil dan teka khianat pada tujuan yang luhur bagi kemerdekaan bangsa Indonesia untuk menggamit kesejahteraan yang bebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Sejumlah tokoh yang menolak keinginan untuk membahas UUD 1945 itu saat menjelang pemilihan Presiden tahun 2024, karena khawatir akan dimanfaatkan untuk melegalisasi masa perpanjangan jabatan presiden seperti yang sempat heboh dan menjadi pembahasan yang panas, seperti muaranya yang terus berlangsung dengan skenario lain yang lebih dramatik di Mahkamah Konstitusi.

Penolakan untuk tidak membahas UUD 1945 dalam bentuk dan tujuan apapun saat menjelang pemilihan Presiden itu dahulu cukup punya alasan yang masuk akal. Seperti yang diungkapkan secara terbuka oleh sejumlah tokoh dari Forum Negarawan maupun kelompok diskusi Forum Indonesia Damai termasuk kalangan tokoh dari berbagai agama dan spiritual yang diwakili Sri Eko Sriyanto Galgendu. Dengan kata lain, secara pribadi dan kelompok dia menyatakan siap untuk ikut serta membahasa perbaikan atau penyempurnaan bahkan perombakan UUD 1945 yang telah diamandemen secara sembrono ini setelah pemilihan dan penetapan Presiden Indonesia secara definitif untuk periode tahun 2024-2029 selesai. Maka itu sekarang Pemimpin Spiritual Nusantara ini mempertanyakan, bagaimana dengan semangat untuk menyempurnakan UUD 1945 itu sekarang kok jadi melempem. Ibarat kata, mengapa semangat untuk membahas kembali UUD 1945 yang dianggap bermasalah itu — akibat diamandemen dengan cara yang ugal-ugalan itu sekarang seperti kerupuk melempem yang masuk angin. Atau orangnya sendiri yang sudah masuk angin ?

Inilah pertanyaan yang relevan untuk dijawab sekarang tentang semangat dan gairah untuk kembali kepada UUD 1945 yang asli atau yang diperbaiki, karena memang sudah rusak. Dan ketika dikonfirmasi kembali kepada Sri Eko Sriyanto Galgendu, tentang pemikiran serta sikapnya dahulu dan kini, dia cuma tersenyum simpul, seakan-akan mempersilangkan kepada semua orang untuk menafsirkan secara bebas dan merdeka pula.

Pecenongan, 13 Januari 2025

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disiplin dari Hal Kecil, Sipropam Cek Kendaraan Pribadi dan Dinas Anggota Polres Pekalongan

    Disiplin dari Hal Kecil, Sipropam Cek Kendaraan Pribadi dan Dinas Anggota Polres Pekalongan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025 | 15:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban internal, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Pekalongan melaksanakan kegiatan pengecekan kendaraan anggota, baik kendaraan dinas maupun pribadi, Kamis (18/09/2025). Kegiatan dilangsungkan di pintu masuk Mapolres Pekalongan, tepatnya di depan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Satu per satu kendaraan anggota yang melintas di cek […]

  • Panji Persyarikatan Berkibar, Dakwah Berkemajuan Terus Berdenyut di PCM Ajibarang

    Panji Persyarikatan Berkibar, Dakwah Berkemajuan Terus Berdenyut di PCM Ajibarang

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025 | 05:09 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ajibarang kembali menyalakan denyut dakwah berkemajuan melalui Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar dengan suasana yang hangat, tertib, dan penuh kebersamaan di Hanggar SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, Selasa (18/11/2025). Mengusung tema nasional “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, acara ini merangkum perjalanan panjang Muhammadiyah Cabang Ajibarang yang telah hadir sejak 1928, […]

  • Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

    Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026 | 10:19 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. “Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga dengan adanya lomba BUMDes ini juga saya berharap […]

  • Lebih dari 17 Ribu RTLH Dibangun di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Wujudkan Rumah Layak untuk Warga Play Button

    Lebih dari 17 Ribu RTLH Dibangun di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Wujudkan Rumah Layak untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026 | 17:26 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    FB : https://www.facebook.com/jurnal.pemalang IG: https://www.instagram.com/jurnalpemalang/ X: https://x.com/jurnal_pemalang Yotube: https://www.youtube.com/@JurnalPemalang TikTok : https://www.tiktok.com/@jurnal.pemalang

  • OPD Diminta Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025

    OPD Diminta Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026 | 23:36 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan menindaklanjuti rekomendasi DPRD atas  Tahun Anggaran 2025 secara serius dan bertanggung jawab. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pemalang dalam rangka persetujuan dan penyerahan keputusan DPRD Kabupaten Pemalang terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pemalang Akhir Tahun Anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan […]

  • Pemprov Jawa Tengah Terima Hibah “ToyaKU” dari Udinus

    Pemprov Jawa Tengah Terima Hibah “ToyaKU” dari Udinus

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 | 16:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah berupa Alat Penghasil Air Minum Melalui Udara “ToyaKU“, dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Alat tersebut merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan PDAM. Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Sekretaris Daerah […]

expand_less