Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Kolom » Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

Mengapa Semangat Pembahasan UUD 1945 Sekarang Jadi Melempem ?

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025 | 03:18 WIB
  • print Cetak

Oleh: Jacob Ereste

Semula filosofis dari makna sepi ing pamrih, rame ing gawe itu asal muasalnya berasal dari getaran spiritual suku bangsa Jawa. Kemudian sempat menjadi pengobar sangat suku bangsa nusantara dalam etos kerja, sedikit bicara. Jadi tidak perlu terlalu banyak berlagak (ngomong) saja, karena yang lebih utama adalah bekerja.

Tapi sekarang filsafat kerja ini terkesan sudah ditinggalkan, seiring dengan gerusan dari perkembangan ilmu dan pengetahuan yang melihat jada cuap-cuap dapat menjadi lapangan pekerjaan baru yang gampang untuk dilakukan. Maka itu mulailah berkembang jurus baru yang dikata banyak orang, sedikit bekerja dengan cara memperbanyak bicara. Yang penting memukau dan menakjubkan sehingga banyak orang jadi berminat pada apa yang sedang dijajakan.

Promosi, orasi atau bahkan provokasi bisa menjadi bagian dari jurus pilihan untuk dilakukan. Yang penting bagaimana orang yang mendengar celoteh itu jadi terpesona dan mau membeli atau menerima apa saja yang ditawarkan, sampai mau berkorban atau mengeluarkan dana dari koceknya.

Agaknya, begitulah riwayat rane ing gawe, sepi ing pamrih itu atau sebaliknya sekarang. Persis seperti keluhan banyak orang Jawa sendiri yang merasa telah hilang sensitivitas ke-Jawa-annya. Meski Emha Ainun Najib yang asli Desa Menturo, Jombang itu pernah berkata bahwa Jawa itu sendiri dalam pengertian suatu peradaban, bukan suku bangsa seperti yang ada di bumi Nusantara ini.

Agaknya, mungkin seperti itulah proses dalam dunia aktivis kaum pergerakan di Indonesia, terlalu banyak omong tapi tidak banyak bergerak. Sehingga aktivis pergerakan pun jadi terkesan dalam kondisi yang sungsang. Hasrat dari keinginan kaum pergerakan kembali kepada UUD 1945 atau sekedar hendak melakukan revisi ulang termasuk gagasan melakukan perubahan lanjutan, pun terkesan begitu rumit dan ruet sehingga melahirkan berbagai fraksi atau kelompok — yang diam-diam tampal bertikai atau bahkan beseberangan secara terang-terangan dengan pihak kelompok yang lain. Lalu kesan seperti adegan dari perlombaan balap karung — seperto yang sudah sering dilontarkan Benny Akbar Fatah almarhum– semakin jelas dan nyata perseteruannya.

Saat yang paling riuh dan gaduh ketika menanggapi soal amandemen UUD 1945 pada masa awal tahun 2002 mulai jadi ramai pada kisaran dua tahun kemudian hingga satu bundel lengkap dengan kritik dan saran serta usulan perbaikan UUD 1945 itu yang dimotori oleh Doli Yatim almarhum. Suasana kembali memuncak saat menjelang Pemilu Presiden tahun 2024. Setidaknya dua tahun menjelang pemilihan Presiden Indonesia ke-9 terkait dengan wacana perpanjangan jabatan, bantal pihak yang secara terbuka menolak membahas UUD 1945 hasil amandemen yang dianggap telah dipiuhkan itu oleh tangan-tangan penguasa yang jahil dan teka khianat pada tujuan yang luhur bagi kemerdekaan bangsa Indonesia untuk menggamit kesejahteraan yang bebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Sejumlah tokoh yang menolak keinginan untuk membahas UUD 1945 itu saat menjelang pemilihan Presiden tahun 2024, karena khawatir akan dimanfaatkan untuk melegalisasi masa perpanjangan jabatan presiden seperti yang sempat heboh dan menjadi pembahasan yang panas, seperti muaranya yang terus berlangsung dengan skenario lain yang lebih dramatik di Mahkamah Konstitusi.

Penolakan untuk tidak membahas UUD 1945 dalam bentuk dan tujuan apapun saat menjelang pemilihan Presiden itu dahulu cukup punya alasan yang masuk akal. Seperti yang diungkapkan secara terbuka oleh sejumlah tokoh dari Forum Negarawan maupun kelompok diskusi Forum Indonesia Damai termasuk kalangan tokoh dari berbagai agama dan spiritual yang diwakili Sri Eko Sriyanto Galgendu. Dengan kata lain, secara pribadi dan kelompok dia menyatakan siap untuk ikut serta membahasa perbaikan atau penyempurnaan bahkan perombakan UUD 1945 yang telah diamandemen secara sembrono ini setelah pemilihan dan penetapan Presiden Indonesia secara definitif untuk periode tahun 2024-2029 selesai. Maka itu sekarang Pemimpin Spiritual Nusantara ini mempertanyakan, bagaimana dengan semangat untuk menyempurnakan UUD 1945 itu sekarang kok jadi melempem. Ibarat kata, mengapa semangat untuk membahas kembali UUD 1945 yang dianggap bermasalah itu — akibat diamandemen dengan cara yang ugal-ugalan itu sekarang seperti kerupuk melempem yang masuk angin. Atau orangnya sendiri yang sudah masuk angin ?

Inilah pertanyaan yang relevan untuk dijawab sekarang tentang semangat dan gairah untuk kembali kepada UUD 1945 yang asli atau yang diperbaiki, karena memang sudah rusak. Dan ketika dikonfirmasi kembali kepada Sri Eko Sriyanto Galgendu, tentang pemikiran serta sikapnya dahulu dan kini, dia cuma tersenyum simpul, seakan-akan mempersilangkan kepada semua orang untuk menafsirkan secara bebas dan merdeka pula.

Pecenongan, 13 Januari 2025

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Petani Asal Desa Kwasen Bodeh Terbang Ke Malaysia dan Singapura, Ada Apa?

    Anak Petani Asal Desa Kwasen Bodeh Terbang Ke Malaysia dan Singapura, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024 | 17:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Karyunah atau biasa disapa Yunah merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di UIN GusDur (Abdurrahman Wahid) Pekalongan. Ia berasal dari Desa Kwasen, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.  Ia masuk di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dirinya mengakui banyak benefit yang dirasakan selama kuliah mengampu Prodi BPI. Belum […]

  • Menhan RI dan Panglima TNI Tegaskan Pertahanan sebagai Penopang Stabilitas Nasional

    Menhan RI dan Panglima TNI Tegaskan Pertahanan sebagai Penopang Stabilitas Nasional

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025 | 12:32 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kasau, Wakasad, dan Wakasal mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI yang digelar secara tertutup dan berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025). Selesai rapat, di hadapan para awak […]

  • Kali Pertama Diadakan, Warga Desa Tundagan Antusias Kunjungi Pasar Murah

    Kali Pertama Diadakan, Warga Desa Tundagan Antusias Kunjungi Pasar Murah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026 | 23:27 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar pasar murah guna pengendalian inflasi daerah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Balai Desa Tundagan, Kecamatan Watukumpul, Selasa (03/03/2026). Kegiatan dibuka Bupati Pemalang Anom Widiyantoro didampingi Kepala Diskumdag dan Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, ditandai dengan penyerahan kupon dan paket sembako kepada Kepala Desa […]

  • Enam Unit Kerja Pemkab Pemalang Raih Penghargaan Ombudsman RI

    Enam Unit Kerja Pemkab Pemalang Raih Penghargaan Ombudsman RI

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024 | 15:50 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Enam Unit Kerja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang menerima penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2024  dari Ombudsman Republik Indonesia, penghargaan itu diberikan langsung oleh Bupati Pemalang Mansur Hidayat di sela sela apel pagi bersama ASN di lingkungan Pemkab setempat, Senin (9/12/2024). Bupati Mansur berharap penghargaan itu menjadi motivasi dan semangat untuk semua […]

  • Mencari Bibit Pevoli Unggulan, Pemprov Jateng Gelar Turnamen Voli Piala Gubernur 2024

    Mencari Bibit Pevoli Unggulan, Pemprov Jateng Gelar Turnamen Voli Piala Gubernur 2024

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024 | 21:47 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana membuka turnamen voli Piala Gubernur Jateng 2024, di GOR Jatidiri Semarang, Sabtu (3/2/2024). Turnamen tersebut diikuti oleh 47 klub bola voli putra dan putri dari Jateng, Jatim, Jabar, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta. Nana mengatakan, tujuan turnamen digalar untuk mencari bibit pevoli unggulan, selain itu, ini juga […]

  • Wabup Pemalang Ajak Warga Warungpring Terus Nguri-uri Tradisi

    Wabup Pemalang Ajak Warga Warungpring Terus Nguri-uri Tradisi

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025 | 23:07 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi dan menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wabup saat menghadiri pengajian umum dan haul makam Cikelem 2025 di Desa Mereng, Kecamatan Warungpring, Minggu (19/10/2025). Kegiatan haul, seperti diungkapkan Wabup, menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa syukur […]

expand_less