HPSN 2026: Pemkab Pemalang Perkuat Sinergi Regional dan Masifkan Pembuatan Biopori
- account_circle Fahroji
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Pemalang Anom Widyantoro. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam penanganan sampah pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Melalui pertemuan virtual dengan Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (24/2), Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menekankan bahwa solusi sampah harus dimulai dari unit terkecil masyarakat.
Bupati Anom menyatakan, selain menjalin kerja sama regional dengan Kota dan Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pemalang kini fokus pada edukasi pemilahan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah instruksi pembuatan 5 hingga 10 sumur resapan dan biopori di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Gerakan ini akan kita masifkan ke sekolah hingga rumah tangga. Jika dikerjakan kolektif, beban pengelolaan sampah daerah akan jauh lebih ringan,” ujar Anom.
Sejalan dengan itu, Gubernur Jawa Tengah dalam peluncuran Gerakan Jawa Tengah ASRI mengingatkan bahwa dari 6,4 juta ton sampah per tahun di Jateng, baru 60 persen yang terproses. Targetnya, pada 2029 Jawa Tengah mampu mencapai zero sampah melalui aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
- Penulis: Fahroji



