Pemprov Jateng Lakukan Trobosan dalam Pendidikan dan Ekonomi
- account_circle Fahroji
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Sekda Jateng Sumarno. (Foto: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan terobosan dalam dunia pendidikan dan ekonomi dengan menginisiasi insersi (tindakan tambahan) kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Langkah tersebut diklaim sebagai yang pertama di Indonesia sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini.
Hal itu dikatakan Sekda Jateng Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin, usai membuka sekaligus memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian, di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa, 5 Mei 2026
“Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus,” kata Sekda.
Sumarno menyoroti fenomena mulai pudarnya eksistensi koperasi di tengah masyarakat. Padahal, Indonesia memiliki sejarah panjang koperasi, salah satunya melalui Koperasi Unit Desa (KUD).
Menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya pemahaman mengenai esensi koperasi yang sebenarnya.
“Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial. Di sana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat kita,” tegas Sumarno.
Dikatakannya, inisiasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Agar kegagalan atau permasalahan masa lalu seperti yang dialami beberapa KUD tidak terulang, pemerintah perlu melakukan internalisasi konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.
- Penulis: Fahroji


