Kodim 0702 Purbalingga dan Masyarakat Bahu-Membahu Bangun Infrastruktur Desa
- account_circle Fahroji
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Metode estafet ember material guna mengefektifkan proses pengecoran di jalur yang dikelilingi pepohonan rimbun tersebut.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNAL PEMALANG – Sinergi antara warga Dusun Batur, Desa Krangean, dengan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702 Purbalingga semakin solid dalam percepatan pembangunan jalan.
Sejak pagi hari, kerja bakti dilakukan dengan metode estafet ember material guna mengefektifkan proses pengecoran di jalur yang dikelilingi pepohonan rimbun tersebut.
Meski menguras tenaga, suasana gotong royong tetap diwarnai keakraban dan canda tawa sebagai bentuk semangat kebersamaan dalam membangun desa.
Metode estafet menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pengecoran. Tanpa bergantung sepenuhnya pada alat berat, distribusi material dilakukan secara manual namun terorganisir. Ember berpindah dari tangan ke tangan dengan ritme yang terjaga, membuat pekerjaan tetap berjalan cepat dan efisien.
Danramil 12/Karanganyar, Kapten Cke Kamiyono menegaskan bahwa kunci percepatan pembangunan dalam TMMD terletak pada sinergi antara Satgas dan masyarakat.
“Kalau dikerjakan bersama seperti ini, pekerjaan terasa lebih ringan dan tentu lebih cepat selesai. Inilah kekuatan gotong royong yang kita jaga dalam TMMD,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Pembangunan jalan di Desa Krangean menjadi salah satu sasaran penting untuk membuka akses yang lebih baik bagi warga. Kondisi jalan yang sebelumnya terbatas mendorong percepatan pengerjaan agar manfaatnya segera dirasakan, terutama untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Apa yang terlihat di lokasi bukan sekadar proses pembangunan fisik. Estafet ember yang terus mengalir, diiringi canda tawa, menjadi simbol bahwa percepatan tidak selalu harus berjalan kaku dan melelahkan. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat terasa lebih ringan, dan target pembangunan dapat dicapai lebih cepat.
Di Dusun Krangean, percepatan pembangunan bukan hanya soal waktu, melainkan tentang semangat kolektif yang terus bergerak, dari satu tangan ke tangan lain, dari satu ember ke ember berikutnya, hingga jalan yang diimpikan benar-benar terwujud.*
- Penulis: Fahroji


