Ahmad Luthfi Komitmen Akan Kirim Seperangkat Gamelan ke Desa Bagelen di Lampung
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Itulah salah satu kebanggaan kami sebagai orang Jawa yang bisa terus menghidupkan budaya, dengan tetap menghormati kebudayaan lokal yang ada,” ungkap Merdi.
Ahmad Luthfi langsung menyetujui permintaan tersebut. Apalagi Jawa Tengah dan Lampung memiliki ikatan historis sosiokultural yang panjang. Sebagian besar penduduk di Provinsi Lampung merupakan suku Jawa. Relasi tersebut berawal ratusan tahun silam, ketika sekelompok warga asal Bagelen, Purworejo, dikirim ke Lampung melalui program kolonisasi pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Ikatan itu kemudian berlanjut dan semakin menguat melalui program transmigrasi setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk, yang membawa gelombang besar masyarakat Jawa Tengah menetap dan berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Lampung hingga saat ini.
“Di Lampung ini 60% warganya berasal dari Jawa, terutama Jawa Tengah,” jelas Ahmad Luthfi.
Ia juga berpesan kepada masyarakat asal Jawa Tengah di perantauan, khususnya para transmigran, agar terus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kearifan lokal di daerah tempat mereka bermukim. Menurutnya, sebagian besar warga transmigran telah puluhan tahun tinggal di Lampung, bahkan tidak sedikit yang lahir dan tumbuh besar di tanah transmigrasi, sehingga memiliki komitmen kuat untuk menetap dan membangun daerah tersebut.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit kita junjung. Artinya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan daerah masing-masing,” pesan Ahmad Luthfi.*
- Penulis: Fahroji




