Bupati Anom Singgung Pentingnya Pembangunan Karakter, Nilai Budaya dan Kebersamaan
- account_circle Fahroji
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fera memerinci tiga tujuan utama dari konsistensi gelaran ini. Pertama adalah memperkuat fondasi budaya lokal agar tidak hancur diterjang arus globalisasi.
Kedua, mengembalikan seni tradisional ke dalam radar minat generasi muda. Ketiga, memberikan ruang kehormatan bagi seniman lokal untuk memamerkan karya terbaik mereka.
”Langkah nyata ini kami ambil demi menjaga identitas asli daerah. Kami ingin memastikan bahwa regenerasi pelaku seni di Kabupaten Pemalang tidak terputus, melainkan terus tumbuh subur di tengah gempuran zaman digital,” papar Fera di hadapan media.
Suasana haru sekaligus bangga memuncak saat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memberikan pidatonya.
Anom secara khusus memberikan sorotan tajam kepada Kecamatan Watukumpul. Sebagai wilayah yang secara geografis kerap dibayangi oleh risiko bencana alam yang tinggi, semangat masyarakatnya untuk merawat seni justru menjadi simbol ketahanan mental yang luar biasa.
Bupati Anom melontarkan sebuah refleksi filosofis yang menampar kesadaran modernitas. Menurutnya, investasi pada manusia dan kebudayaan jauh lebih bernilai abadi dibandingkan dengan beton-beton pembangunan fisik.
”Bangunan fisik bisa rusak dan hancur dalam waktu singkat karena bencana. Namun, pembangunan karakter, nilai budaya, dan rasa kebersamaan yang kita tanam malam ini akan tetap hidup. Itulah kekuatan sejati masyarakat yang tidak akan bisa dihancurkan oleh apa pun,” tandas Anom.
Ia menambahkan, ketukan demi ketukan instrumen karawitan adalah cerminan pembentukan karakter masyarakat Jawa yang mengedepankan keselarasan, kesabaran, dan budi pekerti.
- Penulis: Fahroji

