Pemprov Jateng Komitmen Jadikan Sektor Wisata Sebagai Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk memperluas segmentasi pasar. Selain wisata alam dan sejarah, pengembangan wisata kuliner, wisata budaya, serta wisata ramah muslim menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing.
“Kita dorong wisata kuliner, wisata budaya, dan wisata ramah muslim. Jawa Tengah ini strategis karena berada di tengah Pulau Jawa,” kata Gubernur.
Terkait wisata ramah muslim, Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangannya telah masuk dalam visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Ya, ramah muslim juga. Itu sudah visi-misi kita,” ujarnya.
Strategi tersebut sejalan dengan capaian kinerja pariwisata Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif. Riset CNBC Indonesia Research mencatat daya tarik sektor pariwisata Jawa Tengah menempati peringkat teratas secara nasional dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 2,77 triliun sepanjang 2024.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Tengah pada 2024 mencapai 68,88 juta orang, meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara naik 28 persen menjadi 593.168 orang.
Sejumlah destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng masih menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.*
- Penulis: Fahroji




