Selasa, 20 Jan 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lintas Daerah » Pria Paruh Baya di Kesesi Pekalongan Ditemukan Telah Meninggal Dunia

Pria Paruh Baya di Kesesi Pekalongan Ditemukan Telah Meninggal Dunia

  • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Warga Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan sesosok pria paruh baya yang meninggal dunia di saluran irigasi area persawahan, Minggu (30/11/2025) siang. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit dalam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di saliran sungai kecil persawahan yang masuk wilayah Dukuh Kesesi, Desa Kesesi. Korban diketahui bernama Drajat (56) warga Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi.

Menurut informasi yang dihimpun Jurnal Pemalang, korban pertama kali ditemukan oleh Slamet Riyadi (56), yang sedang bekerja di sawah bersama temannya. Saksi melihat korban sudah tergeletak dalam posisi terlentang di saluran irigasi tersebut.

Slamet kemudian segera meminta temannya untuk memberitahu pihak keluarga korban, yakni Casumi (65) dan Warhan (43), yang juga menjadi saksi dalam peristiwa ini. Tak lama berselang, Slamet melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kesesi Polres Pekalongan.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Tim dari Polsek Kesesi segera bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan olah TKP dan keterangan dari pihak keluarga, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di irigasi sungai kecil area persawahan,” ujar Kasubsi Penjas Sihumas Ipda Warsito, Minggu (30/11/2025).

Lebih lanjut, Warsito mengungkapkan bahwa pihak keluarga membenarkan korban memiliki riwayat penyakit dalam.

“Keluarga korban membenarkan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit dalam, yaitu darah tinggi disertai vertigo. Korban juga sering mengeluh sakit di bagian kepala dan sempat berobat ke Bidan Desa Srinahan,” jelasnya.

Menyikapi musibah ini, pihak keluarga korban telah menerima dengan ikhlas dan meyakini kejadian tersebut murni musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum, serta menolak untuk dilakukan otopsi,” tutup Warsito.*

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragis, Penjual Helm di Kajen, Ditemukan Sudah Membusuk di Tokonya

    Tragis, Penjual Helm di Kajen, Ditemukan Sudah Membusuk di Tokonya

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sungguh tragis, seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi telah membusuk di dalam sebuah toko helm di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kajen, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/09/2025) pagi. Korban diketahui bernama Giyo (67), warga asal Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar yang berdomisili di toko tersebut. Dalam kesehariannya, korban berjualan […]

  • Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    Mahfud MD Siap Beberkan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Jika Dipanggil KPK

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta guru besar Hukum Tata Negara Mahfud MD melapor soal dugaan mark up Whoosh. Mahfud MD menyampaikan hal itu dalam akun X @mohmahfudmd resminya yang diposting pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Ia menyebutkan bahwa dirinya diminta melaporkan oleh KPK soal dugaan mark up Whoosh ini, ia menilainya aneh. […]

  • Hadiri Malam Silaturasa PWI, Ahmad Luthfi: Peran Pers Sangat Penting Kawal Jalannya Pemerintahan

    Hadiri Malam Silaturasa PWI, Ahmad Luthfi: Peran Pers Sangat Penting Kawal Jalannya Pemerintahan

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Peran pers atau media menjadi sangat penting dan bernilai di dalam mengawal jalannya pemerintahan baik pusat, provinsi, maupun daerah. Kehadiran pers bukan hanya sebagai penyampai informasi dan edukasi saja, tapi juga sebagai pemberi kritik dan saran kepada pemerintah. Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara Malam Silaturasa Persatuan […]

  • Jelang Tahun Baru 2026 Polisi Gelar Razia Pekat, Miras Jadi Sasaran

    Jelang Tahun Baru 2026 Polisi Gelar Razia Pekat, Miras Jadi Sasaran

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL  PEMALANG – Polsek Sragi Kembali melakukan razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah hukumnya pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Kali ini yang menjadi sasaran peredaran minuman keras (miras). Menurut Kapolsek Sragi AKP Turkhan, operasi ini menyisir sejumlah titik di wilayah Kecamatan Siwalan yang disinyalir menjadi lokasi penjualan miras ilegal. Petugas menyasar mulai dari tempat […]

  • Pantai Widuri Geger, Enam Anak Tenggelam dan Satu Anak Meniggal Dunia

    Pantai Widuri Geger, Enam Anak Tenggelam dan Satu Anak Meniggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kawasan wisata Pantai Widuri Pemalang geger, lantaran ada enam bocah tenggelam saat berenang di pantai tersebut pada Minggu, 26 Januari 2025. Dari enam korban itu lima dapat diselamatkan, sementara satu orang ditemukan sudah meninggal dunia. Menurut keterangan Kasat Polairud Polres Pemalang AKP. Totok Puwantoro mengatakan, kejadian tragis diketahui dari laporan warga terkait […]

  • Nurkholes: Alun-alun Pemalang Akan Dijadikan Ruang Terbuka Hijau Untuk Publik dan Masyarakat Tanpa Kecuali

    Nurkholes: Alun-alun Pemalang Akan Dijadikan Ruang Terbuka Hijau Untuk Publik dan Masyarakat Tanpa Kecuali

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengungkapkan bahwa Alun-alun Kabupaten Pemalang akan dijadikan ruang terbuka hijau. “Saya ingin merubah alun-alun Pemalang yang pertama pada waktu lebaran tidak adanya pasar tiban karena kedepannya akan diciptakan ruang terbuka hijau untuk semua publik dan masyarakat tanpa terkecuali,” katanya. Ia menyampaikan hal itu pada acara halal bihalal pedagang […]

expand_less