Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pendidikan » Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025 | 21:03 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Kementerian Agama (Kemenag) hari ini menyelenggarakan Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1446 H/2025 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Berbeda dengan sebelumnya, soal Imtihan Wathani tahun ini ada yang ditulis dengan aksara pegon.

Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada dua jenjang PDF, Ula Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

“Penyelenggaraan Imtihan Wathani tahun ini diikuti 11.077 santri tingkat Wustha dan Ulya. Pelaksanaannya dimaksudkan sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno saat melakukan kunjungan Imtihan Wathani di Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Selasa (28/01/2025).

“Berbeda dari sebelumnya, tahun ini Sebagian soal Imtihan Wathani ditulis dengan aksara pegon,” sambungnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Indonesia 2005), pegon diartikan dengan “aksara arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa; tulisan Arab yang tidak dengan tanda-tanda bunyi (diakritik); tulisan Arab gundul.” Makna ini juga diakui di beberapa negara-negara yang bahasanya tumbuh dari bahasa Melayu paling tidak menurut para penyusun Kamus Bahasa Melayu Nusantara (Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei 2011).

Menurut Suyitno, pelaksanaan Imtihan Wathani sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Artinya pemerintah turut hadir dalam mencetak generasi pesantren yang bermutu dan unggul baik secara pemikiran maupun spiritual, ujarnya.

“Pendidikan Diniyah Formal tidak hanya memberikan pengakuan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya tetapi juga bentuk komitmen dalam menjamin kualitas pendidikan pesantren,” lanjutnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said menambahkan, Imtihan Wathani akan berlangsung selama tiga hari. Untuk jenjang Ulya, imtihan wathani berlangsung dari 28 – 30 Januari 2025. Untuk jenjang Wustha, ujian akhir nasional dilaksanakan pada 31 Januari – 2 Februari 2025. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Imtihan Wathani kali ke delapan.

“Ada inovasi baru dalam Imtihan Wathoni tahun ini dengan menghadirkan soal-soal dalam aksara pegon (Bahasa Indonesia dengan aksara Arab), sebelumnya, semua soal hanya menggunakan bahasa Arab. Langkah ini merupakan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya sekaligus menunjukan kekhasan pendidikan pesantren,” tandasnya.

Imtihan Wathani tahun2025, untuk jenjang PDF Ulya, materi ujiannya adalah Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ushul Fiqh, Tauhid, Nahwu Balaghoh., Tarikh (Pegon). Sedangkan untuk PDF Wustha adalah Fiqh, Tauhid, Akhlak, Nahwu Shaf dan Tarikh (Pegon).*

Sumber: kemenag.go.id

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atasi Kekeringan, BPBD Pemalang Distribusikan Air Bersih ke 30 Desa

    Atasi Kekeringan, BPBD Pemalang Distribusikan Air Bersih ke 30 Desa

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026 | 15:55 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang meningkatkan upaya penanganan bencana hidrometeorologi kering dengan menyalurkan bantuan air bersih secara intensif. Hingga pertengahan Juli 2026, krisis air bersih dilaporkan telah melanda 30 desa yang tersebar di 7 kecamatan, yaitu Pulosari, Watukumpul, Randudongkal, Warungpring, Belik, Bantarbolang, dan Bodeh, dengan total warga terdampak mencapai 93.250 […]

  • Dari Transmigran ke Kursi Kepemimpinan, Jejak Diaspora Jateng Sukses di Lampung

    Dari Transmigran ke Kursi Kepemimpinan, Jejak Diaspora Jateng Sukses di Lampung

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026 | 16:13 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Etos kerja, ketekunan, dan daya tahan hidup menjadi bekal utama yang dibawa para perantau asal Jawa Tengah ketika meninggalkan kampung halaman puluhan tahun silam. Nilai-nilai itu pula yang kini menjelma menjadi fondasi kesuksesan, melahirkan tokoh-tokoh penting di Provinsi Lampung, dari pelaku usaha hingga pemimpin daerah. Diaspora Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, telah […]

  • TNI Bergerak Cepat Evakuasi Korban Banjir di Denpasar, Kodam IX Udayana Kerahkan Ratusan Prajurit

    TNI Bergerak Cepat Evakuasi Korban Banjir di Denpasar, Kodam IX Udayana Kerahkan Ratusan Prajurit

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025 | 21:30 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak dua hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan padat penduduk, khususnya di wilayah Denpasar Barat. Sejumlah titik terdampak meliputi Pura Demak, Monang-Maning, Tegal Kerta hingga Pasar Kumbasari, Rabu (10/9/2025). TNI merespons cepat kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto langsung mengerahkan personel Kodim 1611/Badung […]

  • Festival Slumpring, Bupati Kagumi Antusiasme Warga Cibuyur Warungpring

    Festival Slumpring, Bupati Kagumi Antusiasme Warga Cibuyur Warungpring

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025 | 05:49 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro mengungkapkan rasa kagum dan harunya kala menyaksikan ribuan warga Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring yang antusias mengikuti Kirab Budaya Slumpring di lapangan desanya. Ungkapan tersebut disampaikan saat dirinya beserta Ketua Dekranasda Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie mengikuti kirab bersama-sama dengan warga Cibuyur. Sabtu (30/8/2025). Bukan hanya sekedar kagum, Bupati […]

  • Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025 | 20:03 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Institut Harkat Negeri bekerja sama dengan Paramadina Public Policy Institute dan Universitas Paramadina menggelar diskusi publik bertajuk “Mengelola Transisi Energi: Mengapa Indonesia Selalu Tertinggal?” di Auditorium Benny Subianto, Universitas Paramadina Trinity Tower Lt. 45, Rabu (18/6). Diskusi hybrid ini dipandu oleh Sudirman Said, mantan Menteri ESDM sekaligus Ketua Institut Harkat Negeri. Dalam […]

  • Amankan Pilkades Serentak 2026, Bupati Pemalang Kukuhkan Duta Pancasila dan Siagakan Satlinmas

    Amankan Pilkades Serentak 2026, Bupati Pemalang Kukuhkan Duta Pancasila dan Siagakan Satlinmas

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 | 10:43 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi melantik Pelaksana Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Pemalang periode 2026-2030. Prosesi pelantikan ini dilaksanakan bertepatan dengan Apel Gelar Pasukan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Alun-alun Pemalang pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mempersiapkan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) […]

expand_less