Jumat, 20 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG – Kementerian Agama (Kemenag) hari ini menyelenggarakan Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1446 H/2025 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Berbeda dengan sebelumnya, soal Imtihan Wathani tahun ini ada yang ditulis dengan aksara pegon.

Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada dua jenjang PDF, Ula Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

“Penyelenggaraan Imtihan Wathani tahun ini diikuti 11.077 santri tingkat Wustha dan Ulya. Pelaksanaannya dimaksudkan sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno saat melakukan kunjungan Imtihan Wathani di Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Selasa (28/01/2025).

“Berbeda dari sebelumnya, tahun ini Sebagian soal Imtihan Wathani ditulis dengan aksara pegon,” sambungnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Indonesia 2005), pegon diartikan dengan “aksara arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa; tulisan Arab yang tidak dengan tanda-tanda bunyi (diakritik); tulisan Arab gundul.” Makna ini juga diakui di beberapa negara-negara yang bahasanya tumbuh dari bahasa Melayu paling tidak menurut para penyusun Kamus Bahasa Melayu Nusantara (Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei 2011).

Menurut Suyitno, pelaksanaan Imtihan Wathani sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Artinya pemerintah turut hadir dalam mencetak generasi pesantren yang bermutu dan unggul baik secara pemikiran maupun spiritual, ujarnya.

“Pendidikan Diniyah Formal tidak hanya memberikan pengakuan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya tetapi juga bentuk komitmen dalam menjamin kualitas pendidikan pesantren,” lanjutnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said menambahkan, Imtihan Wathani akan berlangsung selama tiga hari. Untuk jenjang Ulya, imtihan wathani berlangsung dari 28 – 30 Januari 2025. Untuk jenjang Wustha, ujian akhir nasional dilaksanakan pada 31 Januari – 2 Februari 2025. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Imtihan Wathani kali ke delapan.

“Ada inovasi baru dalam Imtihan Wathoni tahun ini dengan menghadirkan soal-soal dalam aksara pegon (Bahasa Indonesia dengan aksara Arab), sebelumnya, semua soal hanya menggunakan bahasa Arab. Langkah ini merupakan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya sekaligus menunjukan kekhasan pendidikan pesantren,” tandasnya.

Imtihan Wathani tahun2025, untuk jenjang PDF Ulya, materi ujiannya adalah Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ushul Fiqh, Tauhid, Nahwu Balaghoh., Tarikh (Pegon). Sedangkan untuk PDF Wustha adalah Fiqh, Tauhid, Akhlak, Nahwu Shaf dan Tarikh (Pegon).*

Sumber: kemenag.go.id

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Beras Tinggi, Masyarakat Perlu Siapkan Anggaran Lebih untuk Tunaikan Zakat Fitrah 

    Harga Beras Tinggi, Masyarakat Perlu Siapkan Anggaran Lebih untuk Tunaikan Zakat Fitrah 

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Melihat harga beras saat ini masih mencapai Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram, masyarakat perlu menyiapkan anggaran lebih untuk menunaikan zakat fitrah yang merupakan kewajiban setiap umat muslim untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan. Hal itu disampaikan Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Batang Munif saat ditemui diruang kerjanya, Senin (25/3/2023). Munif menyampaikan, […]

  • Dua Warung di Karangdadap dan Kedungwuni Dirazia, Sat Samapta Polres Pekalongan Sita 23 Botol Miras Ilegal

    Dua Warung di Karangdadap dan Kedungwuni Dirazia, Sat Samapta Polres Pekalongan Sita 23 Botol Miras Ilegal

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sat Samapta Polres Pekalongan kembali mengintensifkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran minuman keras (Miras) ilegal. Hal tersebut digelar untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pekalongan menjelang akhir tahun. Operasi dilaksanakan pada Rabu (19/11/2025) siang, menyasar dua lokasi warung yang dicurigai menjual Miras tanpa izin. Tim operasi dipimpin langsung oleh […]

  • Happy Karaoke Terbakar, 8 Mobil Pemadam Diturunkan

    Happy Karaoke Terbakar, 8 Mobil Pemadam Diturunkan

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Sebanyak delapan mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di tempat Karaoke Happy, Minggu (26/1/2024) sekitar pukul 13.30 WIB. Mobil pemadam dibantu dari mobil pemadam daerah sekitar dan mobil tanki suplay air dari DPRPR Kota tegal dan DLH serta kendaraan taktis Water Canon milik Polresta Tegal. Petugas pemadam sampai Minggu […]

  • Kasa Darma Husada PT USM Berkah Indonesia Produk Asli Pekalongan, Jadi Duta Alkes Indonesia dan Siap Go Internasional

    Kasa Darma Husada PT USM Berkah Indonesia Produk Asli Pekalongan, Jadi Duta Alkes Indonesia dan Siap Go Internasional

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kasa Darma Husada yang diproduksi PT USM Berkah Indonesia Pekalongan resmi ditetapkan sebagai Duta Alat Kesehatan Indonesia dalam ajang Halal Indo 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang pada Selasa, 30 September 2025. Kasa Darma Husada merupakan produk unggulan dari PT USM Berkah Indonesia yang berkedudukan di Pekalongan Jawa Tengah. pada pameran […]

  • Taj Yasin Tegaskan, Peningkatan Kuota Haji Harus Diimbangi dengan Layanan yang Lebih Baik

    Taj Yasin Tegaskan, Peningkatan Kuota Haji Harus Diimbangi dengan Layanan yang Lebih Baik

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kuota Jemaah haji Jawa Tengah pada 2026 mencapai 34.122 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 3.745 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan, kenaikan kuota tersebut harus diimbangi dengan kesiapan layanan yang lebih baik, agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan. “Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, […]

  • Tak Hanya Kitab Kuning, Santri Diharapkan Kuasai Dunia Digital

    Tak Hanya Kitab Kuning, Santri Diharapkan Kuasai Dunia Digital

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG-Di era sekarang, para santri di Indonesia tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga diharapkan menguasai dunia digital. Hal itu disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam sambutan Apel Hari Santri Nasional (HSN) Ke-10 sebagaimana dibacakan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat Apel Hari Santri Kabupaten Pemalang yamg digelar di halaman pendopo kabupaten setempat, Rabu […]

expand_less