Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Pendidikan » Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

Ujian Akhir Nasional Pendidikan Diniyah Formal 2025 Gunakan Aksara Pegon

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025 | 21:03 WIB
  • print Cetak

JURNAL PEMALANG – Kementerian Agama (Kemenag) hari ini menyelenggarakan Ujian Akhir Berstandar Nasional atau Imtihan Wathani tahun ajaran 1446 H/2025 M bagi santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Berbeda dengan sebelumnya, soal Imtihan Wathani tahun ini ada yang ditulis dengan aksara pegon.

Pendidikan Diniyah Formal adalah pendidikan pesantren yang diselenggarakan pada jalur pendidikan formal sesuai dengan kekhasan pesantren yang berbasis kitab kuning secara berjenjang dan terstruktur. Saat ini ada dua jenjang PDF, Ula Wustha (setingkat MTs/SMP) dan Ulya (setingkat MA/SMA/SMK).

“Penyelenggaraan Imtihan Wathani tahun ini diikuti 11.077 santri tingkat Wustha dan Ulya. Pelaksanaannya dimaksudkan sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga mutu PDF sebagai bagian dari entitas pendidikan pesantren,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno saat melakukan kunjungan Imtihan Wathani di Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Selasa (28/01/2025).

“Berbeda dari sebelumnya, tahun ini Sebagian soal Imtihan Wathani ditulis dengan aksara pegon,” sambungnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa Indonesia 2005), pegon diartikan dengan “aksara arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa; tulisan Arab yang tidak dengan tanda-tanda bunyi (diakritik); tulisan Arab gundul.” Makna ini juga diakui di beberapa negara-negara yang bahasanya tumbuh dari bahasa Melayu paling tidak menurut para penyusun Kamus Bahasa Melayu Nusantara (Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei 2011).

Menurut Suyitno, pelaksanaan Imtihan Wathani sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Artinya pemerintah turut hadir dalam mencetak generasi pesantren yang bermutu dan unggul baik secara pemikiran maupun spiritual, ujarnya.

“Pendidikan Diniyah Formal tidak hanya memberikan pengakuan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya tetapi juga bentuk komitmen dalam menjamin kualitas pendidikan pesantren,” lanjutnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said menambahkan, Imtihan Wathani akan berlangsung selama tiga hari. Untuk jenjang Ulya, imtihan wathani berlangsung dari 28 – 30 Januari 2025. Untuk jenjang Wustha, ujian akhir nasional dilaksanakan pada 31 Januari – 2 Februari 2025. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Imtihan Wathani kali ke delapan.

“Ada inovasi baru dalam Imtihan Wathoni tahun ini dengan menghadirkan soal-soal dalam aksara pegon (Bahasa Indonesia dengan aksara Arab), sebelumnya, semua soal hanya menggunakan bahasa Arab. Langkah ini merupakan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya sekaligus menunjukan kekhasan pendidikan pesantren,” tandasnya.

Imtihan Wathani tahun2025, untuk jenjang PDF Ulya, materi ujiannya adalah Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Ushul Fiqh, Tauhid, Nahwu Balaghoh., Tarikh (Pegon). Sedangkan untuk PDF Wustha adalah Fiqh, Tauhid, Akhlak, Nahwu Shaf dan Tarikh (Pegon).*

Sumber: kemenag.go.id

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Apresiasi Babinsa Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa

    Guru Apresiasi Babinsa Tanamkan Nilai Kebangsaan Siswa

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025 | 10:06 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan (Wasbang) yang digelar Babinsa Koramil 03/Masaran Kodim 0725/Sragen Serda Suwardi di SMA Muhammadiyah Masaran, Selasa (02/12/2025), mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Babinsa, Serda Suwardi hadir memberikan pembinaan dan motivasi kepada para siswa agar memiliki rasa cinta tanah air, semangat kebersamaan, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan Wasbang ini berjalan […]

  • Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    Wagub Taj Yasin Ajak Alumni Santri Jaga Sanad Keilmuan dan Persatuan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026 | 05:41 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga sanad keilmuan serta memperkuat persatuan antar santri. Itu sebagai upaya menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi pesantren memiliki kekuatan pada kesinambungan ilmu yang tersambung dari para kiai hingga Rasulullah. “Kadang para santri kurang […]

  • Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Resmi Buka Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026 | 19:40 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kabar gembira ! Pemerintah Provinsi Jawa  Tengah resmi mengumumkan dibukanya Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Ada lima jenis beasiswa yang dibuka khusus untuk para santri yang berasal dari Jawa Tengah ini. Pendaftaran mulai tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir 1 Agustus 2026. Pengumuman ini disampaikan Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas […]

  • Tak Sekadar Evakuasi, Polwan Polres Pekalongan Beri Pendampingan Psikologis bagi Pengungsi

    Tak Sekadar Evakuasi, Polwan Polres Pekalongan Beri Pendampingan Psikologis bagi Pengungsi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026 | 09:00 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Polres Pekalongan menerjunkan personel Polwan ke lokasi pengungsian korban banjir di Desa Sipait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memberikan layanan psiko sosial, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak bencana. Kehadiran para Polwan di tengah pengungsian ini membawa suasana berbeda. Di tengah keterbatasan fasilitas akibat banjir, […]

  • Purbalingga Salah Satu Wilayah yang akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

    Purbalingga Salah Satu Wilayah yang akan Dipasang Alat Pendeteksi Gempa

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024 | 09:29 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Purbalingga salah satu wilayah di Jawa Tengah yang akan dipasangi alat sensor pemantauan gempa bumi (seismograf), alat tersebut menjadi salah satu upaya mitigasi risiko gempa bumi, Kamis (19/9/2024). Kepala BPBD Purbalingga Prayitno mengungkapkan, pemasangan alat seismograf dilatarbelakangi adanya kejadian gempa bumi dan tsunami secara beruntun di beberapa wilayah di Indonesia yang menyebabkan […]

  • Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

    Jusuf Kalla: Krisis Ekonomi dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan, Universitas Harus Hadir Memberikan Solusi

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026 | 13:48 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Paramadina menyelenggarakan Seminar Publik Hybrid bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” pada Selasa (9/6/2026) di Ruang Granada, Lantai 7 Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Cipayung. Seminar menghadirkan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, H. M. Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama. Kegiatan dibuka oleh Ketua Program […]

expand_less