Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puisi Anto Narasoma Yang Gurih dan Masih Hangat

Puisi Anto Narasoma Yang Gurih dan Masih Hangat

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Senin, 13 Jan 2025 | 21:56 WIB
  • print Cetak

Oleh : Jacob Ereste

Sungguh saya mengagumi puisi Anto Narasoma yang berjudul “Memintal Kehidupan”. Terasa sekali bahasanya sederhana tapi lugas menggambarkan suasana batin antara kedua tokoh, Sang Nenek dan Cucu. Dan sejujurnya, saya pun baru mengenal puisi ini Anto Narasoma lewat tayangan media sosial, awal Januari 2025. Padahal, bisa saya pastikan jam terbang berpuisinya sudah panjang dan jauh dia tempuh.

Agaknya memang, akibat keterbatasan informasi, publikasi dan komunikasi saja yang membuat karya sastra dan penyairnya terkesan jadi kurang membumi di tanah air kita, sehingga penyair Indonesia nyaris tak pernah dilirik oleh panita Nobel Sastra di dunia.

Saya suka narasi puisinya yang seperti lukisan realis, tidak terlalu abstrak, sehingga muatan nilai spiritual yang diusung oleh karya Anto Narasoma ini enak dan jelas untuk ditangkap pesan moralbta yang ingin dia sampaikan. Saya kira, warna puisi dan gaya penulisannya yang bersahaja ini dapat dijadikan semacam model bagi kawan-kawan penyair yang masih ingin mencari bentuk dalam proses kreatif menulis puisi atau karya sastra pada umumnya yang tidak cuma untuk berindah- indah semata. Katena itu sata percaya bila pengalaman serta pencercapan batinnya dalam bentuk puisi sudah lebih terang mengarah mendekati genre puisi esai seperti yang dimotori dan digagas Denny JA dan kawan-kawan lewat media sosial dan penerbitan serta beragam acara sastra yang makin memberi harapan bangkitnya gairah sastra — khususnya dunia kesenian di Indonesia — yang terkesan lesu mulai tahun 1990-an hingga sekarang, jadi semacam kerakap di atas batu, hidup segan mati pun tak mau.

Penuturan sang Nenek kepada Cucu; sudah Nenek pintal karakter kehidupan yang mewarnai lukisan kau dan aku, ujar sang Nenek, sungguh memberi kesan adanya moral yang termuat dalam puisi ini. Apalagi kemudian dipertegas dengan ; begitu luas kanvas ini, setelah benang-benang putih itu kurajut agar warna kainnya membersihkan kata hatimu.

Artinya, betapa luasnya kanvas yang tidak terbatas itu jelas menggambarkan wilayah moral yang tidak bertepi. Sehingga benang putih yang dirajut merupakan simbolik dari kesucian hati yang harus dibersihkan — tak hanya dari kata-kata — karena yang lebih penting pada akhirnya adalah perbuatan nyata yang dapat dirasakan oleh orang banyak.

Begitu juga dari fakta lukisan yang terukur selama filosofi itu menjadi mimpi kita katanya, maka kau dan aku dibatasi ide pelukis yang menjadi kekayaan berlimpah di dalam warna kehidupan kita.

Pada bagian ungkapan terakhir ini, kuat dugaan saya bila Anto Narasoma pun memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup — agar tak berlebihan untuk dikatakan sangat luas — tentang filsafat serta esensi dari seni lukisan dengan teknis yang rumit itu telah dikuasainya.

Inilah satu diantara yang meyakinkan saya pengembaraan Anto Narasoma pada ranah kesenian — kebudayaan — hingga filsafat sudah cukup jauh dia lakukan. Meski tak mungkin bisa mentok pada ujung perjalanan yang sesungguhnya tidak berujung itu, seperti kaki langit yang jauh di sana.

….Cobalah kau raba cuaca pertemuan klasik yang melingkari pandangan jiwamu lewat alunan perkusi gendang telingamu. Dari penggalan alenia ini kesan dari kayanya makna tentang cuaca — yang meliputi suasana dan rasa –antara kanvas lukisan yang nyata dengan gambaran yang tersimpan — tersembunyi hingga tidak bisa dituliskan dengan kata-kata dan tidak mampu dilukis dengan semua warna yang ada — sungguh kental dan imaginatif sekali ungkapannya sangat sakral dan bernilai spiritual. Maka itu, narasi tentang pertemuan klasik yang melingkari pandangan jiwamu, sungguh menyempurnakan ungkapan kejiwaan yang dapat ditangkap melalui alunan perkusi gendang telinga yang sempurna sebagai pemberian Tuhan. Artinya, kesadaran yang mengendap di dalam jiwa yang hidup, mampu menterjemahkan suara yang bergetar di kedalaman jiwa (hati) yang selalu bersinar. Begitulah pada dasarnya tak ada batas antara kanvas lukisan dengan gambaran yang tersimpan pada kedalaman benakmu, seperti makna dari manunggaling-nya kawulo lan gusti dalam perspektif budaya dan filosofis Jawa yang ditebar oleh Syekh Siti Jenar.

Hingga pada bagian penutup karya puisi penyair yang konon kisahnya berasal-usul dari Palembang ini menggambarkan lukisan kejiwaan Sang Nenek bersama Sang Cucu yang sedang memintal (menenun) selendang putih di hati Sang Cucu agar cahaya ayat-ayat sastra (karya pujangga yang indah dan bermakna) menjadi puisi cinta (yang bermakna mantra) sedalam pikiran (siapa saja) yang tidak terbatas. Persis semacam tafsir dan percercapan saya sebagai penikmat sasta (karya puisi) yang mungkin dia racik sambil menikmati gurihnya empek-empek kapal selam atau martabak Tambi yang cuma ada dan juga populer di kota Palembang. Begitulah saya jadi semakin terkesan, karena karya puisinya ini dia tulis d

pada 12 Januari 2025. Jadi rasanya sungguh sangat gurih dan masih hangat.

 

Banten, 13 Januari 2025

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik

    Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026 | 22:25 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG — Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Paramadina menggelar webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada 14 Agustus 2026. Forum ini membahas perkembangan sekaligus tantangan perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, politik, diplomasi, hingga industri masa depan dan dimoderatori oleh Kenita Putri. Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan […]

  • ACDC Nyatakan Mendukung Penuh Pasangan An-Nur di Pilkada Pemalang

    ACDC Nyatakan Mendukung Penuh Pasangan An-Nur di Pilkada Pemalang

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024 | 11:16 WIB
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jurnal Pemalang – Driver Comal yang tergabung dalam Anak Comal Driver Community (ACDC) menyatakan siap mendukung penuh pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Nurkholes (An-Nur). Pernyataan ini disampaikan Arif Setiawan selaku Pembina ACDC usai acara ngopi darat sekaligus pembentukan pengurus baru di Wisata Comal Baru Waterpark, Kecamatan Ampelgading, Sabtu (7/9/2024). Arif […]

  • 26.998 Prajurit Dikerahkan Dalam Latihan Terintegrasi TNI 2025 di Morowali, Perkuat Pengamanan SDA Nasional

    26.998 Prajurit Dikerahkan Dalam Latihan Terintegrasi TNI 2025 di Morowali, Perkuat Pengamanan SDA Nasional

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025 | 11:03 WIB
    • account_circle Tuko Chaeron
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf beserta pejabat terkait, menyaksikan secara langsung pelaksanaan Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI yang terintegrasi Tahun 2025 di kawasan Bandara PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025). Latihan skala besar yang melibatkan […]

  • Kapolres Pemalang Luncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer untuk Berantas TB Paru

    Kapolres Pemalang Luncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer untuk Berantas TB Paru

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026 | 16:44 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, resmi meluncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer Tuberkulosis (TB) Paru di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (08/06/2026). Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong yang disaksikan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro beserta jajaran terkait sebagai simbol dimulainya aksi nyata di lapangan. Program bertajuk “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” […]

  • Jaga Fasilitas Publik, Bupati Pemalang Pimpin Kerja Bakti di Stadion Jatidiri Comal

    Jaga Fasilitas Publik, Bupati Pemalang Pimpin Kerja Bakti di Stadion Jatidiri Comal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026 | 13:53 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 3Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar aksi kerja bakti massal atau korve di Stadion Jatidiri Comal pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan stadion sebagai salah satu fasilitas umum utama bagi masyarakat. Aksi lingkungan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), […]

  • Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    Bupati Pemalang Ajak Fatayat dan Muslimat NU Bodeh Bantu Atasi Anak Tidak Sekolah dan Stunting

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024 | 08:01 WIB
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    Pemalang, Jurnal Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang saat ini terus mengajak Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ada di wilayahnya kembali bersekolah. Bupati Pemalang Mansur Hidayat menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara pertemuan akbar Pimpinan Anak Cabang Muslimat dan Fatayat NU Kecamatan Bodeh. Acara tersebut berlangsung di halaman SDN 02 Longkeyang, Bodeh pada Minggu, 21 Juli […]

expand_less