Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

Refleksi Kritis Pemerintahan Prabowo Subianto Setelah Melewati Fase 100 Hari Pertama

  • account_circle Fahroji
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JURNAL PEMALANG — Universitas Paramadina bekerjasama dengan Institut Harkat Negeri menggelar diskusi publik bertajuk “Enam Bulan Pemerintahan Prabowo: The Extraordinary, The Good, The Bad, and The Ugly” bertempat di Universitas Paramadina Kampus Kuningan, Trinity Tower Lt. 45.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi kritis atas perjalanan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah melewati fase 100 hari pertama yang kerap dianggap sebagai masa ‘bulan madu’ politik.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza Idris, menyampaikan bahwa setiap peralihan kekuasaan membawa harapan baru.

Namun, harapan tersebut tidak serta-merta hadir tanpa tantangan, terutama ketika harus berhadapan dengan warisan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya.

Menurutnya, enam bulan pertama adalah momen krusial yang mencerminkan arah serta pendekatan pemerintahan ke depan apakah akan melanjutkan pola lama atau menghadirkan pembaruan yang nyata.

Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI periode 2014–2016, memberikan perspektif tajam mengenai arah kepemimpinan nasional dari sudut pandang indeks jarak kekuasaan atau Power Distance Index (PDI). Konsep ini, yang dikembangkan oleh Gerard Hendrik Hofstede, menggambarkan sejauh mana masyarakat menerima kesenjangan kekuasaan dan struktur sosial yang hierarkis.

Menurut Sudirman, Indonesia termasuk negara dengan indeks PDI yang tinggi, sejajar dengan negara-negara seperti India, Pakistan, dan Filipina.

Konsekuensinya, pola komunikasi dalam pemerintahan cenderung top-down, ruang dialog sempit, serta pengambilan keputusan berlangsung secara sepihak oleh elit tanpa diskursus yang inklusif.

“Semakin tinggi indeks PDI, semakin sulit masyarakat mendapatkan akses terhadap partisipasi dalam proses pengambilan kebijakan. Elit memegang kendali penuh, sementara masyarakat menjadi penonton pasif, ” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa negara dengan PDI tinggi rentan terhadap praktik nepotisme, karena distribusi kekuasaan lebih didasarkan pada kedekatan personal ketimbang kompetensi dan meritokrasi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi pemerintahan saat ini adalah menurunkan jarak kekuasaan agar lahir kepemimpinan yang lebih egaliter, terbuka terhadap dialog, serta menjunjung sistem yang adil dan berbasis kemampuan.

  • Penulis: Fahroji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angka Stunting Pemalang Menurun, Bupati : Kita Terendah Nomor 2 di Jateng

    Angka Stunting Pemalang Menurun, Bupati : Kita Terendah Nomor 2 di Jateng

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID – Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menurunkan angka stunting mendapat peringkat terendah kedua dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat membuka acara Diseminasi Audit Kasus Stunting ke-1 di Kabupaten Pemalang Tahun 2024 yang digelar di Sasana Bhakti Praja, Senin (27/5/2024). “Atas nama Pemkab Pemalang kami ucapkan terimakasih yang […]

  • Jelang Nataru, Pemkab Pemalang Fokuskan Empat Hal

    Jelang Nataru, Pemkab Pemalang Fokuskan Empat Hal

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Menjelang persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Sasana Bakti Praja, Selasa (16/12/2025). Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang hadir bersama Wakil Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan bahwa rakor tersebut difokuskan kepada 4 hal […]

  • Dandim 0711 Pemalang Turut Hadir Pada Pembukaan Pabrik Garmen Wong Hang dan Akarsa Garmen Indonesia

    Dandim 0711 Pemalang Turut Hadir Pada Pembukaan Pabrik Garmen Wong Hang dan Akarsa Garmen Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Pabrik garmen Wong Hang di Kabupaten Pemalang kembali dibuka. Pembukaan pabrik tersebut dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prastyo. Selain Wong Hang, juga pabrik Akarsa Garmen Indonesia di Jalan Lingkar Luar, Kelurahan Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at (19/12/2025) itu, juga dihadiri gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Pemalang […]

  • Pengolahan Sampah se-Kecamatan Ulujami Menjadi Nominasi Usulan Kecamatan Ulujami

    Pengolahan Sampah se-Kecamatan Ulujami Menjadi Nominasi Usulan Kecamatan Ulujami

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNALPEMALANG.ID, – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di pendopo kecamatan setempat, Selasa (5/3/2024). Camat Ulujami Muhibin mengatakan, hasil Musrenbang RKPD tahun 2025 Kecamatan Ulujami menyepakati 11 usulan fisik, 3 usulan non fisik, dan 1 usulan supra desa yang nantinya diusulkan pada Musrenbang tingkat kabupaten. Dari berbagai […]

  • Bikin Bangga! 64 Polisi di Pekalongan Naik Pangkat, Ada Tradisi Siraman hingga Tanam Pohon

    Bikin Bangga! 64 Polisi di Pekalongan Naik Pangkat, Ada Tradisi Siraman hingga Tanam Pohon

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Suasana khidmat menyelimuti halaman Mapolres Pekalongan pada Rabu (31/12/2025) sore. Di tengah kesibukan pengamanan malam pergantian tahun, Polres Pekalongan menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Polri periode 1 Januari 2026. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf. Sebanyak 64 personel yang terdiri dari 9 Perwira dan 55 Bintara resmi […]

  • Ahmad Luthfi Komitmen Akan Kirim Seperangkat Gamelan ke Desa Bagelen di Lampung

    Ahmad Luthfi Komitmen Akan Kirim Seperangkat Gamelan ke Desa Bagelen di Lampung

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Fahroji
    • 0Komentar

    JURNAL PEMALANG – Untuk memperkuat ikatan budaya warga transmigran dan keturunan asal Jawa Tengah yang telah lama menetap di Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkomitmen akan mengirimkan seperangkat gamelan untuk warga. “Gamelannya nanti dikirim langsung oleh Direktur Utama Bank Jateng ke sini. Sampun beres (sudah beres),” ujar […]

expand_less